31 C
Semarang
Rabu, 12 Mei 2021

Bupati Ancam Cabut Izin Waskita

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (DPU Taru) dan tim, Minggu (3/6) kemarin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) jalan rusak yang diakibatkan oleh armada truk milik PT Waskita dan PT SMJ ketika mengangkut matrial dalam pembangunan jalan tol.

Sebelumnya, yakni PT SMJ dan PT Waskita, selaku rekanan pembangunan jalan tol, telah membuat surat pernyataan, bahwa mereka akan memperbaiki jalan rusak terdampak jalan tol dan akan selesai sebelum H-5 Hari Raya Idul Fitri. Namun hingga Minggu (3/6) kemarin, belum ada tanda-tanda perbaikan jalan yang dilakukan oleh kedua rekanan. Sedangkan PT SMJ baru melakukan perbaikan setelah ada kabar Bupati Asip akan melakukan sidak.

Ruas jalan yang rusak akibat proyek jalan tol terdapat di Pait – Sragi – Ringin Pitu, Kecamatan Sragi, Jalan Bojong hingga Wiradesa , Jalan Ketitang – Sedayu, Tangkil – Kedungwuni, Desa gandarum, Bojong hingga Desa Kedungjaran. Kerusakan jalan tersebut menjadi tanggung jawab PT SMJ, karena armada truknya melalui jalan tersebut.

Sedangkan PT Waskita harus memperbaiki jalan rusak mulai dari Jalan Kertosono hingga Karangdadap, Karangdadap sampai Kedungkembo, dan Sedayu hingga Ketitang.

Dalam sidak yang dilakukan oleh Bupati Asip, PT SMJ mulai melakukan perbaikan jalan, yakni pada ruas jalan di Bojong hingga Wiradesa. Meski hanya menggunakan aspal tipis-tipis untuk menutup jalan berlubang. Namun jalan rusak tersebut sudah terlihat bagus, jalan rusak lainnya yang menjadi tanggu jawab PT SMJ masih dalam perbaikan.

Sedang jalan rusak yang menjadi tanggungjawab PT Waskita, belum satu pun diperbaiki. Bahkan pihak PT Waskita tidak bersedia menemui Bupati Asip Kholbihi di lokasi Jalan Karangdadap. Bahkan pihak DPU Taru telah menghubungi Waskita sampai 16 kali, namun tidak diangkat.

Setelah pihak DPU Taru mendatangi Kantor PT Waskita, baru pihak Waskita bersedia menemui bupati di lokasi jalan rusak. Namun kedatangan Humas PT Waskita, Rohman, tidak dapat memberikan keputusan pasti akan perbaikan jalan.

“Kami hanya akan melakukan penambalan pada jalan rusak, bukan pengaspalan jalan seperti yang dikehendaki oleh pemkab, karena PT Waskita tidak memiliki aspal. Meski jalan tersebut sebelumnya bagus dan beraspal,” ungkap Rohman ketika dimintai pertanggungjawaban jalan rusak oleh Bupati Asip.

Mendengar jawaban dari PT Waskita yang terkesan tidak mau bertanggungjawab, Bupati menegaskan pihak akan meninjau ulang MoU yang sudah dilakukan oleh PT Waskita. Bahkan pemkab juga akan mencabut izin PT Waskita, jika tidak mau memperbaiki jalan rusak yang menjadi tanggung jawabnya.

“Saya minta PT Waskita untuk memperbaiki jalan rusak hingga H-5 Lebaran. Jika jalan rusak yang menjadi tanggung jawab PT Waskita tidak diperbaiki, saya akan melakukan hitung-hitungan ulang dengan PT Waskita, termasuk MoU yang sudah kita lakukan akan ditinjau ulang,” tegas bupati. (thd/zal)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here