33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Ribuan Pekerja Belum Terlindungi

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Guna memperluas cakupan tenaga kerja yang belum terlindungi, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran terus melakukan sosialisasi untuk pelindungan tenaga kerja. Tidak terkecuali kepada tenaga kerja perusahaan mikro kecil yang bukan penerima upah (BPU).

Kepala Bidang Pemasaran BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran, Suryadi mengungkapkan saat ini masih ada ribuan BPU yang belum terlindungi jaminan sosial ketenagakerjaan. “Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2015, populasi peduduk Kabupaten Semarang mencapai 900 ribu jiwa lebih. Dari jumlah ini, penduduk potensi untuk perlindungan tenaga kerja mencapai sekitar 500 ribu jiwa,” kata Suryadi, Minggu (3/6).

Dari 500 ribu jiwa potensi ini, yang sudah menjadi peserta perlindungan tenaga kerja baru sekitar 140 ribu. Artinya potensi untuk memperluas cakupan perlindungan tenaga kerja ini masih cukup besar, mencapai 360 ribu jiwa.

Dikatakan Suryadi, dari data tersebut dijelaskan jika populasi tenaga kerja paling besar ada di sektor mikro dan petani. Ia mengakui jika untuk terjun langsung menjangkau potensi perlindungan ini, jelasnya, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran memiliki keterbatasan.

“Meski begitu kita tetap berupaya mendorong cakupan perlindungan tenaga kerja ini,” jelasnya. Antara lain melalui program agen dari masyarakat. Program nasional ini, sebelumnya telah di-pilot project-kan selama tiga bulan di Kabupaten Sleman pada tahun 2017.

Oleh karena itu, di tahun 2018 ini program agen ini didorong lebih masif secara nasional dengan target hingga 10 ribu agen di seluruh tanah air. Salah satunya di Kabupaten Semarang yang menjadi wilyah kerja BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Ungaran.

“Saat ini di Kabupaten Semarang sudah ada yang menjadi agen dan siapapun segmen masyarakat berkesempatan yang sama untuk menjadi agen, sepanjang persyaratan dan ketentuannya terpenuhi,” katanya.

Terutama yang memiliki jaringan luas dengan masyarakat di perdesaan. Seperti kelompok- kelompok tani, paguyuban pekerja non formal dan lainnya. Diharapkan pula, agen tersebut juga menyasar tenaga kerja non formal seperti halnya guru ngaji atau pengajar TPQ dan lain- lainnya yang selama ini aktivitasnya belum terlindungi oleh BPJS Ketenagakerjaan.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Ungaran, Budi Santoso menambahkan potensi pekerja BPU ini cukup luas. Seperti petani, tukang sayur, tukang ojek, pekerja bangunan bahkan juga pengemudi taksi.

“Karena pengemudi taksi ini selama ini bukan pekerja formal, namun upahnya hanya bagi hasil,” ujar Budi. Kenyataannya, para pengemudi taksi ini banyak yang belum menjadi peserta jaminan ketenagakerjaan.

Ia juga mengungkapkan, untuk menjadi agen satu kelompok minimal cukup lima orang. “Selain akan memberikan perlindungan yang lebih luas, pelaksanaannya memberikan nilai tambah bagi agen Perisai,” katanya. (ewb/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kenaikan Tarif Listrik Sumbang Inflasi

SEMARANG – Bank Indonesia Kantor Wilayah Jawa Tengah memperkirakan akan terjadi kenaikan inflasi sebesar 0,1 persen pada bulan Januari dibanding bulan sebelumnya. Hal ini...

Seribu Calon Jamaah Umrah Tertipu

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Jumlah calon jamaah umrah yang menjadi korban penipuan penyedia jasa biro umrah Hannien Tour and Travel membengkak. Dari awalnya hanya 400...

Tarikan Beksan Caraka Walik, Lyra Laku Spiritual

Nama aslinya: Lyra Van Deer Blauwee. Hanya saja, perempuan ayu ini, cukup populer dengan nama Lyra De Blauw. Bagi warga kota dan Kabupaten Magelang,...

Penegakan Perda Anjal Belum Maksimal

AKTIVIS senior bidang anak Yayasan Setara Semarang, Yuli Sulistiyanto, menilai, kondisi ekonomi keluarga yang kerap menjadi sebab para orang tua “memaksa” anaknya yang masih di...

Siswa Unggulan, Ingin Ikut Lomba Matematika

RADARSEMARANG.COM - Menjadi difabel atau kekurangan fisik, tak selalu menghambat untuk bersaing meraih prestasi dengan mereka yang memiliki kesempurnaan fisik. Justru menerima dan ridho dengan...

Jadi Ajang Sharing dan Praktik Ilmu yang Dipelajari

Para arsitek dan mahasiswa arsitektur di Kota Semarang membentuk komunitas. Namanya  Komunitas Arsitektur Semarang (KAS). Tak hanya sebagai ajang sharing, KAS juga kerap bekerja...