Beranda Berita Semarang Tarif Tol dalam Kota Semarang Jadi Rp 5 Ribu

Tarif Tol dalam Kota Semarang Jadi Rp 5 Ribu

Berlakukan Tarif Merata, Hanya Sekali Transaksi

Others

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Sesuai Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), mulai Sabtu (9/6) besok, jalan tol dalam Kota Semarang diberlakukan tarif merata. Artinya, pengguna jalan tol hanya membayar satu kali saja di gerbang masuk. Tarifnya pun sama meski keluar di exit tol mana pun, baik di Jatingaleh, Banyumanik, Muktiharjo, Krapyak maupun Gayamsari. Yakni, Rp 5 ribu untuk kendaraan golongan I, Rp 7,5 ribu golongan II dan III, serta Rp 10 ribu golongan IV dan V.

General Manager Jasa Marga Semarang, Johanes Mancelly, menjelaskan, angka tersebut didapat dari tarif jarak tempuh traffic rata-rata pengguna jalan tol.

“Di semua ruas jalan tol, ketemu rata-rata 11,96 kilometer. Per kilometernya kan Rp 406. Kalau dikalikan 11,96 tadi, ketemu Rp 4.866. Nah, karena sistem pembulatan per Rp 500, jadi dibulatkan menjadi Rp 5 ribu,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (7/6).

Jika pengendara ingin menuju Solo lewat Krapyak, sekarang hanya melewati gerbang tol tiga kali saja. Pertama di gerbang tol Manyaran. Kedua di Banyumanik untuk check in tol untuk nantinya dibayar di exit tol. “Jadi, gerbang tol Tembalang dilewati. Yang Banyumanik itu kan memang sudah beda sistem,” bebernya.

Corporate Secretary Jasa Marga, Agus Setyawan, menambahkan, tarif merata ini bakal mengurangi kemacetan di gerbang tol secara drastis. Terutama di gerbang tol Tembalang yang selama ini selalu mengular.

Sistem ini merupakan upaya Jasa Marga untuk memanjakan pengguna tol. Pasalnya, jika dipaksa selalu berhenti di gerbang tol, waktu tempuh mereka akan banyak tersita. “Harus mengerem, gas lagi sedikit, rem lagi. Ini juga bisa boros bensin,” terangnya.

Dia bercerita, ketika menentukan tarif merata dengan lembaga perlindungan konsumen dan akademisi, sempat alot. Pasalnya, jika tarif aslinya Rp 4.866, kenapa tidak dibulatkan per Rp 100 jadi Rp 4.900 saja.

“Memang sebenarnya bisa dibulatkan per Rp 100. Tapi karena kami masih memberlakukan sistem gardu tol manual, jadi dibulatkannya per Rp 500. Karena agar petugas gardu tidak perlu memberikan banyak uang receh sebagai kembalian. Sekarang, memang semua sudah menggunakan e-money atau e-toll yang tidak butuh kembalian. Artinya, tarif berapa pun bisa digunakan,” paparnya. (amh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

12,293FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Huawei HSBC

Tanpa Angpao

Naik Lagi

Related News

Huawei HSBC

Tanpa Angpao

Naik Lagi

Penantian D-dimer