33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Bulan Madu Tunggu Selesai Hukuman 2 Tahun

Ketika Napi Kasus Perampokan Menikah di Lapas Kedungpane

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – Pernikahan adalah momen sakral yang selalu dikenang. Tapi, bagaimana jika momen pernikahan itu digelar di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas)? Setidaknya itu yang dialami pasangan Jumain dan Ananda Arisa.

JOKO SUSANTO

SUASANA bahagia bercampur haru dan sedih tampak dalam prosesi akad nikah warga binaan pemasyarakatan (WBP) kasus perampokan, Jumain. Ia mengucap janji pernikahan dengan gadis pujaannya, Ananda Arisa, di aula kunjungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Kedungpane Semarang. Akad nikah yang digelar sekitar pukul 09.00 itu dengan penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Ngaliyan, Semarang, M Basya.

Saat ijab, Jumain tampak gagah dengan mengenakan setelan jas hitam dan peci coklat, lengkap dengan dasi. Pun dengan Ananda juga tampil rapi dengan kebaya putih lengkap dengan mahkota. Senyum Jumain mengembang singkat saat bertatap muka dengan calon istrinya. Keduanya duduk berhadapan dengan penghulu dari KUA Ngaliyan.

Akad nikah berlangsung lancar dengan mas kawin seperangkat alat salat dan perhiasan emas. Jumain secara lantang mengucapkan sumpah setianya di depan M Basya. Pernikahan itu disaksikan puluhan orang dari pihak kedua mempelai dan petugas lapas. Usai proses akad nikah, Ananda tampak berurai air mata.

Ya Alhamdulillah sangat senang. Bahagia rasanya karena mendapat izin menikah di lapas dari Pak Dadi (Kalapas),” kata Jumain.

Rupanya Ananda yang sudah jatuh hati, tidak mempermasalahkan status calon suaminya, Jumain, sebagai terpidana kasus perampokan. Padahal untuk bisa serumah dengan Jumain, setidaknya Ananda harus menunggu selesainya hukuman selama 2 tahun. Pernikahan keduanya ini bisa dihelat, setelah mendapatkan persetujuan dari Kepala Lapas Semarang, Dadi Mulyadi.

Kepala Seksi Bimkemas Lapas Semarang, Ari Tris Ochtia Sari, mengatakan, pernikahan di Lapas adalah hak setiap WBP selama di lapas. Prosesi dapat terlaksana, apabila lengkap syarat substantif dan administrasinya. Ia menjelaskan, persyaratan yang harus dilengkapi meliputi surat permohonan dan jaminan keluarga, surat keterangan kehendak nikah dari kelurahan setempat dan dari KUA.

“Acara pernikahan dilaksanakan dengan persetujuan kalapas, berdasarkan hasil keputusan Kalapas Semarang atas permohonan pernikahan dari keluarga mempelai,” kata wanita yang akrab disapa Okta ini kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (7/6). (*/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

FEB UMM Jalin Kerja Sama dengan Pemkab

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID - Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UM Magelang menyelenggarakan kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bidang penelitian dan pengabdian pada masyarakat dengan...

Pengemudi Go-Car Mogok 3 Hari

SALATIGA – Puluhan pengemudi angkutan umum online mitra Gojek yakni Go-car mogok jalan, Rabu (29/11). Aksi ini dilakukan lantaran mereka keberatan dengan aturan baru...

Tingkattkan Ketrampilan, Warga Petungkriyono Membatik

KAJEN–Puluhan warga beberapa desa di Kecamatan Petungkriyono, mengikuti pelatihan membatik dengan motif atau corak lokal, khas Petungkriyono yang mengedepankan flora dan fauna, di Kantor...

Terseret 50 Meter Sebelum Terlindas

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Peristiwa tabrak lari terjadi di Jalan Arteri Kaliwungu, tepatnya di wilayah Desa Mororejo, sebelum jembatan. Seorang pemotor tewas setelah masuk ke kolong truk...

Ajak Masyarakat Melek Hukum

SEMARANG – Kasus korupsi E KTP yang menyebut keterlibatan nama-nama besar seperti Gubernur Jateng Ganjar Pranowo harus disikapi dengan bijaksana. Karena ini berkaitan dengan...

Dua Drum Ciu Disita

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Satuan Sabhara Polres Wonosobo menggelar razia di beberapa lokasi yang dicurigai menjual minuman keras, Rabu (18/7) dini hari. Hasilnya, dari sebuah...