33 C
Semarang
Jumat, 10 Juli 2020

“KAKISIGAGU” Gairahkan Belajar Bahasa Jawa

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM – BAHASA Jawa adalah bahasa ibu yang menjadi bahasa komunikasi masyarakat Jawa. Tidak bisa dipungkiri bahasa Jawa memiliki tingkatan tutur atau disebut unggah-ungguh basa. Unggah-ungguh basa merupakan tatanan bagaimana berdialog sekaligus bersikap dengan orang lain. Tingkatan tutur Bahasa Jawa dibedakan menjadi ngoko dan krama. Ini menjadi materi pelajaran Bahasa Jawa di sekolah. Materi yang secara teoretis mudah dipelajari tetapi sulit diterapkan dalam dialog.

Kesulitannya saat mencari kata yang tepat utamanya kata-kata dalam ragam krama. Hal tersebut dikarenakan dalam keseharian, komunikasi siswa lebih banyak menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Jawa ngoko. Perbendaharaan kata krama mereka sangat terbatas. Perbendaharaan yang terbatas menjadikan siswa kurang termotivasi mempelajari materi berdialog dalam Bahasa Jawa. Kurangnya motivasi membuat hasil belajar siswa rendah. Permasalahan tersebut menuntut guru menggunakan pendekatan  pembelajaran yang lebih kreatif.

Pendekatan pembelajaran ada berbagai macam. Pendekatan pembelajaran memiliki tujuan agar siswa senang mengikuti proses pembelajaran dan mampu menguasai materi secara tepat. Pada pembelajaran Bahasa Jawa, guru dapat melakukan uji coba metode kerja kelompok dengan media KAKISIGAGU. KAKISIGAGU adalah singkatan dari teka teki silang unggah ungguh.

Proses pembelajaran dengan metode kerja kelompok bermedia KAKISIGAGU, diawali guru menyiapkan medianya. Media terdiri 2 paket kumpulan TTS, dan menyusun soal ulangan yang sesuai dengan materi. Proses pembelajaranya dapat digambarkan sebagai berikut: Pertama, siswa dalam satu kelas dibagi menjadi 8 kelompok, 1 kelompok terdiri 4 siswa. Kedua, guru memberi penjelasan mengenai proses pelajaran yang akan dilaksanakan. Ketiga, siswa menempatkan diri, setiap kelompok menerima tanggung jawab menyelesaikan satu bendel KAKISIGAGU.  Satu bendel berisi 10 TTS yang disusun seperti buku. Media tersebut menjadi sumber diskusi siswa untuk menemukan jawaban pada TTS yang sudah disiapkan. Saat diskusi siswa diperkenankan membuka kamus unggah-ungguh, buku pepak basa atau buku paket sebagai sumber belajar.

Keempat, KAKISIGAGU yang telah selesai diisi dapat ditukarkan dengan soal ulangan untuk masing-masing siswa. Soal ulangan tersebut sebagai bentuk penerapan pengetahuan kosa kata krama siswa, dan dikerjakan secara individu. Kelima, hasil kerja setiap kelompok dan ulangan siswa akan dinilai guru. Proses pembelajaran pertemuan selanjutnya tetap menggunakan metode kerja kelompok dengan media KAKISIGAGU. Siswa dengan kelompok yang sama menerima 1 bendel media KAKISIGAGU dengan paket yang berbeda.

Keenam, setelah tugas kelompok selesai, setiap siswa juga menerima soal ulangan yang berbeda dari soal pertemuan sebelumnya, tetapi tetap sesuai dengan materi. Nilai dari soal ulangan menjadi dasar perhitungan kemajuan hasil belajar, sedangkan proses kerja kelompok menjadi dasar nilai pengamatan peningkatan motivasi siswa.

Proses pembelajaran dengan metode kerja kelompok memanfaatkan media KAKISIGAGU ternyata mampu membuat siswa lebih termotivasi. Hal tersebut dapat dilihat dalam proses pembelajaran, siswa terlihat lebih aktif dan senang saat menemukan kata yang tepat.

Dalam mengerjakan soal, siswa juga lebih bersungguh-sungguh. Manfaat lain yang diperoleh dari pembelajaran ini, yaitu hasil belajar meningkat dan membentuk karakter siswa. Karakter yang terbentuk, antara lain menghargai orang lain, bangga berbahasa Jawa, sopan santun, dan karakter nasionalisme.

KAKISIGAGU, pembelajaran menggunakan media, yang mampu menggairahkan belajar Bahasa Jawa. Pembelajarannya lebih bermakna, baik bagi siswa maupun bagi guru selaku pendidik. (igi2/aro)

Guru Bahasa Jawa SMP Negeri 10 Salatiga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Tunjangan Mobil Rp 11 Juta per Bulan 

KENDAL—Para anggota DPRD Kabupaten Kendal mulai mengembalikan mobil dinas, menyusul turunnya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 18 tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan...

Rasakan Wonosobo Seperti Surga

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO – Pucuk pimpinan Kodim 0707/Wonosobo berganti. Letkol Czi Fauzan Fadli ditugaskan menjadi Dandim 0707/Wonosobo menggantikan Letkol Czi Dwi Hariyono. Resepsi acara kenal...

50 Pedagang Ikan Basah Masih Menolak

SEMARANG-Sebagian pedagang grosir ikan basah Pasar Rejomulyo Semarang tetap bersikukuh tak mau mengambil undian lapak di pasar baru. Padahal Kamis (19/1) kemarin, merupakan hari...

PSIS Mulai Pindah Kendal

SEMARANG – Tim PSIS Semarang akan melakoni laga perdana mereka di Stadion Utama Kendal menjamu PSMS Medan pada laga babak 16 besar Liga 2...

Warga dan Koramil Kompak Bersih Desa

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Anggota TNI dari Koramil 04 Dempet melaksanakan kerja bakti bersih lingkungan di Desa Gempol Denok, Kecamatan Dempet. Kegiatan ini menjadi penyemangat bagi masyarakat setempat agar rajin membersihkan lingkungannya....

12 Provinsi Bersaing

SEMARANG - Sebanyak 12 provinsi meramaikan Kejuaraan Wushu Nasional Terbuka Piala Rektor Unnes II yang akan berlangsung di Auditorium Unnes, Sekaran, Semarang, mulai Rabu ...