33 C
Semarang
Jumat, 7 Agustus 2020

Izin Peternakan untuk Tambang

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, BOYOLALI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali kecolongan. Terdapat aktivitas penambangan di Dukuh/Desa Bakalan, Kecamatan Cepogo. Padahal sudah diatur bahwa di Kecamatan Cepogo, Musuk, hingga Selo melarang adanya aktivitas penambangan.

Menariknya lagi, izin yang diajukan PT Era Bangun Rejeki di Desa Bakalan untuk usaha peternakan ayam. Perizinan melalui Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kepada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jateng.

Anehnya, PT Era Bangun Rejeki sebagai pemohon izin tak menjelaskan kepada Pemkab Boyolali , jika tanah di lokasi tersebut akan dikeruk. DPMTPS Provinsi Jateng lalu menerbitkan keputusan nomor 534.32/4991 tahun 2018 tentang Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi untuk penjualan batuan.

”Kalau tahu akan dikeruk, dari Pemkab Boyolali melalui Disnakkan dan DLH pasti tidak akan mengizinkan,” tegas Kasi Penindakan Satpol PP Boyolali, Tri Joko kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (1/6).

Aktivitas tambang di lokasi tambang yang satu tahun lalu dikukut jajaran Polres Boyolali itu jelas meresahkan masyarakat sekitar. Tanah di sekitar tambang menjadi labil dan mudah longsor. Karena elevasinya tak sama.

Warga pun melaporkan kegiatan itu dan langsung dilakukan penyelidikan. ”Kami langsung koordinasi dengan DLH, DPU, dan Disnakkan mengenai tambang tersebut. Dan semua merasa keberatan dengan penyalahgunaan rekomendasi itu,” beber Tri.

Kepala Disnakkan Boyolali, Juwaris mengatakan, sudah melakukan monitoring dan evaluasi ke lapangan. Hasil rekomendasi yang diberikan ternyata disalahgunakan. Izin usaha peternakan ayam potong yang diajukan merupakan suatu kesalahan dan dapat dikategorikan bentuk penyalahgunaan rekomendasi. Untuk itu, Disnakan dengan tegas mencabut kembali rekomendasi yang pernah dikeluarkan tersebut.

”Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kami harapkan segera melakukan pencabutan IUP. Karena tak sesuai dengan izin yang diajukan,” keluh Juwaris.

Sementara itu, pengelola  tambang, Giyanto mengklaim pihaknya sudah mendapatkan izin dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Izin turun sejak sebulan lalu. Saat ini, dua alat berat dikerahkan untuk pengerukan tanah. ”Tanahnya ini kan sudah kami beli. Rencananya akan kami bangun kandang ayam,” kilahnya. (wid/fer)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Pantai Diserbu Pengunjung

RADARSEMARANG.COM, JEPARA – Libur sekolah dan perayaan Natal membuat sejumlah lokasi wisata di Jepara ramai didatangi wisatawan. Tak terkecuali wisata pantai. Tingkat kunjungan wisatawan...

Pendidikan Karakter dalam Pelajaran Seni Musik

RADARSEMARANG.COM - Pelajaran Seni musik di sekolah selain mengenalkan penggunaan alat musik atau olah vokal juga merupakan sarana pendidikan karakter pada peserta didik. Tidak...

Rayakan HUT, Beri Santunan 27 Panti Asuhan

SEMARANG – Perusahaan jasa pengiriman JNE dalam perayaan hari jadi yang ke-27 baru-baru ini tak hanya menggratiskan ongkos kirim bagi para pelanggannya, tapi juga...

“Kalau Bisa Nyawa Dibalas Nyawa”

RADARSEMARANG.COM - RUMAH pasangan Warso dan Keswati di Perum PGRI Blok K RT 4 RW 16 Kelurahan Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Selasa (7/8) kemarin,  dipadati...

Bedah 31 Rumah Jadi Layak Huni

SEMARANG – Samsung Elektronik, salah satu perusahaan elektronik terbesar asal Korea dalam bisnis tidak hanya mementingkan keuntungan. Sebaliknya, sebagian keuntungan dikembalikan lagi ke masyarakat...

Ingin Lihat Sunrise, Berakhir di Jalan Sempit

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO — Aplikasi peta online kembali menyesatkan penggunanya. Rombongan wisatawan yang akan melihat sunrise atau matahari terbit di Bukit Sikunir Kecamatan Kejajar Kabupaten...