14.9 C
Munich
Sabtu, 31 Oktober 2020

Bentuk Satgas Cegah Mremo

Menarik

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

“Mremo saat Lebaran dinilai wajar jika kenaikan yang dilakukan juga wajar, antara 10-20 persen”

Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Momen Lebaran biasa dimanfaatkan para pedagang untuk mremo atau mencari keuntungan lebih dengan menaikkan harga dagangan mereka. Tak terkecuali pedagang kuliner kaki lima di kawasan Simpanglima.

Untuk mencegah mremo yang berlebihan, Dinas Perdagangan Kota Semarang akan membentuk satgas khusus untuk melakukan monitoring, sehingga harga yang ditetapkan para pedagang tidak mengalami kenaikan yang terlampau tinggi. ”Secepatnya akan kami bentuk.   Tugasnya untuk selalu melakukan monitoring,” jelas Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto.

Fajar menjelaskan, kenaikan sebesar 10-20 persen masih dinilai wajar. Hanya saja, jika kenaikan dilakukan hingga seratus persen, ini membuat bisnis kuliner di Semarang tidak akan memiliki masa depan.  ”Kami akan bentuk satgas yang terdiri dari 4 regu,” ujar Fajar.

Selain membentuk satgas, agar tidak terjadi kenaikan yang ”nuthuk” para pedagang diwajibkan untuk mencantumkan daftar harga saat Lebaran nanti. Sehingga, tidak akan ada pembeli yang merasa kecewa karena makanan yang dibelinya sesuai dengan daftar yang diberikan. ”Yang mau mremo silakan, tapi yang wajar,” pesannya.

Sementara itu Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menjelaskan, kenaikan harga yang fantastis adalah salah satu penyebab gagalnya bisnis kuliner kaki lima. Mremo saat Lebaran dinilai wajar jika kenaikan yang dilakukan juga wajar, antara 10-20 persen.

”Saya bilang dan berpesan kepada para pedagang. Ketika mereka mremo hingga 100-200 persen, mereka akan mendapatkan untung besar hanya sekali dalam setahun dan setelahnya nggak akan ada yang mau ke sana lagi,” jelasnya.

”Sehingga, naikkan yang wajar. Dan jelaskan kepada para pembeli bahwa kami naik 10-20 persen. Sehingga pembeli nggak kaget,” imbuhnya.

Dengan kenaikan harga yang sesuai, dirinya berharap bisnis kuliner yang sudah menjadi ikon Kota Semarang bisa terus berjalan. (sga/zal)

- Advertisement -

More articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Terbaru

Ivanka Lincoln

PENYAKIT ini disebut ''Trauma 2016''. Penyakit itulah yang sekarang melanda pendukung Partai Demokrat Amerika Serikat. Waktu itu jelas, semua survei mengunggulkan Hillary Clinton. Dan itu...

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan perubahan pola latihan untuk menyongsong...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...