33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Minta Kejelasan Sertifikat Tanah Undip

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Polemik penggusuran yang menimpa rumah 4 kepala keluarga (KK), warga Jurang Belimbing RT 3, RW 4, Tembalang, Semarang, yang berbatasan langsung dengan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mulai mendapat titik temu. Saat ini, perkaranya didampingi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) Jawa Tengah.

“Kami berharap kasus ini segera diselesaikan kedua belah pihak, agar tidak berlarut-larut. Kami berharap ada sisi kemanusiannya, karena klien kami juga warga negara Indonesia yang harus diperhatikan,” kata Direktur LBH Ikadin Jateng, Herry Darman didampingi sejumlah pengurusnya, usai melaksanakan audiensi dengan tim hukum Undip Semarang, Selasa (5/6).

Atas polemik tersebut, pihaknya masih menunggu balasan pihak Undip, agar bisa mendiskusikan sertifikat yang diklaim dimiliki Undip tersebut. Namin pihaknya lebih mengutamakan penyelesaian mediasi terlebih dahulu. Herry menyebutkan, di lembaganya memiliki beragam tokoh seperti, Brigjen Pol (Purn) Hendrawan selaku dewan pengawas, Prof Mahmutarom sebagai dewan pakar, kemudian dewan pemikir ada Prof Noor Ahmad dan Imam Suroso, keduanya anggota DPR RI.

Selain itu, ada pembina Sutan M Rofyan dan HM Rangkei Margana selaku pelindung, Wakil Direktur Hermansyah Bakri, Sekretaris M Muthohar dan banyak lagi. Dengan begitu perdamaian diyakininya akan tercapai.

Menanggapi audiensi yang berlangsung Bidang Hukum pada Undip Semarang, Sukinta, mengaku penggusuran sebelumnya diserahkan ke Pemkot Semarang dalam hal ini, Satpol PP Kota Semarang. Karena tanah di lokasi bangunan tersebut sudah bersertifikat atas nama Undip.

“Secara hukum, kami menganggap yang bersangkutan tinggal di lokasi tanah tersebut tidak sah, karena kami ada sertifikatnya. Namun demikian, sebelumnya kami sudah melihat sisi kemanusiaan, kami telah menawarkan untuk dipindahkan ke rusunawa, los pasar dan modal,” kata Sukinta selama audiensi berlangsung.

Sebelumnya, 14 Mei 2018 lalu rumah dan warung yang terletak di Jurang Belimbing RT 3, RW 4, Tembalang, Semarang, dirobohkan oleh petugas Satpol PP Kota Semarang. Adapun rumah yang digusur tersebut dihuni oleh 4 KK di antaranya, Rusdi Wasito, Rakisah, Hariyanto, Hariyanti, Susilo, Joko Sutopo, Nanang Agus Setiawan dan dua bocah TK dan SD bernama Bilqis Hidayatus Solihah dan Tiya Setianingsih. (jks/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

6 Bulan Dinilai Masih Kurang

SEMARANG - Nelayan di Jateng belum cukup lega dengan keputusan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Jateng yang memperpanjang masa berlaku penggunaan alat tangkap cantrang...

Pemkot Kerepotan Pindah PKL Barito

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Pembongkaran kios Pedagang Kaki Lima (PKL) dan hunian liar di tiga kelurahan di sepanjang Jalan Barito terus berlarut-larut. Saat ini, masih...

Kapolresta Ikut Menari di Lomba Tari Tradisional 

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Sebanyak 15 tim peserta meramaikan lomba tari tradisional yang digelar oleh Polres Magelang Kota, Minggu (8/7) kemarin. Kapolres Magelang Kota AKBP Kristanto...

Underpass Macet, Gombel Baru Searah Lagi

SEMARANG-Baru beberapa hari diujicoba, underpass Jatingaleh ternyata masih menimbulkan kemacetan. Hal itu membuat Forum Lalu Lintas Kota Semarang yang merupakan gabungan dari Dinas Perhubungan (Dishub),...

Wabub Apresiasi Perjuangan Guru SLB

RADARSEMARANG.COM, BATANG - Walaupun memiliki kekurangan, ternyata anak-anak penyandang disabilitas di Sekolah Luar Biasa (SLB) memiliki kemampuan yang tidak kalah dengan anak lainnya. Bahkan...

Terapkan Sistem ID Billing Payment Online System

DEMAK--Pemkab Demak melalui Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) membuat terobosan baru. Yakni, penerapan sistem ID Billing Payment Online System. Sistem pembayaran...