FASILITAS MEWAH: Hari pertama pengoperasian terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, kemarin. Rencananya, bandara terapung pertama di Indonesia ini akan diresmikan Presiden Jokowi, Kamis (7/6) ini. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
FASILITAS MEWAH: Hari pertama pengoperasian terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani, kemarin. Rencananya, bandara terapung pertama di Indonesia ini akan diresmikan Presiden Jokowi, Kamis (7/6) ini. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Terminal baru Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang mulai beroperasi Rabu (6/6) pagi kemarin. Bandara dibuka pukul 04.07. Karena baru perdana, di lokasi bandara baru tampak sejumlah penumpang kebingungan dengan titik-titik lokasi di bandara. Kepada para penumpang yang kebingungan ini, para petugas dibantu duta bandara dengan ramah menerangkan kepada para penumpang.

Selain itu, sejumlah penumpang lainnya tampak kagum dengan desain bandara baru ini. Sejumlah taman dan kolam serta desain bandara seakan tidak bisa menghindar dari bidikan kamera ponsel penumpang untuk berselfie mengabadikan momen.

Menuju pintu pemberangkatan, penumpang memang harus berjalan cukup jauh dan memutar. Penumpang juga harus melewati salah satu titik dengan jalan yang cukup menanjak. Meskipun demikian, telah disediakan eskalator bagi para lansia.

PTS General Manager AP I Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Indah Preastuty, menjelaskan, di awal pengoperasian bandara, baru ada sekitar 130 penerbangan. Dijelaskan, bandara baru Ahmad Yani melakukan penerbangan pertama sekitar pukul 06.00, yakni penerbangan Garuda GA231 menuju Jakarta.

“Sementara penumpang datang pertama penumpang Citilink dari Jakarta. Kita berikan apresiasi dengan memberikan ucapan selamat datang dan pengalungan bunga kepada mereka di bandara baru,” ujarnya.

Dikatakan, hingga dilakukan penerbangan, semuanya berjalan dengan baik. Hanya saja masih ada penumpang yang menuju ke terminal lama, karena tidak mengetahui pengoperasionalan bandara baru.  “Memang masih ada sejumlah penumpang kesasar ke bandara lama, tapi kita sudah siapkan kalau ke sana langsung diputarkan ke bandara baru,” jelasnya.

Dijelaskan, membantu penumpang yang tersesat di bandara lama, pihak AP I telah menyediakan personil serta shuttle bus untuk mengangkut penumpang yang masih tersasar. AP I, imbuhnya, juga telah berkoordinasi dengan maskapai penerbangan untuk mengirimkan SMS blast kepada calon penumpangnya selain publikasi melalui sejumlah media.

Mengenai penumpang, diceritakan pula bahwa ada juga calon penumpang yang survei pada malam harinya untuk memastikan bahwa dirinya benar-benar mengetahui lokasi bandara baru ini. Pengoperasian bandara ini juga disiapkan untuk mendukung aktivitas mudik lebaran 2018. Sejumlah persiapan dilakukan demi kenyamanan pemudik, termasuk segala fasilitas dan pemenuhan kebutuhan makan dan minum pemudik. Semua telah dipersiapkan.

“Untuk posko lebaran kita prinsipnya seratus persen siap, karena posko lebaran adalah rutin tahunan yang harus kita jalani. Kita melibatkan banyak unsur seperti Polri, Basarnas, stakeholder, airlines, kesehatan, dan lainnya di mana kita bersama-sama menjaga keamanan angkutan lebaran,” jelas Indah.

Dengan dioperasikannya bandara baru, praktis bandara lama sudah tidak dipergunakan lagi. Rencananya, sore ini bandara baru ini akan diresmikan oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi).

Arif Diki, 40, penumpang pertama yang datang ke bandara baru sempat kaget, karena oleh pihak bandara dirinya diberikan kalung bunga ucapan selamat datang. Ia mengaku tidak tahu kalau pendaratannya hari itu dilakukan di bandara baru Ahmad Yani. “Karena baru bangun tidur ngantuk agak bingung ada acara apa,” ujar pria asal Surabaya ini.

Arif mengaku sudah pernah datang ke bandara Ahmad Yani, namun ketika masih di terminal lama. Mengenai perubahan ini, ia menilai bandara baru Ahmad Yani Semarang menjadi lebih modern, luas dan bersih. “Sudah lebih modern seperti bandara yang saya lihat di sejumlah daerah. Fasilitasnya juga lebih baik,” ujar Arif yang tiba di bandara baru Ahmad Yani untuk transit kemudian lanjut ke Surabaya.(sga/hid/aro)