33 C
Semarang
Rabu, 12 Agustus 2020

Program Stop BABS Temui Kendala

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Upaya Pemkab Semarang mendorong warganya menuju capaian nol persen Open Defecation Free (ODF) atau terbebas dari BABS (Buang Air Besar Sembarangan) menemui sejumlah kendala terutama di sekitar danau Rawapening.

Meski demikian, Pemkab Semarang menargetkan tahun ini seluruh desa kelurahan di Kabupaten Semarang bisa bebas dari BABS. Bupati Semarang Mundjirin mengatakan sejumlah desa di sekitar danau Rawapening masih kesulitan dalam membuat jamban atau toilet.

Sehingga masih ada sebagian warga yang melakukan BABS di sungai karena warga kesulitan dalam membuat septic tank. “Daerah di sekitar Rawapening yang lebih rendah, septic tank akan cepat berubah menjadi sumur dan cepat penuh oleh air,” kata Mundjirin, kemarin.

Ia juga mencontohkan di Desa Ngrapah Banyubiru yang juga tidak bisa membangun septic tank, karena kotoran selalu keluar dari lubang yang digali tersebut. “Kita sedang pikirkan bagaimana konstruksinya yang sesuai,” katanya.

Pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Semarang ada program yang dikenal dengan istilah seratus kosong seratus.

Melalui program tersebut, dikehendaki seluruh masyarakat memiliki akses air bersih 100 persen, nol kawasan kumuh dan 100 persen sanitasi atau bebas buang air besar sembarangan pada tahun 2019. “Kita sekarang lagi memprogramkan bagaimana seratus nol seratus ini berhasil,” katanya.

Di 2018 ini Pemkab Semarang akan membangun fasilitas Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) senilai Rp 3,5 miliar.“Ini bentuk komitmen pemkab untuk memperluas akses air bersih bagi masyarakat luas,” tuturnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang tercatat masih ada 7.391 kepala keluarga (KK) di Kabupaten Semarang yang masih melakukan BABS. Dinkes menggandeng pengusaha dan organisasi profesi kesehatan untuk membantu mempercepat capaian open defecation free (ODF) atau bebas dari BABS pada akhir 2018. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Ani Rahardjo mengungkapkan kumlah KK yang telah mengakses jamban sehat permanen ada 225.472 KK.

“Pengguna jamban semi permanen 41.664 KK, dan masih ada 7.391 KK yang melakukan BABS. Khusus di wilayah 27 kelurahan, dari sekitar 61.000 KK masih ada 2.000 KK yang melakukan BABS,” katanya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Bakal Garap Potensi Curug Gasu

JAMBU – Desa Kebodalem memiliki potensi wisata alam berupa curug yang masih perawan. Oleh pemerintah Desa, potensi ini akan diolah menjadi Desa wisata demi...

Setiap Orang Memiliki Kesempatan Yang Sama Untuk Memimpin

RADARSEMARANG.COM - Lumrah jika di banyak perusahaan, untuk jabatan tertentu, khususnya level direksi, dipegang oleh profesional dari luar perusahaan. Bukan orang-orang yang sejak awal...

Bupati Dorong Pengembangan EBT

DEMAK-Bupati Demak, M Natsir mengaku apresiatif dan antusias dengan perkembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) di Kabupaten Demak. Terkait beroperasinya 9 titik reaktor biogas yang...

Selewengkan Bansos Rp 13,45 M

SEMARANG - Oknum Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah menjadi tersangka dugaan korupsi penyelewengan bantuan sosial (bansos) pekerjaan pengadaan benih tebu pola II tahap II...

Tertantang Jadi Anggota Satpol PP

AYUK Tri Yuningrum tak menyangka bisa diterima bekerja sebagai anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Jawa Tengah. Ia bergabung Satpol PP pada...

Perahu Wisata Mogok di Tengah Laut, Penumpang Panik

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN-Momen libur Hari Raya Idul Fitri, banyak digunakan warga masyarakat untuk berkumpul dengan sanak famili. Berwisata juga menjadi pilihan. Salah satunya di Pantai...