33 C
Semarang
Senin, 25 Mei 2020

Diburu Karena Nyaman dan Unik

Another

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat...

GAYA MAROKO: Kopiah bundar dengan motif Maroko membuat pemakainya lebih trendi dan casual. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAYA MAROKO: Kopiah bundar dengan motif Maroko membuat pemakainya lebih trendi dan casual. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – BULAN Ramadan adalah bulan yang penuh hikmah, pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba mencari pahala dengan melakukan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Namun pada bulan Ramadan inilah berbagai gaya busana juga muncul dan menjadi tren.

Salah satu perlengkapan yang kini digandrungi adalah kopiah untuk kaum adam dan jilbab untuk kaum hawa. Nah tahun ini tren kopiah mulai bergeser, jika beberapa tahun lalu marak menggunakan peci dan kopiah bundar dan model sederhana, saat ini jenis kopiah berkembang dengan motif yang lebih menarik salah satunya motif khas Maroko.

“Kopiah Maroko ini banyak digemari anak muda, dengan warna dasar putih dan hitam polos. Lebih dipakai untuk beribadah namun juga bisa menunjang penampilan,” kata Manager Khasanah Muslim Al Fath Semarang, Supriyani.

Supriyani menjelaskan, saat ini kopiah pun bertransformasi bukan hanya sebagai perlengkapan beribadah, namun juga sebagai tren anak muda saat bulan suci Ramadan. Biasanya Kopiah selain dipakai untuk salat juga digunakan ketika berkunjung ke sanak saudara saat hari kemenangan tiba. “Kopiah ini dilengkapi dengan motif ragam hias khas Islami, menggunakan ornamen ukir namun simple. Bahannya pun tidak membuat gerah ketika dipakai,” jelasnya.

Sementara untuk kaum hawa, jilbab printing masih banyak digemari di kalangan hijaber. Namun khusus bahan lebih dipilih bahan voal dibandingkan velvet, bahan voal ini cocok digunakan sehari-hari saat panas terik sekaligus menjalani ibadah puasa.“Bahan voal ini lebih nyaman dipakai, adem dikepala dan tidak licin saat dibentuk atau dipakai,” bebernya.

Jilbab printing sendiri menonjolkan pada motif yang ada, untuk jilbab printing berbahan voal lebih mengacu desain bunga-bunga dan mengusung warna-warna gelap semisal abu-abu-warna tanah dan warna nude. “Coraknya berbeda dari hijab biasanya, sehingga akan membuat pemakainnya punya kesan glamour dan ekslusif,” jelasnya.

Hijab printing model segi empat, lanjut dia mewajibkan penggunanya untuk kreatif dalam menggunakan penutup kepala. Namun kreasi tersebut tetap menonjolkan motif printing yang ada pada jilbab. (den/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Memungut Keteladanan sang Kakak untuk Kejar Impian Kesuksesan (4)

Mamiek Prakoso yang pintar ngomong jadi motivator bagi sang adik yang pendiam, Didi Kempot. Hubungan keduanya dekat, meski Didi...

Di Bus Kota Nyanyi Lagu Indonesia, di Bus AKAP Lagu Jawa (3)

Bahkan saat mulai awal mengamen di Solo pun, Didi Kempot sudah membawakan lagu ciptaan sendiri, Cidro salah satunya. Suaranya yang merdu dan karakternya yang...

Mengenang Didi Kempot: Balik Solo, Jual Sepeda, Beli Gitar (2)

Selain supaya bisa bersekolah lagi, Didi Kempot dititipkan ke sang pakde yang personel militer agar tidak mbeling. Di Samarinda bakat musiknya mulai terasah, juga kegemarannya...

Dari Cidro sampai Ojo Mudik: Mengenang Hidup dan Karir Didi Kempot (1)

Dengan segala popularitasnya, Didi Kempot tak pernah repot dengan riders tiap kali manggung. Meninggalkan satu lagu lagi bertema virus korona. ANTONIUS CHRISTIAN, Solo-DUWI SUSILO, Ngawi, Jawa...

Utang Besar

Kalau diterjemahkan, nama perusahaan ini berarti 'sejahtera'. Di Singapura ia didaftarkan dengan nama Hin Leong Trading Ltd --bahasa daerah Hokkian, tempat lahir pendiri perusahaan...

More Articles Like This

Must Read

Kena Razia, Galian C Illegal Ganti Operator

SEMARANG - Operator tambang ilegal di Jateng selalu kucing-kucingan dengan aparat kepolisian dalam beroperasi. Biasanya setelah kena razia gabungan tim Reskrim kepolisian dan Pemprov...

30 PNS Ikuti Diklatpim

DEMAK- Peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungan Pemkab Demak  mutlak diperlukan. Hal ini disampaikan Wabup Joko Sutanto disela membuka...

Diduga Pengurus Parpol, PPS Sumowono Mundur

UNGARAN–Anggota Panitia Pemungutan Suara (PPS) Desa Lanjan Kecamatan Sumowono berinisial QR, akhirnya mundur dari jabatannya. Setelah mencuat dugaan bahwa dirinya masuk dalam kepengurusan Partai...

Kerahkan 21.665 Personel Amankan Pilkada

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Polda Jateng telah membentuk satuan Tugas (Satgas) anti-black campaign untuk mengamankan Pemilukada 2018. Satgas ini nantinya akan mengawasi media sosial (medsos)...

LBH Ikadin Siap Advokasi Warga Tedampak Tol Batang-Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Nasib 144 kepala keluarga (KK) terdampak pembangunan jalan tol Semarang-Batang, mulai dari Desa Nolokerto, Kaliwungu, Sumbersari, Solomerto, Weleri dan warga sekitar Penggandon, Kabupaten Kendal,...

100 Chef Bagi Takjil

SEMARANG - Sebanyak 100 chef hotel membagi-bagikan takjil untuk berbuka puasa pada pengendara yang melintas di sepanjang Jalan Teuku Umar, tepatnya di depan  Hotel...