Gaya Pujian Pembangkit Motivasi Belajar

  • Bagikan
Oleh: Zumrotun Mahmudah SPd

RADARSEMARANG.COM, PROSES pembelajaran adalah sebuah proses yang unik karena selain dituntut untuk mampu memberikan pengalaman dan pengetahuan yang baru pada peserta didik juga harus mampu mengembangkan motivasi dan karakter peserta didik dalam menggali sumber pengetahuan. Belajar adalah sebuah kegiatan yang melibatkan kompetensi kepribadian (soft skill) dan kompetensi intelektual dan profesional (hard skill). Olah pikir, olah rasa dan olah hati adalah kompetensi kepribadian yang harus dimiliki oleh seorang pendidik. Olah pikir dilakukan untuk peningkatan kemampuan akademik, olah rasa dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan emosional peserta didik, olah hati untuk mengembangkan kemampuan spiritual peserta didik.

Untuk meningkatkan prestasi akademik peserta didik, guru sebagai subjek harus mampu menerapkan kompetensi kepribadian, intelektual dan profesionalannya. Dalam proses pembelajaran, peserta didik sering menemui beberapa kendala yang terkadang meruntuhkan motivasinya untuk belajar. Pada saat itulah guru sebagai pendidik harus mampu memainkan perannya dengan mengolah rasa peserta didik agar terus mau belajar untuk mencapai prestasi akademik yang maksimal. Olah rasa yang dapat dikembangkan oleh guru salah satunya adalah dengan memuji.

Pujian adalah sebuah penghargaan terhadap ide, gagasan ataupun hasil karya. Pujian guru terhadap peserta didik dapat diibaratkan sebagai sebuah hadiah dari guru kepada peserta didik karena telah berhasil melakukan sesuatu. Tujuan dari pada pujian tersebut adalah untuk memotivasi peserta didik untuk lebih giat belajar, memberikan apresiasi terhadap usaha yang dilakukan oleh peserta didik dan untuk menumbuhkan persaingan antar peserta didik dalam mencapai prestasi yang maksimal. Ada empat gaya pujian yang dapat dilakukan oleh guru dalam memuji hasil karya dari peserta didik.

Pertama, melalui ucapan. Ucapan dapat direncanakan terlebih dahulu atau dapat dilakukan secara langsung. Ucapan ini ditujukan untuk menanggapi hasil karya peserta didik. Ucapan diharapkan selalu berkesan positif apapun hasil yang dicapai oleh peserta didik.

Kedua, melalui bahasa tubuh. Guru dapat menunjukan persetujuan dan tidak setuju terhadap hasil karya peserta didik dengan mengekspresikannya melalui bahasa tubuh seperti mengancungkan jempol, tepuk tangan atau mengangkat bahu. Namun ada baiknya pengekspresian tersebut bersifat positif dan mampu menumbuhkan motivasi belajar pada peserta didik.

Ketiga, melalui tulisan. Tulisan ini merupakan bentuk komunikasi tidak langsung antara guru dan peserta didik. Guru dapat menuliskan ungkapan persetujuan atau koreksi dan penghargaan atas hasil kerja peserta didik. Selain dalam bentuk tulisan guru dapat melakukan inovasi dengan pemberian cap pada hasil kerja peserta didik.

Keempat, pemberian hadiah. Pemberian hadiah ini bisa berupa benda, pemberian nilai tambahan atau peserta didik diperbolehkan istirahat atau pulang lebih awal jika telah menyelesaikan pekerjaannya dengan baik. Dalam pemberian hadiah ini ada baiknya guru merencanakannya terlebih dahulu dan hanya dilakukan pada keadaan atau tugas-tugas tertentu.

Memuji hasil karya peserta didik diperlukan untuk menumbuhkan dan mengembangkan motivasi peserta didik dalam belajar. Motivasi belajar peserta didik bergerak layaknya gelombang, kadang tinggi kadang juga rendah. motivasi belajar harus terus dipupuk agar peserta didik terus terpacu untuk belajar sehingga gerak grafik motivasinya terus meningkat. Peningkatan grafik motivasi belajar akan berbanding lurus dengan peningkatan prestasi belajar peserta didik. Hal tersebut telah banyak dibuktikan melalui beberapa hasil penelitian dibidang akademik. (igi2/aro)

Guru SMP Negeri 3 Salatiga

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *