33 C
Semarang
Selasa, 7 Juli 2020

Menristek Minta Rektor-Rektor Tindak Tegas

Undip Copot Sementara Jabatan Prof Suteki

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tingggi (Menristek Dikti) M Nasir meminta seluruh rektor di Indonesia tegas menindak penyebar paham radikalisme hingga aksi terorisme di lingkungan kampus. Sebab, persaudaraan atau ukhuwah manusia, apapun agamanya dan sukunya, harus tetap dijaga dan menjalin silaturahim.

“Jika ada paham tersebut di lingkungan kampus, entah itu dosen atau mahasiswa harus diluruskan dengan pandangan yang baik dan tegas,” katanya di sela acara Tarawih Keliling (Tarling) di Universitas Negeri Semarang (Unnes), Jumat malam (1/6) kemarin.

Menurutnya, kalau ada dosen atau mahasiswa yang memiliki pemikiran tentang radikalisme, jauh dari nasionalisme, berarti tidak punya rasa cinta kepada NKRI. Kalau ditemukan di Unnes, maka Rektor Unnes harus melakukan tindakan.

Sementara itu, Rektor Unnes, Fathur Rokhman mengatakan tarling sengaja dilaksanakan di Unnes, bertepatan dengan hari Kelahiran Pancasila harus diresapi masyarakat kampus lebih bersemangat, berbagi, dan berprestasi. “Ini dalam upata merekatkan harmoni satu sama lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Guru Besar Hukum Undip, Prof Suteki dibebastugaskan sementara dari jabatannya selama menjalani pemeriksaan Dewan Kehormatan Komite Etik (DKKE) Undip. Yakni, atas tindakannya terkait ujaran yang diduga bertentangan dengan Pancasila dan NKRI serta diduga memiliki keterlibatan dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Rektor Undip Prof Yos Johan Utama menjelaskan bahwa Undip telah memanggil sejumlah dosen untuk iperiksa terkait pelanggaran etik dan disiplin PNS. “Dua hal ini, satu sisi masalah pelanggaran etik, yakni etikanya. Jangan dianggap enteng, berat itu. Tetap diperiksa data-data oleh tim Dewan Kehormatan Kode Etik (DKKE). Satu sisi, diperiksa untuk pelanggaran disiplin PNS-nya. Ini dasarnya PP 53 tahun 2010,” kata Prof Yos kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Menurutnya, mengacu pada PP 53 tahun 2010, ASN yang memegang jabatan akan dibebastugaskan dari jabatannya sementara, mulai awal proses hingga pemeriksaan selesai. “Saya sudah menandatangani surat pembebastugasan pejabat-pejabat yang terperiksa, baik jabatan A, jabatan B, jabatan C,” imbuhnya.

Namun demikian, Yos tetap enggan menyebutkan siapa saja pengajar yang dimaksud. Akan tetapi, lanjut dia, masa berlaku pembebastugasan tersebut per 6 Juni mendatang, bersamaan dengan mulainya proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan. “Sementara baru 1 orang dulu. Ditandatangani sekarang tapi berlakunya nanti (6 Juni),” tegasnya.

Salah satu yang sudah dipanggil oleh DKKE Undip adalah Prof Suteki, yang sempat viral terkait unggahannnya yang mengacu pada pembelaannya terhadap HTI. “Sudah (dipanggil) yang di DKKE, sudah diperiksa,” tegasnya.

Lebih lanjut, mengacu pada PP 53 tahun 2010 untuk ASN yang terbukti melanggar disiplin bisa dikenai berbagai jenis sanksi termasuk pemecatan. Namun hal tersebut merupakan wewenang dari menteri. “Di PP 53 banyak sanksi. Beliau golongan 4, golongan 4 bukan kewenangan rektor, tapi kewenangan menteri. Kami memeriksa, dan mengidentifikasi. Sanksi di menteri. Kalau di PP 53 sampai pemecatan bisa,” tandas Yos.

Prof Suteki sendiri melalui siaran persnya menyatakan bahwa pada Kamis (31/5) lalu telah mendatangi DKKE Undip guna melakukan klarifikasi. Suteki menjelaskan perihal postingannya. Ia secara tegas membantah postingan di akun facebooknya merupakan bentuk anti NKRI dan Pancasila. “Saya menulis karena background saya dari kacamata hukum, kemudian saya juga seorang muslim. Saya orang hukum, saya juga muslim, dan ngerti serta memahami kondisi negara ini,” tandasnya. (den/tsa/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Kontingen Porprov Butuh Dukungan Anggaran

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemkab Semarang diminta lebih mendukung potensi para atlet yang hendak berangkat mengikuti Pekan Olahraga (Porprov) Jawa Tengah di Solo Oktober 2018....

Alquran Petunjuk ke Jalan yang benar

MAGELANG– Jajaran Akademi Militer (Akmil) menggelar peringatan malam Nuzulul Quran di Masjid Al Jihad komplek Ksatrian Akmil, Senin (12/6). Dalam peringatan Nuzulul Quran kali...

Jerat Hukum Pengelola Parkir

Ibu Dini S Purwono yang saya hormati, di setiap area parkir mal atau tempat umum biasa tertulis “Kehilangan barang bukan menjadi tanggung jawab pengelola...

Latih Difabel Selamatkan Diri

SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah melakukan sosialisasi mitigasi bencana bagi penyandang difabel. Sebab, ketika bencana datang, mereka harus segera menyelamatkan...

Rekam Perjalanan dan Promosikan Wisata Pengunungan

Bukan hanya menikmati perjalanan. Anggota Komunitas Abal-Abal Pecinta Alam (Apala)ini juga mempromosikan wisata pengunungan, melalui rekam video dan foto-foto perjalanan pendakian. Seperti apa? JOKO SUSANTO KOMUNITAS Apala...

WILAYAH PINGGIRAN BUTUH ANGKUTAN UMUM

Sejumlah pelajar berdiri di pintu angkutan kota saat akan berangkat ke sekolah di wilayah Gunungpati, Kamis (16/3). Kondisi tersebut tentu membahayakan dan rawan kecelakaan....