33 C
Semarang
Rabu, 5 Agustus 2020

Waspadai Politik Uang Investor Politik

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Praktik politik uang yang dilakukan calon, melalui tim sukses maupun investor politik dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng 2018 harus diwaspadai.

Wakil Syuriah PWNU Jateng, Muhammad Adnan menjelaskan bahwa ketika calon menggunakan uang, baik itu uangnya sendiri apalagi milik orang lain yang dihamburkan untuk membeli suara, saat sudah terpilih pasti akan menjadi pemimpin yang punya kepentingan. “Malah jadi Tegas. Singkatan dari tegel dan nggragas. Karena dia harus mengembalikan uang yang sudah digunakan. Apalagi yang melibatkan korporasi, yang kita dapatkan tidak hanya tegas tapi lebih dari itu,” jelasnya, Minggu (3/6).

Dampak dari sistem keterbukaan dan kompetisi dalam demokrasi, kata Adnan, adanya kecenderungan para calon menggunakan sarana tertentu demi mendapatkan suara dari pemilih, salah satunya adalah politik uang.

Menurut Adnan, hingga saat ini fenomena golput atau golongan penerima uang tunai masih banyak ditemui di tengah-tengah masyarakat. Namun demikian, seperangkat regulasi, baik undang-undang maupun peraturan dari penyeleggara Pemilukada diharapkan bisa mencegah terjadinya politik uang.

Selain menegakkan regulasi, penyelenggara pemilu juga perlu terus-menerus mengedukasi masyarakat dan para calon yang akan maju dalam Pemilukada untuk tidak memberikan iming-iming kepada pemilih.

Sementara itu, Komisioner KPU Jateng, Diana Ariyanti mengatakan optimistis partisipasi masyarakat dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jateng 2018 akan meningkat.

Diana mengemukakan, tahapan pencoblosan yang diselenggarakan pasca Lebaran dianggap memiliki sisi positif, karena masyarakat yang boro, mayoritas pulang ke tempat asalnya, sehingga berpotensi meningkatkan partisipasi pemilih. “Bagi kami, tanggal 27 Juni sebenarnya lebih menguntungkan, mereka-meraka yang boro pada pulang. Inilah sebenarnya yang bisa meningkatkan partisipasi masyarakat,” tuturnya.

Ditanya mengenai peran, Ketua PW Fatayat NU Jateng, Tazkiyyatul Muthmainnah berharap, setelah sosialisasi ini, kader-kader Fatayat diharapkan mampu menjadi agen mensosialisasikan Pilgub Jateng yang bersih dari politik uang di daerah asal masing-masing.

“Kami mengajak seluruh kader untuk menjadi garda terdepan menciptakan Pilgub bersih dan menolak segala bentuk money politics,” kata Iin, panggilan akbrab Muthmainnah. (amh/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

E-Money Tiga Izin

Oleh: Dahlan Iskan Seseorang kirim video ke saya: makan di kaki lima dengan bayar pakai hand phone. ”Sudah seperti di China pak,” katanya. Alhamdulillah. Dari segi teknologi...

Target Sertifikat Terancam Meleset

MUNGKID—Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Magelang belum berhasil menyelesaikan target pembuatan sertifikat tanah melalui program proyek operasi nasional agraria (Prona). Hingga akhir tahun ini,...

Peduli Pendidikan Anak Pinggiran

GIOVANIA Kartika dosen muda yang saat ini mengampu  program  studi Akuntansi  di Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga  merupakan  pendiri...

Kodam IV/Diponegoro Tingkatkan Tertib Berlalu Lintas

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Tertib berlalu lintas tidak hanya ditekankan pada masyarakat umum saja. Tapi juga kepada anggota TNI dan PNS. Seperti sosialisasi dan uji petik...

Warga Sidorejo Tolak Pemakaman Terduga Teroris

KENDAL — Kondisi rumah duka terduga teroris dalam insiden baku tembak dengan aparat kepolisian di Tuban, Jawa Timur, Karno, 28, di Dusun Srogo, Desa...

Koran Desa Mampu Promosikan Potensi Desa

UNGARAN–Bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang, Jawa Pos Radar Semarang menyelenggarakan perlombaan bertajuk Desa Hebat melalui rubrik Koran Desa yang akan diikuti oleh seluruh...