Terbangkan Balon Udara Bahayakan Penerbangan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Masyarakat diminta tidak menerbangkan balon udara pada saat tradisi Syawalan pasca-Lebaran tahun ini. Tradisi menerbangkan balon, harus mengikuti aturan yang ada. Yakni, ditambatkan. Artinya, tidak boleh dilepas begitu saja. Jika hal itu dilanggar, maka pelaku bisa dijerat pasal tindak pidana.

Hal itu sebagaimana diatur pada UU Nomor 1 Tahun 2009. Berbunyi: barang siapa yang melepas pesawat udara, termasuk balon udara, yang membahayakan pesawat lain, yang membahayakan penumpang, yang membahayakan masyarakat, diancam pidana 2 tahun penjara plus denda Rp 500 juta.

Perusahaan Umum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Perum LPPNPI) atau AirNav Indonesia telah mengelurkan larangan pelepasan balon udara sejak 2015 silam. Selain membahayakan jalur penerbangan, jatuhnya balon udara juga dapat menyebabkan kebakaran dan korsleting listrik.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan juga telah menghimbau masyarakat untuk memperhatikan aspek keselamatan penerbangan saat melepaskan balon udara. Balon udara yang dilepaskan ke angkasa, bisa membahayakan keselamatan penerbangan. Di Jawa Tengah, selama ini wilayah yang masyarakatnya memiliki tradisi menerbangkan balon udara adalah Wonosobo dan Pekalongan.

Anggota Komisi B DPRD Jateng, Didiek Herdiana, menjelaskan, langit Wonosobo merupakan jalur lalu lintas penerbangan pesawat komersial internasional. Artinya, bisa dipastikan pesawat yang melintas, merupakan pesawat besar. Maka, jika balon udara raksasa yang diterbangkan menjadi penyebab gangguan lalu lintas penerbangan, sudah pasti jadi masalah besar.

Meski begitu, Didiek mengakui, tradisi syawalan merupakan potensi pariwisata yang besar. Bahkan, tidak bisa ditemui di daerah lain. “Tapi kalau risikonya lebih besar, sebaiknya dihilangkan saja. Cari tradisi lain yang tidak merugikan pihak lain. Toh kalau soal potensi pariwisata, di Wonosobo dan Pekalongan masih banyak yang bisa digali,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang, Selasa (5/6) lalu.

Sekretaris Perusahaan AirNav Indonesia, Didiet K.S Radityo, saat hadir di Wonosobo tahun lalu dalam rangka sosialisasi bahaya pelepasan balon udara bagi penerbangan menyampaikan, Wonosobo dan beberapa kota di Jawa tengah, terdapat tradisi menerbangkan balon udara tradisional pada masa Lebaran. Bahan utama balon udara tersebut berasal dari bahan-bahan seadanya seperti kertas minyak yang biasa dipakai untuk pembungkus penganan, benang dan lem tepung kanji sebagai perekat.

Ukuran balon sangat besar, bisa mencapai tinggi 20 meter dan lebar 8 meter. Balon diterbangkan dengan cara pembakaran kayu dan jerami pada cerobong kecil yang disebut ‘garangan’.

Didiet menegaskan, pelepasan balon udara tradisional membahayakan keselamatan penerbangan. Sebab, balon dapat terbang bebas tanpa terkendali. Bahkan bisa mencapai radius 100NM lebih dari titik pelepasan, dengan ketinggian di atas 24 ribu kaki di atas permukaan laut.

Masih menurut Didiet, di wilayah  Wonosobo, Cilacap, Kebumen, Purworejo, banyak sekali balon yang meluncur ke atas hingga ketinggian 28 ribu kaki. “Jadi, itu berada di ketinggian penerbangan jet,” kata Didiet. Beberapa balon bahkan pecah di udara ketika  sudah berada di ketinggian yang sama dengan rute penerbangan.

Didiet menjelaskan, posisi geografis Kota Wonosobo tepat berada pada jalur udara (airways) W45 dan 17N pada Jakarta FIR. Ini merupakan jalur atau rute penerbangan yang cukup padat dilalui oleh pesawat untuk penerbangan domestik dan internasional.

“Jika kita tarik garis dari Australia yang ke arah Tiongkok, pasti lewat daerah itu. Karena itu, banyaknya balon udara di atas area tersebut sangat berbahaya,” jelas Didiet. Banyak pilot yang terbang di di Airways W45 dan 17N melaporkan kepada AirNav Indonesia saat terbang melihat balon udara tersebut terbang cukup dekat dengan posisi pesawat udara.

Dikatakan,  balon udara tanpa awak membahayakan keselamatan penerbangan. Sebab dapat bertabrakan dengan pesawat udara. Bila hal itu terjadi akan berakibat terganggunya fungsi primary flight control surfaces, ailerons, elevator and rudder pada pesawat.

Pelepasan balon tanpa izin ini, beber  Didiet, mendapat ancaman pidana. Dalam Undang-Undang Penerbangan Nomor 1 Tahun 2009 pasal 421 ayat (2) menyatakan: setiap orang membuat halangan (obstacle), dan atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 210 dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 tahun dan atau denda paling banyak Rp 1 miliar.

Sedangkan pasal 210 menyatakan: setiap orang dilarang berada di daerah tertentu di bandar udara, membuat halangan (obstacle), dan atau melakukan kegiatan lain di kawasan keselamatan operasi penerbangan yang dapat membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan, kecuali memperoleh izin dari otoritas bandar udara.

Untuk itu, lanjut Didiet, AirNav Indonesia terus mengingatkan masyarakat untuk tidak melepas balon, karena akan mengganggu penerbangan. Setiap tahun, AirNav melakukan sosialisasi dengan pemerintah daerah setempat, kepolisian, TNI, tokoh masyarakat serta LSM mengenai bahaya balon udara bagi penerbangan. “Tahun ini, kami menggelar festival balon udara dengan cara ditambatkan di Wonosobo dan Pekalongan. Di Wonosobo akan digelar pada Selasa, 19 Juni 2018, skalanya nasional. Tempatnya di lapangan GeoDipa, jalan raya Banjarnegara-Wonosobo.”

Festival balon udara bertitel Java Balloon Festival 2018  Wonosobo wujud AirNav Indonesia menghargai tradisi masyarakat yang sangat beragam, namun harus dilakukan sesuai dengan pola dan tatacara. Sehingga tidak membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.

Diperoleh keterangan, aturan penggunaan balon udara terdapat dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 09 Tahun 2009 tentang CASR Part 101 yang mengatur mengenai moored baloons, kites, unmanned rockets and unmanned free baalonns.

Pada aturan ini, ada kategori balon yang tertambat (moored baloons) dan balon tanpa awak (unmenned free balaloons). Secara umum, dalam aturan tersebut, untuk pengoperasian moored baloons, lebih dari 150 kaki di atas permukaan bumi, 24 jam sebelum beroperasi, harus memberikan informasi kepada Ditjen Perhubungan Udara dan unit ATS terdekat.

Balon udara tradisional yang diterbangkan di Jawa Tengah dapat dikategorikan unmenned free balaloons, sebab tanpa awak. Untuk pengaturan unmenned free balaloons secara umum menyatakan bahwa seseorang dilarang mengoperasikan unmenned free balaloons kecuali mendapat hak dari ATC, di bawah 2 ribu kaki di atas permukaan bumi yang berada di dalam batas sisi ruang udara kelas B, Kelas C kelas D, atau kelas E di sekitar bandar udara. (*/isk)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -