33 C
Semarang
Sabtu, 30 Mei 2020

Kebermaknaan Belajar Matematika

Another

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos...

RADARSEMARANG.COM – AKUN Instagram Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhadjir Effendy (@muhadjir_effendy), akun Twitter Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (@Kemdikbud_RI), serta akun Instagram Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kemendikbud (@pustekkom_kemendikbud) dihujani komentar peserta UN. Salah satunya komentar lucu dari akun @kdkmia. Dia menulis “saya belum bisa moveon dari soal matematika yang begitu amat gampang, saking gampangnya saya sampai ngerjain enggak liat soal, begitu seninya saya, sampai-sampai saya ngurek (menulis indah) di atas ljk.” Dalam tanggapannya, Mendikbud Muhadjir Effendy mengatakan bahwa bobot pada soal-soal UNBK, terutama mata pelajaran matematika memang berbeda dengan penilaian biasanya. Soal-soal tertentu dibuat lebih sulit dan membutuhkan daya nalar tinggi, atau Higher Order Thinking Skills (HOTS).

Matematika merupakan bidang ilmu yang memiliki kedudukan penting dalam pengembangan dunia pendidikan. Matematika sebagai ilmu dasar bagi pengembangan disiplin ilmu lainnya memiliki manfaat dalam kehidupan manusia. Matematika memiliki fungsi dalam kehidupan manusia, di antaranya mathematics for life, mathematics as a part of cultural heritage, mathematics for the workplace, and mathematics for the scientific and technical community.

Secara umum pembelajaran Matematika di kelas sulit diterima oleh siswa. Beberapa fenomena pun muncul antara lain: Pertama, banyak siswa malas belajar Matematika hanya karena cara guru yang mengajar tidak sesuai dengan keinginan siswa. Kedua, siswa selalu merasa bosan dalam belajar Matematika dan akibatnya hasil belajar Matematika tidak sesuai harapan. Ketiga, ada sebagian siswa berpendapat bahwa guru Matematika dalam penyampaian materi tidak dapat menyampaikannya dengan menarik dan menyenangkan. Keempat, guru Matematika yang mengajar terlalu monoton bahkan cenderung kurang dapat berkomunikasi dengan siswa sehingga suasana kelas menjadi kaku.

Bagaimana cara membuat matematika disukai oleh siswa? Inilah tantangan terbesar guru matematika. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah melaksanakan pembelajaran bermakna. Gagasan tentang belajar bermakna dikemukakan oleh William Brownell pada awal pertengahan abad duapuluh merupakan ide dasar dari teori konstruktivisme. Menurut Brownell  matematika dapat dipandang sebagai suatu sistem yang terdiri atas ide, prinsip, dan proses sehingga keterkaitan antar aspek-aspek tersebut harus dibangun dengan penekanan bukan pada memori atau hapalan melainkan pada aspek penalaran atau intelegensi anak.

Dalam NCTM Standards belajar bermakna merupakan landasan utama untuk terbentuknya mathematical connections. Untuk terbentuknya kemampuan koneksi matematik tersebut, dalam NCTM Standards dijelaskan bahwa pembelajaran matematika harus diarahkan pada pengembangan kemampuan berikut: Pertama, memperhatikan serta menggunakan koneksi matematik antar berbagai ide matematik. Kedua, memahami bagaimana ide-ide matematik saling terkait satu dengan lainnya sehingga terbangun pemahaman menyeluruh. Ketiga, memperhatikan serta menggunakan matematika dalam konteks di luar matematika.

Jelaslah bahwa prinsip-prinsip di atas memiliki implikasi yang signifikan terhadap pembelajaran matematika. Prinsip-prinsip tersebut juga mengindikasikan bahwa konstruktivisme merupakan suatu proses yang memerlukan waktu serta merefleksikan adanya sejumlah tahapan perkembangan dalam memahami konsep-konsep matematika. Menurut Vygotsky,  proses peningkatan pemahaman pada diri siswa terjadi sebagai akibat adanya pembelajaran. Diskusi yang dilakukan antara guru-siswa dalam pembelajaran, mengilustrasikan bahwa interaksi sosial yang berupa diskusi ternyata mampu memberikan kesempatan pada siswa untuk mengoptimalkan proses belajarnya. Interaksi seperti itu memungkinkan guru dan siswa untuk berbagi dan memodifikasi cara berpikir masing-masing. Selain itu, terdapat juga kemungkinan bagi sebagian siswa untuk menampilkan argumentasi mereka sendiri serta bagi siswa lainnya memperoleh kesempatan untuk mencoba menangkap pola berpikir siswa lainnya. Episode seperti ini, diyakini akan dapat meningkatkan pengetahuan serta pemahaman tentang obyek yang dipelajari dari tahap sebelumnya ke tahapan yang lebih tinggi. Proses yang mampu menjembatani siswa pada tahapan belajar yang lebih tinggi seperti ini menurut Vygotsky disebut sebagai zone of proximal development (ZPD).

Untuk itu, membuat siswa menyenangi matematika perlu pendekatan yang berbeda oleh guru dalam mengajar. Matematika jangan hanya dipandang sebagai angka-angka tetapi harus menjadi bagian dalam proses pemecahan masalah sehari-hari. Sesekali guru perlu mengajak siswanya belajar di ruang kelas untuk mengasah kemampuannya dalam permasalahan di masyarakat. Jika hal ini dilakukan maka soal-soal HOTS bukan lagi momok bagi siswa. (as3/aro)

Guru Matematika SMK Negeri 1 Semarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Dari ”Terminal Tirtonadi” ke ”Pantai Klayar” lewat ”Dalan Anyar” (9)

Pola yang dipakai Didi Kempot dalam ”Stasiun Balapan” diterapkan pula pada lagu-lagunya yang mengambil nama tempat: memadukannya dengan kisah...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Didi Kempot Tak Suka Merayu meski Jago Bikin Lagu Romantis (7)

Salah satu kesedihan terbesar dalam hidup Didi Kempot adalah tak bisa menunggui kelahiran anak pertama karena tak punya ongkos pulang. Sempat membuatkan lagu khusus...

Bakat dan Kegigihan sang Maestro Sudah Terlihat di Ngawi (6)

Karakter bersahaja dan pantang menyerah Didi Kempot terasah sejak masa kecilnya di Ngawi. Suaranya bagus dan punya karisma. LATIFUL HABIBI, Ngawi, Jawa Pos — KATA sang kakak, ”Pas kecil...

Karya Didi Kempot: Ditulis Sekarang, Terkenal Puluhan Tahun Kemudian (5)

Manisnya karir tak didapat Didi Kempot begitu saja. Ada perjuangan berat yang dilalui. Kuncinya adalah terus berjalan di jalur yang diyakini. Tak berhenti meski...

More Articles Like This

Must Read

Milad 20 PKS, Ajang Konsolidasi Pemilu

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA – Hari ini, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tepat berusia 20 tahun, sejak didirikan pada 20 April 1998. Di kota Salatiga, partai ini...

Atlet Ribuan, Tapi Minim Kejuaraan Taekwondo

SEMARANG – Perkembangan olahraga taekwondo di Kota Semarang sangat pesat. Saat ini jumlah atlet taekwondo di Kota Lunpia ini berjumlah ribuan. Hal tersebut bisa...

Alat Ukur 14 SPBU Ditera Ulang

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Setelah resmi memiliki lembaga Meterologi sendiri, Pemerintah Kota Pekalongan gencar menggelar tera ulang. Selain ingin melindungi konsumen dari kecurangan pada alat...

Wardah yang ITB dan ITB

Oleh: Dahlan Iskan “Saya ini hanya menanam akarnya,” ujar Bu Nurhayati, pemilik kosmetik Wardah. “Anak-anak kami yang membesarkannya,” tambahnya. Bu Nurhayati punya tiga anak. Yang dua,...

PT KJR Yakinkan Tidak Ada Pencemaran Limbah

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Adanya pengaduan warga Desa Kandeman mengenai limbah kandang sapi PT Kejora Jaya Raya (KJR) membuat Dinas Perikanan, Kelautan dan Peternakan bersama...

Gotong Royong Itu Khas Indonesia

BOYOLALI – Budaya gotong royong di masyarakat diharapkan dapat terus dilestarikan. Sebab, gotong royong dan kerja bakti dianggap sangat khas Indonesia. Hal tersebut dikatakan...