Makna Terbelenggunya Setan Pada Bulan Ramadan

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak Kiai, Saya ingin bertanya beberapa hal yang berkenaan dengan pelaksanaan ibadah puasa. 1) Apa yang dimaksud dengan setan-setan yang dibelenggu di bulan Ramadan, sementara kita masih menyaksikan di bulan puasa (terutama malam hari), orang-orang yang tidak shaum/puasa (secara sengaja) di tempat-tempat maksiat masih buka, dsb. 2) Bagaiman cara mencapai puasanya kaum shalihin jika dikaitkansengan konteks sekarang? Terimakasih

Winda di Semarang 085643675XXX

Jawab:

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Ibu Winda yang dimuliakan Allah. Begini Hadits Nabi SAW yang menyatakan “Apabila bulan puasa tiba, maka terbuka pintu-pintu surga, tertutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu,” dapat dipahami dalam pengertian majazi dan dapat juga secara hakiki. Dalam pengertian majazi, hadits tersebut mengandung makna bahwa bulan puasa adalah bulan ibadah dan pendekatan diri kepada Allah. Di dalamnya, Allah melimpahkan ganjaran yang luar biasa serta membuka pintu-pintu ampunan-Nya. Dengan sedikit amal saja, manusia dapat memperoleh ganjaran yang banyak dan ini mengantarnya ke surga sehingga surga dalam bulan itu bagaikan selalu terbuka. Neraka –karena banyaknya pengampunan Allah– bagaikan tertutup, dan setan-setan karena kesadaran manusia begitu tinggi, bagaikan terbelenggu. Jika hadits tersebut dipahami secara hakiki, maka kita dapat berkata bahwa kedurhakaan muncul akibat godaan setan dan rayuan nafsu.

Di bulan puasa, memang setan terbelenggu, tetapi ada orang-orang yang hawa nafsunya tidak terkendali, mereka itulah yang melakukan kedurhakaan. Ulama-ulama menjelaskan bahwa ada perbedaan antara godaan setan dan rayuan nafsu. Setan menggoda dengan tujuan merugikan manusia, atau paling tidak menjadikannya tidak beruntung. Karena itu, setan dapat mengubah dari saat ke saat rayuannya, jika dia gagal dalam rayuan pertama. Ini berbeda dengan nafsu yang hanya ingin memuaskan dirinya, sehingga bila dia menginginkan, dia tidak akan mengubahkan dan terus mendesak hingga keinginannya tercapai. Demikian semoga barakah dan manfaat, wallahu a’lam. (*)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -