33 C
Semarang
Kamis, 6 Agustus 2020

Gelar Aksi Diam, Nginap di Depan Pintu Rektorat

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tidak puas lantaran belum ditemui Rektor Prof Dr Fathur Rokhman MHum, puluhan mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) memilih bertahan. Mereka enggan beranjak dari halaman rektorat hingga Selasa (5/6) pagi.

Ada sekitar 30 mahasiswa yang memilih menggelar tikar dan tidur di depan gedung rektorat sejak aksi demo menolak uang pangkal, Senin (4/6) siang. Mereka menginap dengan menggelar kegiatan seperti sholawatan, panggung bebas berisi akustik, puisi, teatrikal dan sejumlah kegiatan bersama untuk menyampaikan keresahan mereka atas adanya uang pangkal.

”Kita ekspresikan melalui seni, namun tetap pada tuntutan kami agar uang pangkal dihapuskan,” tegas Bintang Indrawangsa S, koordinator aksi.

Bintang menegaskan, aksi lanjutan di malam hari merupakan bentuk komitmen para mahasiswa untuk memperjuangkan angkatan selanjutnya agar terbebas dari uang pangkal.

”Biar kampus juga tahu kalau kami memang benar-benar memperjuangkan hal ini,” ujarnya sembari menceritakan mengenai sahur, ada anggota yang mobile untuk membeli sahur.

Hingga malam hari, para mahasiswa juga belum juga ditemui ”bapak” mereka. Baru pada siangnya, Kepala UPT Humas Hendi Pratama dan staf rektor bidang  kemahasiswaan menemui, dan hanya mengingatkan jam kerja. ”Mereka tidak mendengarkan sedikitpun apa yang menjadi tuntutan kami,” katanya.

Hingga pada Selasa, para mahasiswa memutuskan menyampaikan tuntutan mereka melalui aksi diam. Aksi ini dilakukan karena mahasiswa menilai pihak kampus tidak ada itikad baik untuk mendengarkan tuntutan mereka.

Dalam aksi diamnya, mereka mengaku sempat didatangi pihak rektorat, yang menanyakan beberapa hal. Karena memang sedang melakukan aksi diam, tidak ada satupun keterangan yang diberikan mahasiswa kepada pihak rektorat.

Dikonfirmasi mengenai adanya pengusiran, Bintang belum dapat memastikan. Dikatakan olehnya, memang ada dua versi yang muncul, yakni dari kalangan mahasiswa di media sosial dan versi rektorat. Dari informasi yang beredar, ada mahasiswa yang digotong oleh petugas keamanan kampus untuk dipindahkan. ”Sementara menurut pihak rektorat,  mereka mempertimbangkan keamanan. Karena sedang puasa, jadi dipindahkan di tempat yang lebih aman,” ujarnya.

Kepala UPT Humas Unnes, Hendi Pratama, mengatakan, saat melakukan aksi diam pukul 06.00-8.00 pagi, pimpinan dan staf Unnes sempat menyapa para peserta aksi. Karena lokasi aksi diam mahasiswa mulai panas, pimpinan mengkhawatirkan para mahasiswa terkena dehidrasi.

”Sebab peserta menolak untuk pindah. Oleh karena itu, staf berinisiatif memindahkan peserta ke tempat yang lebih teduh. Penanganan ini merupakan bentuk kepedulian pimpinan kepada kesehatan mahasiswa,” ujar Hendi saat dikonfirmasi koran ini. (sga/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Khawatir Jadi Gedung Serbaguna yang Tak Berguna

RADARSEMARANG.COM - Kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Jalan Sriwijaya Semarang bakal dirombak total. Master plan dan Detail Engineering Design (DED) pusat budaya dan...

Jelang Lebaran, Toko Emas Diserbu Pembeli

RADARSEMARANG.COM, KAJEN - Menjelang lebaran, sejumlah toko emas dan bank di wilayah Kabupaten Pekalongan diserbu pembeli dan nasabah, oleh karena itu mulai Senin (11/6)...

Go-Jek Caplok 20 Persen Saham Blue Bird, Hoax!

JawaPos.com - Beredar kabar saham PT Blue Bird Tbk (BIRD) diakuisisi oleh perusahaan startup berbasis digital Go-Jek sebanyak 20 persen. ...

Mantan Dewan Laporkan Oknum Polisi

SALATIGA- Mantan anggota DPRD Kabupaten Semarang Wening Tyas Adi Nartani melaporkan Brigadir Hr ke Propam Polda Jateng. Perempuan warga Dusun Koripan Desa Koripan RT...

Bupati Sowan ke Lembaga Adat Kadilangu

DEMAK-Bupati Demak HM Natsir dan Wabup Joko Sutanto kemarin petang mengunjungi Ndalem Sasono Agung Pendopo Kadilangu di Kelurahan Kadilangu, Kecamatan Demak Kota. Kunjungan dalam...

Perbedaan Sebagai Penguat Bangsa

SEMARANG - Negara Indonesia merupakan komunitas karakter dan pengalaman sehingga terbentuk kehidupan ke-Bhinnekaan. Kemerdekaan yang diperoleh adalah karunia dari Tuhan Yang Maha Esa seperti...