33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Dewan Tuding Lelang Proyek Terkondisi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Kalangan DPRD Kabupaten Semarang terus menyoroti pembangunan di wilayahnya yang hingga kini belum terealisasi. Ketua DPRD Kabupaten Semarang, Bambang Kusriyanto mengungkapkan belum direalisasikannya pembangunan akan menimbulkan persepsi buruk di kalangan masyarakat.

Apalagi menurut pria yang akrab disapa Krebo, sesuai dengan pantauan legislatif pelaksanaan pembangunan di Kabupaten Semarang sampai bulan ke-6 2018 belum ada geliat untuk dimulai. “Bisa dibilang dengan terlambatnya ini kemungkinan terjadi pengkondisian oleh eksekutif,” ujar Krebo Kamis (7/6).

Beberapa proyek yang dikhawatirkan akan merugikan negara dan rakyat tersebut karena mangkrak yaitu pembangunan Pasar Bandarjo tahap kedua yang menelan anggaran sebesar Rp 2 miliar belum terealisasi. Selain itu juga pembangunan Pasar Suruh senilai Rp 14 miliar juga belum terealisasi.

“Pembangunan RSUD Ambarawa belum terealisasi padahal lelang sudah dimenangkan, Penataan kawasan Bandungan menggunakan anggaran Rp 21 miliar belum dimulai, RSUD Ungaran tahap ke dua Rp 55 miliar juga belum ada tanda dimulai,” katanya.

Dikatakan Krebo, pembiayaan pembangunan tersebut dianggaran melalui APBD 2017. Idealnya, memasuki 2018 pembangunan sudah dimulai karena semua proses seperti halnya pelelangan sudah dilalui semua. “Sebetulnya anggaran ini bisa diselesaikan dewan akhir tahun sebelumnya November 2017. Seharusnya pihak eksekutif sudah bisa merealisasikan pembangunan tersebut,” katanya.

Apabila tidak segera dilaksanakan, dikhawatirkan pengerjaan justru dilakukan mendekati waktu akhir penyelesaian.“Hal itu juga akan berpengaruh kepada kualitas dari bangunan karena proses pembangunannya tergesa-gesa,” katanya.

Ia mencontohkan, hal tersebut terjadi pada pembangunan Pasar Bandarjo yang baru dibangun 2017 mendekati masa akhir pengerjaan.“Karena waktunya mepet, akhirnya bulan ke-5 tahun berikutnya (2017) baru ditempati. Sehingga membutuhkan waktu 17 bulan dari proses lelang selesai untuk (dibangun) serta menggunakan fasilitas pemerintah seperti Pasar Bandarjo,” ujarnya.

Pengerjaan proyek yang dilakukan dengan mengulur-ngulur waktu tersebut sangat disayangkan oleh pihak legislatif. “Gerakan eksekutif ini lambat. Kalau sampau Juni 2018 belum dimulai akan menimbulkan persepsi publik jika lelang terkondisi, tidak ada keterbukaan,” ujarnya.

Munculnya kecurigaan dikalangan masyarakat, lanjutnya, sangat beralasan. Pasalnya setiap pengerjaan proyek selalu molor dan terkesan tidak transparan. “Kami melihat pembangunan di Kabupaten Semarang tidak begitu bagus, seperti di Tambakboyo yang disidak oleh Komisi C akhirnya mereka benahi, juga museum ternyata juga (pembangunannya) diulang lagi,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Semarang, Totit Oktoriyanto mengatakan, meski hingga bulan ini belum dikerjakan semua, namun ia optimistis pengerjaan tidak akan terlambat. “Menurut kami tidak terlalu terlambat. Karena kami menyelesaikan DED dan dokumen lelang dulu,” tandasnya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Sedimen Tinggi, Tak Ada Normalisasi

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Diguyur hujan kurang lebih 2 jam, Rabu (28/2) malam, sejumlah kawasan di Kota Pekalongan, terendam banjir. Tidak hanya rumah, banjir juga...

Lagi, Mantan Kader PKS Merapat ke Rudi-Dance

SALATIGA - Kekuatan pasangan calon Wali Kota dan calon Wakil Wali Kota Salatiga nomor urut satu, Agus Rudianto-Dance Ishak Palit (Rudi-Dance) kembali bertambah. Sebab...

Banyak Alternatif, Kurangi Risiko Laka

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Banyaknya pilihan cara mudik dan alternatif jalur mudik Lebaran ke Jawa Tengah, diharapkan bisa mengurangi risiko kemacetan dan kecelakaan lalu lintas saat...

Buka Kelompok Usia, Dewasa dan Veteran

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA - Djarum Foundation Kejurkot Bulutangkis I Salatiga 2018 mulai digelar Minggu (22/7) besok, di GOR PPLP Sepak Takraw (Ngebul), Jalan Veteran Kota Salatiga....

Fokus Program Tahfidz

TEMANGGUNG - SMP IT Cahaya Insani Temanggung selama sehari menggelar Cahaya Insani Art and Sains (Cartains) Expo 3, Sabtu (18/3). Acara terpusat di halaman...

Tanam 5.000 Pohon

SABTU (11/11), Komunitas Peduli Alam Lestari (KOMPASi) Jateng bekerjsama dengan karangtaruna Kecamatan Bandungan, mahasiswa kKomunikasi Pecinta Alam Stikom Semarang dan sejumlah elemen msyarakat, akan...