33 C
Semarang
Minggu, 5 Juli 2020

Islam dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

RADARSEMARANG.COM – TUJUAN kelima Pembangunan Berkelanjutan adalah keadilan gender. Sebagian di antara target dari tujuan kelima ini adalah menghapuskan segala bentuk kekerasan terhadap perempuan, menghentikan praktik pernikahan usia anak, dan menjamin akses universal perempuan terhadap layanan kesehatan. Tujuan pembangunan yang ditetapkan oleh PBB ini mengikat negara-negara anggotanya termasuk Indonesia untuk dapat mewujudkannya pada akhir tahun 2030.

Untuk memenuhi target tujuan tersebut, tampaknya Indonesia masih harus bekerja keras. Karena data-data statistik tentang situasi kehidupan perempuan di Indonesia menunjukkan situasi yang memperihatinkan. Pertama, Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia mencapai 305/100 ribu kelahiran (SUPAS, 2015). Angka ini merupakan angka tertinggi kedua di Asia Tenggara setelah Laos.

Kedua, berdasarkan Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012, angka pernikahan usia anak mencapai 340.000. Ketiga, prevalensi kekerasan terhadap perempuan  menunjukkan 1 dari 3 perempuan di Indonesia mengalami kekerasan fisik dan atau seksual selama hidupnya (SPHN, 2016).

Meskipun pemerintah telah mengupayakan langkah-langkah progresif untuk menangani masalah perempuan dan anak dengan membuat kebijakan nasional seperti UU Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga dan UU Perlindungan Anak, namun implementasi kebijakan tersebut lemah sehingga perubahan yang diinginkan belum terwujud. Selain itu, ada faktor lain yang membuat risiko perempuan di Indonesia untuk mengalami hal-hal tersebut menjadi lebih tinggi, yakni nilai-nilai tentang posisi subordinat perempuan dalam masyarakat. Terhadap nilai ini, adat dan agama kerap digunakan sebagai dasar pembenaran. Lalu bagaimana sebenarnya Islam memandang dan memperlakukan perempuan?

Islam telah memberikan kerangka kerja pembebasan perempuan dari segala bentuk diskriminasi, kekerasan dan bahkan tradisi pembunuhan. Sebagai platform, Islam memberikan kerangka yang bersifat prinsipil dan fundamental yang strategi pengejawantahannya terus berkembang sesuai dengan konteks zaman yang dinamis.

Islam menentang pandangan misoginis (membenci perempuan) dan tradisi (pembunuhan bayi perempuan disebabkan karena identitas gendernya) (An-nahl 58-59):  yang marak pada masa Arab pra Islam. Islam juga memulihkan martabat kemanusiaan perempuan dengan menjadikannya sebagai subyek atau dalam bahasa sosiologis, agensi perempuan dalam masyarakat. Perempuan tidak lagi dipandang sebagi properti laki-laki yang pantas dipindahtangankan melalui mekanisme mawaris akan tetapi merupakan subjek yang memiliki hak atas properti (An-Nisa: 11).

Dalam hal ibadah, perempuan memiliki posisi yang setara di hadapan Allah, karena Allah akan membalas setiap amal sholeh baik yang dilakukan oleh laki-laki dan perempuan (An-Nahl:97), satu-satunya yang membedakan laki-laki dan perempuan adalah kadar ketaqwaan mereka (Al-Hujurat:10).

Dalam lingkup rumah tangga, Islam menggambarkan kesetaraan suami isteri dengan perumpamaan bahwa suami atau isteri adalah selimut bagi pasangannya (Al-Baqarah: 187). Perlakuan dan tutur kata yang ma’ruf (An-Nisa: 19) serta musyawarah dalam pengambilan keputusan di antara suami istri (As-Syura: 38) adalah hal lain yang diajarkan Islam. Jelaslah Islam menentang sikap menang sendiri dari salah satu pasangan apalagi melakukan kekerasan. Platform pembebasan perempuan yang diperkenalkan Islam ini layak  diadopsi negara dalam merumuskan strategi pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, sehingga agama tidak lagi menjadi pembenaran penindasan perempuan, akan tetapi menjadi spirit pembebasan perempuan.  (*)

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UIN Walisongo Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Borong Penghargaan Bergengsi, Jadi Jujukan Studi Banding PMI Se-Indonesia dan ASEAN

Prestasi gemilang yang diukir Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Demak patut diacungi jempol. Ini terbukti dengan banyaknya penghargaan nasional yang diterima sehingga menarik perhatian...

KKN UPGRIS Gelar Pelatihan Web Desa

RADARSEMARANG.COM, TUNTANG - Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) menggelar pelatihan pengelolaan dan pengembangan web desa, Kamis (22/2) lalu. Kegiatan ini diikuti...

GTT dan PTT Wajib Kembalikan Bantuan Transport

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Jateng, ada kesalahan administrasi pada bantuan transport tahun 2017 untuk para guru tidak tetap...

Dua Bulan Raskin Tak Dibagi

KAJEN – Lantaran pagu atau alokasi anggaran, yang ditetapkan untuk mendanai beras miskin (raskin) di Kabupaten Pekalongan belum turun, jatah raskin Januari dan Februari belum...

Diduga Dibunuh, Leher Dirantai dan Digembok

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Sesosok mayat diduga korban pembunuhan ditemukan tergeletak di sebuah bangunan kosong di Jalan Pandanaran 98, Pekunden, Semarang Tengah. Korban ditemukan sudah...

Gerluti Modeling dan Tukang Ojek

PARAS cantik dan perawakan Syaikh Hasina Candrika Yudistira memang cocok menjadi seorang model. Namun siapa sangka, gadis kelahiran Pati 1997, ini tertarik menjadi seorang...