33 C
Semarang
Kamis, 28 Mei 2020

Bijak Bermedia Sosial

Another

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi,...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur...

RADARSEMARANG.COM – PERKEMBANGAN media sosial dewasa ini, melambung pesat mewarnai hampir totalitas kehidupan manusia. Tiada waktu kosong kecuali bercengkrama dengan smartphone, yang semakin hari semakin canggih teknologinya dalam berbagai macam bentuk dan versinya. Menurut We Are Social, saat ini sekitar 60 persen penduduk Indonesia (132 juta) mengakses internet menggunakan smartphone. Fakta mencengangkan ini menunjukkan betapa bermedia sosial memiliki sisi positif yang luar biasa, seperti menjalin komunikasi, selaturrahmi, pertemanan, hiburan, bisnis, bahkan urusan kemasyarakat dan politik.

Sisi lain bermedsos, selain menghabiskan waktu berjalan tidak produktif, terutama bagi yang sekedar hura-hura dan entertain, juga semaraknya berita-berita negatif, fitnah dan bohong (hoax). Alquran sesungguhnya telah menjelaskan etika menyampaikan berita dan informasi yang benar. Surat al-Hujurat ayat 6 berbunyi “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.”  Ayat tersebut mengajarkan tabayyun atau klarifikasi dalam mencari kejelasan tentang sesuatu sehingga benar dan jelas keadaan sesungguhnya, dengan cara mencari sumber terpercaya.

Maka literasi media dalam konteks ini dangatlah urgen, tidak hanya sekedar menikmati fasilitas media sosial yang sudah tersedia dan menerima secara mentah-mentah, akan tetapi harus berpikir untuk apa media sosial ini digunakan. Mengingat bahwa Islam tidak melarang penggunaan media sosial, namun harus menjaga diri agar tidak terjerumus kepada kelalaian dalam ibadah, berhati-hati dan dapat memanfaatkan waktu dengan baik. Bijak dalam penggunaan media sosial sangatlah penting, dalam pandangan Islam yaitu mengetahui batasan-batasan penggunaannya, dengan etika yang baik, didasarkan nilai kejujuran, local wisdom dan kesantunan dalam bermedia sosial.

Media sosial harus diposisikan sebagai alat berkomunikasi, menjalin dan menyambung silaturahmi dari yang dekat semakin dekat dan yang jauh akan terasa dekat pula seperti berhubungan dengan orangtua, keluarga, saudara, dan teman. Dalam hadits Rasulullah SAW dijelaskan bahwa “Barang siapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya hendaklah dia menyambung silaturahim.” (HR. Bukhari-Muslim). Dari hadits tersebut dapat diambil intisari bahwa silaturahmi memang sangatlah penting bahkan bisa mempermudah rezeki dan memperpanjang umur.

Media sosial juga dapat dijadikan sebagai alat untuk menghasilkan sebuah karya seperti konten-konten yang berisi keilmuan, dakwah dan sebagainya yang sekarang marak dipublikasikan baik itu berupa audio dan visual. Medsos juga digunakan sarana penghibur bagi penggunanya yang merasa bosan, sharing informasi, berita dan pengetahuan yang bermanfaat.

Belajar menggunakan media sosial dengan bijak dan literasi media memang harus ditekankan, agar tidak terjadi lupa waktu, lalai dalam beribadah bahkan sampai merasa seperti hidup milik sendiri. Rasulullah SAW bersabda “Kedua kaki seorang hamba tidaklah beranjak pada hari kiamat hingga ia ditanya mengenai: (1) umurnya dimanakah ia habiskan, (2) ilmunya dimanakah ia amalkan, (3) hartanya bagaimana ia peroleh, (4) di mana ia infakkan dan (5) mengenai tubuhnya dimanakah usangnya.” (HR. Tirmidzi no. 2417).

Betapa baiknya jika media sosial digunakan dengan bijak dan sesuai dengan kegunaannya, maka bertepatan dengan bulan Ramadan ini teruslah melakukan kegiatan amal baik, bermanfaat dan bijak menggunakan media sosial dengan cara menyebarkan konten-konten dakwah, mengajak kebaikan, mencegah kemungkaran, tidak menyebarkan berita-berita hoax yang belum tentu benar kebenarannya dan dapat bertabayyun terlebih dahulu. (*)

Santri Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi sering sungkan minta sangu kepada...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

More Articles Like This

Must Read

Jelang Imlek, Penjualan Naik 20 persen

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Menjelang tahun baru China (Imlek), penjualan elektronik mulai meningkat 20 persen. Peningkatan ini dikarenakan di Hari Raya Imlek banyak masyarakat Tionghoa...

Dikenal Tegas dan Teliti, Banyak Mahasiswa Segan

MENJALANI Profesi sebagai seorang dosen selama lebih dari 35 tahun tentunya memberikan banyak cerita bagi kehidupan Sri Budi Lestari. Dosen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu...

Ratusan Kios dan Los Ludes, 2 Petugas terluka

Kebakaran hebat melanda Pasar Wonokriyo Gombong, Kamis (7/9) sekitar pukul 03.30 WIB. Ratusan pedagang kehilangan kios maupun los beserta barang dagangan mereka. Api meludeskan kios-kios...

Dilema Guru dalam Program Lima Hari Sekolah

PENGERTIAN guru dalam bahasa Jawa adalah menunjuk pada seorang yang harus digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakat. Harus digugu artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya...

Periksa Gratis

PERIKSA GRATIS: Ibu Atiqoh beserta putrinya usai pemeriksaan Pap Smear di laboratorium Cito, Kota Semarang, kemarin(21/4). Di Peringatan Hari Kartini Klinik Laboratoium Cito mengadakan pemeriksaan gratis Pap Smear untuk 1500 Perempuan...

Nelayan Hadiahi Bupati Ikan Tuna 75 Kg

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Nelayan dan Persatuan Nahkoda Desa Api-api Selatan (Apsela Koreks) Kabupaten Pekalngan, memberi hadiah kepada Bupati Pekalongan Asip Kholbihi, berupa ikan tuna...