33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Wanita Berkerudung Buang Bayi di Ngaliyan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

MENGGEMASKAN: Bayi yang dibuang di Perumahan Bukit Beringin Lestari, Ngaliyan, kemarin. (IDA NORLAYLA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENGGEMASKAN: Bayi yang dibuang di Perumahan Bukit Beringin Lestari, Ngaliyan, kemarin. (IDA NORLAYLA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Warga Perumahan Bukit Beringin Lestari RT 4 RW 5, Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, Semarang, digemparkan adanya penemuan bayi. Bayi laki-laki yang diperkirakan masih berumur beberapa hari itu ditemukan tergeletak di kursi depan rumah Nur Hamidah, Jumat (1/6) pagi.

Menurut Nur Hamidah, diduga bayi tersebut dibuang oleh seorang wanita berkerudung. Wanita tersebut datang diboncengkan motor oleh seorang pria tak dikenal. Kuat diduga, bayi itu merupakan hasil hubungan gelap pasangan tak bertanggungjawab tersebut.

“Pagi-pagi  saya mendengar suara tangis bayi dari depan rumah. Saya lalu bergegas keluar rumah, dan mendapati bayi tergeletak di kursi dalam kondisi terbalut selimut,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Tentu saja, Nur panik  dan tak tahu harus berbuat apa. Saat itulah, ia melihat seorang wanita berkerudung mengenakan jaket bergegas meninggalkan rumahnya. Wanita itu kabur membonceng motor matic warna putih. “Pengendara pria mengenakan helm dan jaket warna merah. Keduanya bergegas pergi,” ujarnya.

Awalnya, Nur mengaku tidak mengira kedua orang tak dikenal tersebut membuang bayi. Namun setelah melihat gelagat mencurigakan, ia yakin keduanya adalah pelaku yang membuang bayi. Sontak, penemuan tersebut membuat gempar. Sejumlah warga di perumahan tersebut berdatangan ke lokasi.

Setelah dilaporkan ke pihak RT dan diteruskan ke kepolisian, tak lama kemudian sejumlah petugas Polsek Ngaliyan mendatangi lokasi. Polisi mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Termasuk melakukan evakuasi bayi tersebut untuk dibawa ke rumah sakit terdekat. Hingga kemarin, polisi masih mengusut pelaku pembuangan bayi tak berdosa tersebut.

Dokter Fera Dewi yang melakukan penanganan terhadap bayi tersebut menjelaskan, saat ditemukan bayi dalam kondisi sehat. (amu/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Banyak Mobil Dinas Belum Dikembalikan

MAGELANG—Anggota DPRD Kota Magelang yang posisinya tidak diuntungkan dengan terbitnya PP Nomor 18 Tahun 2017 tentang Hak Keuangan dan Administratif Pimpinan dan Anggota DPRD...

Uang Jasa Gelapkan Perkara

SEMARANG - Sistem penegakan hukum dikupas secara gamblang dalam buku berjudul ’Advokat dan Penegakan Hukum’ karangan Ketua Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Semarang, Theodorus Yosep...

Satu Siswa Tak Ikut Ujian

MAGELANG - Dari 33.129 siswa peserta ujian nasional (unas) di 216 SMK negeri/swasta se-eks Karesidenan Kedu, 1 orang siswa tidak bisa ikut ujian hari...

Rumah Ghozi

"Ini pasti Ghozi," kata saya dalam hati. "Ting... ting..", berbunyi lagi ponsel saya setengah tidak terdengar. Saya pun menatap jam di dinding: pukul 02.51. "Kok senyum-senyum...,"...

Jangan Terbangkan Balon Udara

MAGELANG - PT PLN Area Magelang meminta masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara selama Ramadan dan Lebaran. Pasalnya, balon udara jika terkena jaringan listrik...

Mengambil Hikmah dari Kesombongan Iblis (2)

RADARSEMARANG.COM - KALAU ditelusuri tentang fungsi salat itu sendiri yang seharusnya dapat menjadikan pelakunya  sebagai orang yang jauh dari perbuatan keji dan mungkar, tentu...