33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Gagal WTP Gara-Gara BOS

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, KLATEN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten gagal meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) terkait Laporan Keuangan Daerah (LKDP) Tahun Anggaran 2017. Penyebab utama kegagalan, terkait penyajian laporan pengelolaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dinilai kurang valid. Sebab masih ditemukan selisih perhitungan dalam laporan BOS tersebut.

Dari informasi yang berhasil digali Jawa Pos Radar Solo, penyajian saldo akhir BOS per 31 Desember 2017 sebesar Rp 4,19 miliar. Nilai tersebut merupakan saldo dana BOS di 708 SD dan 65 SMP negeri. Tetapi setelah diaudit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK), dari saldo yang disajikan, ternyata terdapat selisih nominal Rp 86,46 juta.

”Kendalanya dalam pengelolaan BOS di Dinas Pendidikan saja. Kalau lainnya tidak masalah. Penyajiannya laporannya istilahnya belum bisa dikatakan valid karena dalam pembukuaannya masih ada selisih. Jadi laporan pengelolaan BOS itu belum dapat diterima,” jelas Pelaksana Tugas (Plt) Inspektur Inspektorat Klaten, Purwanto Anggono Cipto kepada Jawa Pos Radar Solo, Jumat (1/6).

Adanya selisih ini membuat Klaten harus puas meraih predikat wajar dengan pengecualian (WDP). Hasil sama yang didapat Kota Bersinar tahun lalu. Padahal Bupati Klaten, Sri Mulyani selalu meminta jajarannya memperbaiki menyusun LKDP demi mengejar gelar WTP.

Selanjutnya, Purwanto bakal melakukan pendampingan dan pengawalan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Terkait penyusunan laporan keuangannya agar tidak lagi menunggu hingga akhir tahun. Tetapi pada Juli nanti, akan dilakukan pengujian terhadap seluruh laporan keuangan guna mencegah kendala yang sama.

Khusus pengelolaan dana BOS, Purwanto meminta setiap kecamatan memiliki satu tenaga yang memahami betul terhadap laporan keuangan. Dia menilai sumber daya manusia (SDM) yang paham terkait hal ini masih minim. Inspektorat bakal menyiapkan seorang SDM di tiap kecamatan untuk dilatih pembukuan.

Sekretaris Dinas Pendidikan Klaten, Sri Nugroho mengakui kegagalan Klaten meraih WTP karena penyajian BOS yang belum optimal. ”SDM mayoritas kurang memahami teknologi. Memang idealnya setiap kecamatan ada tenaga kependidikan yang menguasai BOS. Begitu juga di tingkat kabupaten,” bebernya. (ren/fer/jpg/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Padukan Kebaya dengan Celana Kulot Batik

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Melestarikan busana warisan budaya nenek moyang, yakni kebaya, Margaria Batik Semarang mengeluarkan tiga jenis kebaya guna menyambut Hari Kartini, 21 April mendatang....

Piagam Tak Diakui, Orang Tua Siswa Protes

PELAKSANAAN Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online tingkat SMP di Kota Semarang sempat diwarnai kericuhan. Kisruh terjadi di SMP Negeri 2 Semarang, di mana...

Sudah Nikah, tapi masih perawan

Tanya dr Andi: Saya sudah menikah 4 bulan yang lalu, tapi suami saya masih belum berhasil menembus selaput dara saya. Saya sangat ketakutan saat akan...

Bangga Industri Karoseri Jateng

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Transportasi massal menjadi salah satu program yang menjadi prioritas Jateng ke depan. Untuk menggagas hal itu, Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo...

Sosialisasi di Lapas Ringkas dan Seksama

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Meskipun partisipasi pemilih dalam keikutsertaan pemilihan umum di Lapas 2A cukup besar hampir menyentuh angka 100 persen, Komisi Pemilihan Umum (KPU)...

Notaris-PPAT Rutin Berikan Uang Pelicin

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) ternyata rutin memberikan uang pelicin kepada Kepala Subseksi Pemeliharaan Data Pertanahan Nasional pada Kantor Agraria dan Tata...