33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

WhatsApp dan Kesalehan Virtual

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM – SAAT ini WhatsApp merupakan salah satu kecanggihan piranti sosial kebebasan yang paling diminati masyarakat. Sebagai ruang digital (cyber space), ia menjadi pergeseran identitas, komunitas virtual dan kekagetan kultural (culture shock). Namun, fakta ini tidak diimbangi dengan kecakapan sosial (social skill) dan kesalehan virtual. Kalau dunia sosial, orang cukup menjadi saleh dengan berbuat baik kepada tetangga dekat rumah. Di dunia digital, spektrum kesalehan virtual lebih luas dan memiliki tantangan dua dimensi, yakni dimensi sosial sekaligus virtual.

Ada beberapa prinsip dasar kesalehan virtual. Pertama, keterbukaan dan kejujuran. Keterbukaan virtual menyaratkan adanya (1) kejujuran sikap, yang tercermin dalam status, catatan dan respon. Dalam dunia nyata, kita bisa menilai sikap seseorang dari bagaimana ia bersikap. Sementara dalam dunia virtual, yang lebih dominan menentukan sikap seseorang adalah bagaimana ia menyatakan pendapat dan merespon. Status adalah ekspresi verbal. Emotikon merupakan ekspresi visualnya. Selain kejujuran sikap, keterbukaan virtual menekankan (2) kejujuran maksud. Kebermaksudan bisa dipahami dari pemilihan diksi bahasa yang digunakan. Kejujuran maksud tidak menuntut balasa, tanpa pamrih. Namun, kebermaksudan menyisakan harapan-harapan dan citra yang hendak dibangun.

Kedua, validitas data. Informasi atau berita selalu punya dua sisi: benar dan salah. Maka, validasi informasi menjadi penting. Dalam Islam, kita mengenal istilah “tabayyun”, mengkonfirmasi informasi apakah benar atau salah, apakah sesuai dengan fakta atau fiksi? Menunda untuk tidak berbagi informasi menjadi bagian penting agar tidak terjebak pada penyebaran berita palsu dan fiktif. Salah satu unsur berita fiktif adalah informasi yang disajikan tidak memenuhi unsur pemberitaan (4W-1H); profokatif dan manipulatif.

Produksi informasi berlimpah. Namun, kecakapan memvalidasi informasi lebih penting dari sekedar membaca dan membagikannya. Membagikan informasi yang belum jelas kebenarannya sama saja membagikan informasi palsu. Tingkat ketersebaran informasi di dunia digital lebih cepat. Kesalehan dalam mengelola informasi dan data menjadi dari bagian keimanan, karena ia tidak tergesa-gesa berbagi dan memvalidasi data yang diterima sampai data tervalidasi dan terkonfirmasi kebenarannya.

Ketiga, tepa selira. Kita perlu juga mempertimbangkan perasaan anggota grup. Ada beragam orang dengan karakter beragam. Kebenaran tidak lantas paripurna ketika pendapat pribadi diunggulkan dan melukai pihak lain. Kelapangan hati menjadi kunci untuk menerima pandangan lain yang berbeda, pilihan yang beda haluan, keputusan yang tidak berpihak. Kebebasan berpendapat memiliki batasan berupa penghargaan atas pihak di luar kita. Dunia digital masih parsial, separuh digital, setengahnya nyata. Apa yang terjadi di dunia digital memiliki dampak pada dunia nyata. Ia sekarang seperti cermin ruang nyata dalam ruang digital.

Keempat, keterhubungan kesalehan virtual dengan sosial. Segala bentuk simpati dan empati dalam ruang digital tidak lantas menggugurkan hak dan tanggung jawab sosial kita. Bela sungkawa tidak cukup dengan ucapan bela sungkawa di group tanpa takziyah. Permohonan maaf belum purna jika semata-mata disampaikan lewat gawai, dan lain sebagainya. (*)

Dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora, UIN Walisongo Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

137 Calon Paswascam Lolos Seleksi

UNGARAN – Sebanyak 137 calon anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) se Kabupaten Semarang dinyatakan lulus seleksi tes tertulis. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua...

Mayat Bayi Ditemukan dalam Tas

RADARSEMARANG.COM, DEMAK-Sesosok bayi mungil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal di tepi makam Desa Bandungrejo, Kecamatan Mranggen. Jasad bayi laki laki yang ada dalam tas...

Arto Moro Santuni Panti Asuhan Cacat Ganda

SEMARANG—Menjelang Lebaran, jajaran direksi dan manajemen BPR Arto Moro Semarang, akhir pekan lalu, menyantuni penghuni Panti Asuhan Cacat Ganda Al-Rifdah yang berlokasi di Jalan...

Tersedia 3.776 Lowongan

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Sekitar 3.776 lowongan pekerjaan dari 147 jenis jabatan diperebutkan para pencari kerja yang menyambangi acara Job Fair Kota Magelang di Gedung...

33 Satuan di Akmil Jalani Tes Darah HIV

MAGELANG—Semua organik Akademi Militer (Akmil) Magelang—baik militer maupun pegawai negeri sipil (PNS)—menjalani pemeriksaan darah dan tes HIV, Selasa (22/8) lalu. Kegiatan tersebut sebagai upaya...

Terkendala Biaya dan Data Keuangan Internal

SEMARANG – Potensi perusahaan di Jawa Tengah untuk menjadi emiten dinilai cukup besar. Namun hingga saat ini baru empat perusahaan yang sudah melakukan Initial...