33 C
Semarang
Sabtu, 11 Juli 2020

Dibayarkan APBD, Bukan APBN

THR 45 Ribu ASN Rp 185 M dan Gaji ke-13 Rp 185 M

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13 untuk aparatur sipil negara (ASN) dialiokasikan dari APBD, tidak lagi diambilkan dari APBN. Pemprov Jateng memang sudah mengalokasikan kedua bonus tersebut dari APBD.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Derah (BPKAD) Jateng, Marno menjelaskan bahwa sistem pencairan THR dan gaji ke-13 kali ini tidak ada perubahan dari tahun sebelumnya. Bahkan setelah Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo menandatangani aturan alokasi dari APBN ke APBD, Sabtu (30/5) lalu.

“Sejak 2016 lalu, ada instruksi dari Mendagri, memang sudah dianggarkan dari APBD. Tidak pernah dari APBN. Yang dari APBN itu hanya uang pensiun. Bukan THR dan gaji ke-13,” tegasnya, Selasa (5/6).

Dijelaskan, penghitungan gaji di APBD sejak awal sudah dianggarkan 14 kali. 12 untuk gaji bulanan, sisanya untuk THR dan gaji ke-13. “Itu sesuai PP Tahun 2016 dan sudah melalui rapat dengan dewan juga. Jadi tidak ada masalah,” imbuhnya.

Menurutnya, regulasi yang baru dirilis Mendagri baru-baru ini, kemungkinan hanya sebagai penegasan. Pasalnya, beberapa kabupaten/kota sudah membebankan keduanya ke dalam APBD. Yang menjadi masalah justru karena pembayaran berdasarkan Pendapatan Anggaran Daerah (PAD).

“Yang menjadi berat adalah THR menjadi tanggungan PAD masing-masing kabupaten dan kota, bukan dari Pemerintah Pusat. Kami tidak bisa memaksa, tergantung PAD, karena harus dilaporkan ke DPRD kota/kabupaten. Efeknya nanti akan menggeser atau menunda kegiatan. Karena kebutuhannya sangat banyak,” tandasnya.

Mengenai besaran THR dan gaji ke-13 untuk sekitar 45 ribu ASN Pemprov Jateng tahun ini, tidak banyak mengalami perubahan. Perhitungannya sama. Yakni berkisar di angka Rp 185 miliar untuk THR. Alokasi gaji ke-13 juga sama.

“THR dicairkan hari ini (kemarin, Red). Yang gaji ke-13 baru bulan depan. Dalam sebulan ini, ada bebreapa ASN yang pensiun. Jadi angkanya berubah sedikit. Tidak banyak,” bebernya. (amh/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Dua Ruko Terbakar, Kerugian Rp 1,5 M

PEKALONGAN - Dua bangunan rumah toko (ruko) yang difungsikan bengkel sepeda motor dan toko kelontong di Jalan Jendral Sudirman No 168 B Kelurahan Noyontaansari,...

Bentrok Antarsuporter Belasan Luka

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Kemenangan Persibat Batang atas Persiraja Banda Aceh dalam lanjutan Liga 2 di laga kedua dicederai bentrok antara pendukungnya sendiri. Dua kubu suporter...

Punya Koin Zaman VOC hingga Uang ‘Kun Fayakun’

Teguh Gunawan merupakan satu dari sekian banyak numismatis atau kolektor mata uang di Semarang. Yang menarik, dia punya varian mata uang yang cukup lengkap....

Hendi: Pintar Saja Tidak Cukup

SEMARANG- Bangsa Indonesia saat ini membutuhkan pemuda yang pintar, cerdas dan peduli terhadap bangsanya. Bukan pemuda yang hanya sekadar mengandalkan penampilan fisik saja. Hal itu...

DPD Golkar Jateng Ingin Munaslub Dipercepat

SEMARANG – DPD I Golkar Jateng mendesak agar Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) segera digelar. Hal itu harus dilakukan, agar kepercayaan masyarakat tidak pudar,...

MTs Al Uswah Siap Diklarifikasi Ombudsman

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Pihak MTs Al Uswah Kecamatan Bergas mengaku siap menghadapi klarifikasi pihak Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jateng. Menyusul pelaporan yang dilakukan oleh orangtua...