31 C
Semarang
Kamis, 13 Mei 2021

Budaya Literasi Kuasai Makna Kata

RADARSEMARANG.COM – KETIKA pelaksanaan Ujian Nasional hari pertama Bahasa Indonesia usai, beberapa siswa menghampiri kepada penulis,” Ibu, makna istilah degradasi itu apa?” Siswa lain juga bertanya,”Kalau kuota maknanya apa, Bu?” berbagai pertanyaan bertubi-tubi dari siswa yang menganggap  soal tentang makna istilah itu dirasa sulit. Memang selain beberapa materi kebahasaan di ujian nasional,  soal menentukan makna kata merupakan soal yang dianggap sepele, namun  ternyata membuat pusing setelah dihadapkan pada  beberapa alternatif  jawaban.

Hasil pembelajaran tentang makna kata/istilah dari beberapa evaluasi memang kurang memuaskan, ini dikarenakan siswa dalam menguasai makna kata masih terbatas pada istilah-istilah yang ringan. Hal itu terlihat ketika penulis menyodorkan suatu wacana yang di dalamnya terdapat beberapa istilah dan penulis menanyakan apa makna dari beberapa kata tersebut, ternyata banyak yang tidak bisa menjawab. Bisa dibayangkan kalau hanya kata efektif, produksi, prestasi, stabil, komoditi, kata-kata yang sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari saja tidak tahu maknanya, bagaimana dengan istilah-istilah yang lain dan baru? Sungguh sangat memprihatinkan. Hal ini akan menjadi tantangan bagi guru bahasa Indonesia untuk lebih berusaha bagaimana agar anak didiknya  bisa mengikuti perkembangan kosa kata /istilah-istilah yang muncul di dunia ilmu pengetahuan.

Menurut penulis ada beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa siswa masih minim perbendaharaan kosa kata beserta maknanya. Kurangnya minat baca siswa terhadap berbagai informasi baik dari media cetak maupun media elektronik merupakan salah satu kendala yang berpengaruh terhadap penguasaan kosa kata. Siswa  tidak banyak mendengar atau membaca istilah-istilah di berbagai bidang ilmu. Misalnya, istilah-istilah di bidang sosial politik, hukum, kesehatan, ekonomi, budaya, pendidikan yang masing-masing mempunyai kosa kata tersendiri. Tidak ada usaha untuk mencari atau menemukan makna kata yang diketahuinya ketika siswa menemukan kata baru.

Siswa hanya mau mencari makna kata sebatas tugas yang diberikan guru. Keterbatasan Kamus Besar Bahasa Indonesia yang tersedia di perpustakaan sekolah yang mempunyai ratusan siswa tentunya bergantian dan bergiliran untuk bisa membuka kamus. Kualitas bahasa siswa dalam menggunakan hp sebagai alat komunikasi dengan teman-temannya lebih banyak menggunakan kosa kata yang lugas dan sederhana sehingga praktis tidak tersentuh kata-kata yang berbau ilmiah.

Materi tentang makna istilah pada kurikulum 13 dipelajari pada unsur kebahasaan yang terbatas pada kosa kata /istilah yang berkaitan dengan teks yang dibaca. Sementara tuntutan untuk menghadapi ujian nasional soal makna kata setiap tahun selalu berbeda di soal ujian  artinya siswa harus mengenal banyak kosa kata beserta maknanya untuk bisa mengerjakannya. Sayang, jika hanya soal makna kata saja siswa tidak bisa menjawab dengan benar dan akhirnya berpengaruh terhadap hasil ujian.

Untuk menjawab permasalahan tersebut seorang guru harus bisa  menentukan berbagai strategi agar siswa menguasai makna kata/istilah. Karena makna kata berkaitan erat dengan makna kalimat. Siswa tidak akan bisa memahami kalimat hanya karena ada satu kata yang tidak  mengerti maknanya. Salah satu strategi yang bisa kita pilih adalah melakukan kegiatan literasi.

Kegiatan literasi merupakan salah satu aktivitas penting dalam kehidupan. Sebagian proses pendidikan bergantung pada kemampuan dan kesadaran literasi. Kegiatan literasi merupakan sebuah bentuk kegiatan membaca yang ditanamkan pada siswa untuk mencapai keberhasilan dalam pendidikan. Dengan kegiatan literasi siswa mendapatkan banyak informasi, siswa juga bertambah kosa kata dan istilah. Guru bisa memberikan tugas kepada siswa selama kegiatan literasi berlangsung siswa harus mencari dan mendaftar kata-kata dan istilah-istilah dan mencari arti yang dianggap sulit dengan cara membuka kamus atau internet.

Memang sedikit dipaksakan agar anak-anak mau mencari dan mencari makna kata yang sudah dibacanya. Sehingga dari tugas yang dikerjakan siswa mendapatkan banyak makna kata, mereka bisa saling menukar hasil tugasnya atau dipresentasikan di depan kelas. Jangan dianggap sepele walaupun hanya sebuah makna kata. Penggunaan makna kata yang tepat dan benar, komunikasi akan berjalan lancar sesuai dengan pesan yang disampaikan. Maka budaya literasi perlu ditanamkan pada anak didik kita , selain  mempunyai penguasaan makna kosa kata dan istilah  mereka akan mendapatkan banyak ilmu. Karena ilmu, mata kita akan terbuka untuk menghadapi kehidupan di masa yang akan datang. (as3/aro)

Guru SMK Negeri 3 Jepara

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here