33 C
Semarang
Selasa, 4 Agustus 2020

Diburu Karena Nyaman dan Unik

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

GAYA MAROKO: Kopiah bundar dengan motif Maroko membuat pemakainya lebih trendi dan casual. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
GAYA MAROKO: Kopiah bundar dengan motif Maroko membuat pemakainya lebih trendi dan casual. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – BULAN Ramadan adalah bulan yang penuh hikmah, pada bulan ini umat Islam berlomba-lomba mencari pahala dengan melakukan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah. Namun pada bulan Ramadan inilah berbagai gaya busana juga muncul dan menjadi tren.

Salah satu perlengkapan yang kini digandrungi adalah kopiah untuk kaum adam dan jilbab untuk kaum hawa. Nah tahun ini tren kopiah mulai bergeser, jika beberapa tahun lalu marak menggunakan peci dan kopiah bundar dan model sederhana, saat ini jenis kopiah berkembang dengan motif yang lebih menarik salah satunya motif khas Maroko.

“Kopiah Maroko ini banyak digemari anak muda, dengan warna dasar putih dan hitam polos. Lebih dipakai untuk beribadah namun juga bisa menunjang penampilan,” kata Manager Khasanah Muslim Al Fath Semarang, Supriyani.

Supriyani menjelaskan, saat ini kopiah pun bertransformasi bukan hanya sebagai perlengkapan beribadah, namun juga sebagai tren anak muda saat bulan suci Ramadan. Biasanya Kopiah selain dipakai untuk salat juga digunakan ketika berkunjung ke sanak saudara saat hari kemenangan tiba. “Kopiah ini dilengkapi dengan motif ragam hias khas Islami, menggunakan ornamen ukir namun simple. Bahannya pun tidak membuat gerah ketika dipakai,” jelasnya.

Sementara untuk kaum hawa, jilbab printing masih banyak digemari di kalangan hijaber. Namun khusus bahan lebih dipilih bahan voal dibandingkan velvet, bahan voal ini cocok digunakan sehari-hari saat panas terik sekaligus menjalani ibadah puasa.“Bahan voal ini lebih nyaman dipakai, adem dikepala dan tidak licin saat dibentuk atau dipakai,” bebernya.

Jilbab printing sendiri menonjolkan pada motif yang ada, untuk jilbab printing berbahan voal lebih mengacu desain bunga-bunga dan mengusung warna-warna gelap semisal abu-abu-warna tanah dan warna nude. “Coraknya berbeda dari hijab biasanya, sehingga akan membuat pemakainnya punya kesan glamour dan ekslusif,” jelasnya.

Hijab printing model segi empat, lanjut dia mewajibkan penggunanya untuk kreatif dalam menggunakan penutup kepala. Namun kreasi tersebut tetap menonjolkan motif printing yang ada pada jilbab. (den/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ketua KONI Mundur

MAGELANG – Kabar mengejutkan datang dari jajaran pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Magelang periode 2016-2020. Ketua Umum KONI Supriyadi, secara resmi mengundurkan...

Sindikat Pencuri Burung Diringkus

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN - Dua warga Desa Bawen Kecamatan Bawen terpaksa harus berurusan dengan aparat kepolisian karena kedapatan mencuri tiga ekor burung milik Zaenal Abidin,...

Investor Saham Tumbuh

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Industri pasar modal di Semarang sepanjang tahun lalu menunjukkan perkembangan yang cukup baik. Hal tersebut terlihat dari tumbuhnya dua indikator, yaitu...

Pengemudi Becak Jangan Melawan Arus

SALATIGA - Satlantas Polres Salatiga melakukan aksi simpatik membagikan nasi bungkus kepada puluhan tukang becak di seputaran jalan protokol, Kamis (16/3) pagi. Pembagian ini...

Belum Ada Penetapan Tersangka

SEMARANG - Gudang tanpa ijin penyimpan obat dan penjualan obat kuat tanpa ijin edar di Kota Semarang, berhasil diungkap petugas gabungan, Rabu (4/10) lalu....

Bupati Minta Pertahankan Permainan Tradisional

KAJEN – Bupati Pekalongan, Asip Kholbihi, mengajak anak-anak Pramuka peserta Pesta Siaga bermain dengan permainan tradisional, Minggu (5/3) kemarin. Yakni permainan dengan menggunakan media...