33 C
Semarang
Kamis, 24 September 2020

Hari Ini Tol Beroperasi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Rasa penasaran pemudik menggunakan fasilitas jalan tol Salatiga Boyolali dan Solo-Ngawi yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Mulai hari ini (8/6), ruas tol Salatiga-Boyolali dan Solo-Ngawi sudah beroperasi.

Hanya saja secara fungsional dua ruas tol ini akan dioperasikan secara berbeda. Untuk tol Salatiga-Boyolali baru satu jalur saja yang dioperasikan karena masih ada titik yang belum kelar dikerjakan. Salah satu titik rawan tersebut berada di Kali Kenteng. Sementara untuk tol Solo-Ngawi sudah bisa beroperasi penuh dua jalur, termasuk kesiapan fasilitas pendukungnya.

Direktur Utama Jasamarga Solo Ngawi (JSN) David Wijaya membeberkan, Tol Salatiga-Boyolali secara fungsional dibuka pukul 06.00 hingga 17.00 WIB. Namun ketika nanti dibutuhkan, maka jalur ini akan dibuka hingga pukul  21.00 WIB. ”Untuk 8-17 Juni akan dibuka untuk jalur menuju ke timur. Sedangkan mulai 18-24 Juni dibuka untuk arah sebaliknya,” jelas David di sela apel siaga bersama dengan 400 personel dari JSN di gerbang Tol Colomadu, Kamis (7/6).

Dalam kesiapan ini titik yang perlu diwaspadai oleh JSN yakni di jembatan Kali Kenteng, Salatiga atau tepatnya di kilometer 490. Jembatan ini belum bisa dioperasikan karena belum jadi. Sehingga ada jalur alternatif melewati bawah. Namun untuk titik ini harus diantisipasi oleh pemudik karena tanjakan cukup curam. ”Makanya di titik ini perlu diwaspadai. Untuk mengantisipasinya kami siapkan mobil derek jika ada kendaraan yang mogok,” jelasnya.

Untuk tol Salatiga-Boyolali ini secara sementara akan disediakan dua rest area. Yakni titik pertama di Mudal, Salatiga dan lainnya di Koripan, Boyolali. Pada rest area ini disediakan masjid milik warga yang sedikit mendapat sentuhan renovasi. Di dekat masjid dibangunkan empat toilet oleh JSN dan ada pula warung tenda milik warga. “Masjid ini sebenarnya milik warga, namun karena letaknya dekat dengan tol maka kami fungsikan dulu. Nantinya juga akan ada kios BBM dan posko kesehatan pula,” jelasnya.

Kemudian untuk tol Solo-Ngawi masih ada  lima overpass yang masih dalam tahap pengerjaan. Namun secara fungsional kesiapan tol sudah lebih baik dibandingkan Salatiga-Boyolali. Sebab sudah ada rest area di enam titik dan jalur sudah dua arah, yakni di KM 519, KM 538. “Jalur ini juga sudah siap dibuka 24 jam,” jelasnya.

Sedangkan untuk Solo-Sragen sudah siap sepenuhnya, mengingat sertifikat kelayakan sudah turun dari pemerintah pusat. Sehingga pengoperasionalan bisa maksimal. Untuk pengendara bisa melaju hingga 100 km/jam. Namun untuk Sragen-Ngawi yang masih menyisakan lima perlintasan ini diharapkan pengemudi lebih berhati-hati. ”Makanya nanti batas maksimal kecepatan hanya 80 km/jam. Di perlintasan pun juga akan kami siapkan petugas yang berjaga 24 jam,” tandasnya. (vit/atn/irw/jpg/ton)

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ajak UMKM Pahami Bisnis Ritel

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) menjadi penopang ekonomi suatu daerah. Untuk terus menggeliatkan para pelaku tersebut, Pemerintah Kabupaten Batang melalui...

Rp 282 M untuk Tata Wajah Kota

SALATIGA– Puluhan kegiatan fisik untuk penataan wajah kota dan peningkatan produk pertanian akan dilaksanakan pada tahun anggaran 2017 mendatang. Adapun anggaran yang telah dialokasikan...

Wujudkan Rumah Kos yang Ramah dan Aman

UNDANG - Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945 memberikan hak kepada setiap orang untuk hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan...

Mulai Buat Paspor Haji Tambahan Raja Salman

WONOSOBO–Semua paspor calon jamaah haji dari wilayah eks karisidenan Kedu dan Banjarnegara, sudah selesai dibuat oleh Kantor Imigrasi Wonosobo. Ada 3000 calon haji lebih...

Bayi Dibuang di Teras Rumah Warga Palebon

SEMARANG- Warga Jalan Panda Timur IA No 16, Kelurahan Palebon, Pedurungan digegerkan adanya temuan bayi di dalam tas yang tergeletak di depan rumah warga....

Klasifikasi Yatim Janggal

Video itu berisi curhatan Koko Ardiansyah. Siswa kelas 2, SMK Negeri 2 Rantau Utara, Labuhanbatu, Sumatera Utara.  Curhatnya pun sambil menangis. Membuat iba yang...