Sidak, Tak Ditemukan Parsel Kedaluwarsa

  • Bagikan
AMAN : Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina membuka parsel yang telah terbungkus rapi secara acak. Dia tidak menemukan makanan maupun minuman kedaluwarsa yang dijual Trio Plaza Magelang, kemarin. (IST)
AMAN : Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina membuka parsel yang telah terbungkus rapi secara acak. Dia tidak menemukan makanan maupun minuman kedaluwarsa yang dijual Trio Plaza Magelang, kemarin. (IST)

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Wakil Wali Kota Magelang, Windarti Agustina dan jajaran Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) Kota Magelang tidak menemukan produk makanan minuman kedaluwarsa dalam parsel Lebaran saat inspeksi mendadak (sidak) di toko modern. Kendati demikian, masyarakat juga tetap diimbau untuk teliti sebelum membeli.

“Kami memastikan agar jangan sampai ada produk yang kedaluwarsa beredar di Kota Magelang. Ini juga untuk perlindungan konsumen,” kata Windarti, di sela sidak persiapan Lebaran, kemarin.

Selain pengawasan kualitas pangan di Kota Magelang, ia mengunjungi agen LPG 3 kilogram. Kemudian meninjau kesiapan Terminal Soekarno Hatta (Terminal Tidar) Kota Magelang dalam menyambut pemudik maupun arus balik Lebaran mendatang. Kemudian, pantauan ke perusahaan otobus (PO) untuk melihat kelaikan armada pengangkut penumpang.

“Di terminal ada pos kesehatannya. Sehingga pengemudi sebelum melakukan perjalanan jauh bisa mengecek kondisi fisik (tubuh, Red),” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Magelang, Fatma Murtiningsih menambahkan, di pos kesehatan gratis tersebut melayani pemeriksaan tensi, gula darah, kolesterol, alkohol, narkoba dan buta warna. Pelayanan ini, kata Fatma, difokuskan pada pengemudi bus yang masuk ke terminal. Tujuan untuk memastikan kondisi kesehatan fisik.

“Pemeriksaan ini juga upaya mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan kondisi kesehatan sopir yang kurang baik,” tandasnya.

Sementara itu, dalam pantauan parsel, rombongan Pemkot Magelang memilih sidak ke Trio Plaza. Kepala Operasional Trio Plaza Magelang, Nur Hidayat mengaku tidak keberatan dengan kunjungan tersebut. Ia juga mengaku jika permintaan parsel mulai ramai sejak awal puasa. Hingga kini mencapai lebih dari 500 parsel terpesan.

“Pemesannya dari perorangan ada, dari perusahaan juga ada. Kami menyediakan dua jenis parsel isi makanan dan minuman, atau isi pecah belah,” tambahnya. (put/lis)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *