33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

Instruktur LPK Cantique Wakili Jateng di Tingkat Nasional

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Andriyani Alimatiyah Khasanah atau biasa disapa Yeyen instruktur tata rias pengantin di LPK Cantique Limpung maju mewakili Provinsi Jawa Tengah (Jateng) ke ajang bergengsi Lomba Instruktur Tata Rias Pengantin dalam GTK PAUD dan Dikmas Berprestasi tahun 2018 yang akan berlangsung di Pontianak, Kalimantan Barat.

Yeyen mewakili Jateng dengan membawa segudang prestasi mengkilap diantaranya Juara II Tata Rias Pengantin Jogja Putri dan Juara III Tata Rias Pengantin Jogja Paes Ageng Tingkat Jateng. Prestasi ditingkat Kabupaten sudah tidak terhitung lagi karena Yeyen rajin mengikuti lomba dan hampir semuanya menggondol juara pertama.

Bertempat di LPK Cantique yang beralamat di Jalan Raya Limpung Tersono Yeyen menjadi instruktur senior yang mahir dan telaten menularkan ilmu kepada peserta pelatihan . Nama Yeyen tidak asing lagi sebagai Perias Pengantin handal sampai ke luar daerah. Pelanggannya mulai dari Tegal sampai Semarang memanfaatkan jasanya. Hal ini karena seringnya Yeyen menjuarai lomba sehingga namanya dikenal luas.

Saat berbincang dengan Jawa Pos Radar Semarang Yeyen bercerita tentang filosofinya yang teguh mempertahankanPakem atau aturan dasar. Hal ini yang menjadikan Yeyen punya trade mark tersendiri.“Saya berguru pada banyak maestro rias,” ungkapnya.

Seperti disebutkan, ada Ratna Hidayati yang sudah kondang di luar Negeri untuk sanggul dan tata rias. Untuk make up berguru pada Yohannes Soelarso dari Surabaya, juga Ibu Iwul dari Semarang.

Dirinya ngotot mempertahankan Pakem karena saat ini banyak perias yang meninggalkan sehingga nilai kesakralan dan budaya aslinya berkurang.  Pelengkap sanggul digunakan, juga bahan tradisional, seperti irisan daun pandan yang dibungkus kain soft tule agar tidak rontok saat dipasang. “Daun pandan selain harum juga mudah untuk dipasangi aksesoris. Metode pemasangan harnet saya lakukan dari bawah karena lebih efisien,” kata Yeyen.

Yeyen yang terjun ke dunia Tata Rias tahun 2014 setelah menyelesaikan studinya di UNDIP. Keahliannya ini diwarisi dari ibu kandungnay sendiri yaitu Ibu Anik yang juga seorang perias pengantin handal. Yeyen berharap di Pontianak nati bisa memperoleh prestasi dan mengharumkan nama Jateng pada umumnya dan Kabupaten batang pada khususnya. (han/sct/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bidan PTT Tolak Jadi Pegawai Kontrak

TEMANGGUNG–Puluhan bidan desa yang berstatus sebagai Pegawai Tidak Tetap (PTT) dari berbagai wilayah kecamatan di Kabupaten Temanggung, kemarin, berunjuk rasa. Mereka menggalang seribu tanda-tangan,...

Antisipasi Peredaran Pil PCC, Polisi Sidak Sekolah

SEMARANG–Maraknya peredaran pil paracetamol, ceffeine dan carisoprodol atau yang umum dengan sebutan PCC di masyarakat, direspon cepat oleh aparat kepolisian. Salah satunya dengan melakukan...

GTT dan PTT Geruduk DPRD

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Ratusan Guru Tidak Tetap (GTT) dan Pegawai Tidak Tetap (PTT) SD Negeri dan SMP Negeri se-Kabupaten Semarang menggeruduk gedung DPRD Kabupaten...

Ramadan, Tingkatkan Interaksi Sosial

SEMARANG- Memaknai hari lahirnya Pancasila kita harus kembali ke fitrah asal mula Pancasila yang menyatukan bangsa Indonesia dalam kebhinekaan namun tetap bersatu memerdekaan NKRI...

Sembilan Anak Punk Diamankan

DEMAK-Sebanyak 9 anak punk dengan penampilan khas, kemarin berhasil diamankan dalam patroli yang dijalankan petugas kepolisian dari Polres Demak. Razia yang dipimpin Kasat Sabhara...

Sita Merkuri 20,9 Ton Siap Ekspor di 4 Negara

SEMARANG–Ekspor merkuri sebanyak 20,9 ton berhasil digagalkan oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jateng di gudang Teduh Makmur, Jalan Kalibaru Barat 15, Tanjung...