33 C
Semarang
Senin, 13 Juli 2020

Anggota TNI Dikeroyok Pemuda

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, REMBANG – Anggota TNI bernama Pratu Sistiyar harus dirawat di RSUD dr. R. Soetrasno karena tulang bahunya geser. Sistiyar dan empat rekannya yang sedang njagong di depan rumah tetangganya tiba-tiba dikeroyok puluhan pemuda tak dikenal.

Kemarin, Sistiyar sudah bisa duduk di atas tempat tidur Ruang Ortophedi RSUD dr. R. Soetrasno. Sakitnya sedikit berkurang. Tak seperti Kamis (31/5) dini hari. Dia tak bisa tidur karena menahan rasa sakit di bahu.

Tangan kanannya dipasang gips. Beberapa luka ringan di kepalanya mulai mengering. Kepala kanannya juga ada bekas jahitan. Ada sekitar tiga jahitan di kepalanya.

Sambil duduk di atas tempat tidur, pria berusia 24 tahun ini menceritakan awal mula dirinya dikeroyok. Kamis (31/5) sekitar pukul 01.30 dini hari, Sistiyar dan empat rekannya ngobrol di depan rumah tetangganya di Dukuh Blandok, Desa Plawangan, Kragan.

Kemudian ada sekelompok orang mendatangi mereka. Lalu menanyakan keberadaan seseorang. Sistiyar dan rekannya menjawab tidak ada. Kemudian menyarankan agar mencari ke arah timur.

Orang-orang itu ke arah timur. Lalu, kembali lagi menyambangi Sistiyar dan rekan-rekannya. Dengan jumlah orang lebih banyak. Sekitar 20 orang. Salah satu di antaranya melemparkan botol miras ke arah Sistiyar dan mengenai matanya.

Sistiyar lalu menanyakan apa maksud pelemparan tersebut. Namun, dia dan empat rekannya langsung dikeroyok. Bahu kanannya dipukul dengan kayu balok. Entah berapa kali. Dia lupa jumlah orang yang memukulnya.

Yang jelas, puluhan orang itu bersenjata. Ada yang bawa kayu balok, botol miras, dan batu. Sistiyar dan rekan-rekannya sempat melawan. Karena kalah jumlah dan tangan kosong, Sistiyar dan rekan-rekannya terluka. ”Mereka (gerombolan orang, Red) kondisinya mabuk semua,” ungkap Sistiyar kepada Jawa Pos Radar Kudus kemarin.

Beruntung, rekan-rekan Sistiyar hanya mengalami luka memar dan lecet. Sehingga tak perlu dirawat inap. Dia mengaku belum mengetahui tindakan seperti apa yang dilakukan dokter untuk mengatasi tulang bahunya yang bergeser. Apakah harus dioperasi atau tidak.

Sistiyar sendiri, merupakan anggota TNI AD yang bertugas di Yonif Lintas Udara (Linud) 328 Kostra Cilodong, Depok, Jawa Barat. Dia tak mengetahui apa yang menyulut para pemuda itu menyerangnya.

Karena Sistiyar baru di rumah dua hari. Dia mengambil cuti sebelum ditugaskan ke Papua. Rencananya, dia berangkat tugas ke Papua pada Oktober 2018 mendatang. ”Saya tidak tahu masalahnya apa. Sebab, saya baru dua hari di rumah. Biasanya pulang setahun sekali,” jelasnya.

Kapolsek Kragan AKP Mansur menjelaskan, pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi. Hingga kemarin siang belum ada satupun orang yang ditetapkan sebagai tersangka. ”Kami masih kejar terduga pelakunya,” jelasnya. (lid/lin/jpg/ton)

Berita sebelumyaAntisipasi Sampah Membeludak
Berita berikutnyaHotel Sapi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Gwadar

Oleh: Dahlan Iskan Ini tidak penting: dibanding debat calon presiden nanti malam. Yang salah satu temanya HAM. Yang bikin saya melihat youtube ILC-nya Prof. Rocky...

Pohon Tumbang Tutup Jalan Pahlawan

MAGELANG - Hujan lebat disertai angin menyebabkan sebatang pohon di Jalan Pahlawan, tepatnya di depan Secaba, Kota Magelang, tumbang, Rabu (25/1) siang. Meski tidak...

Untag-PWI Gelar Sekolah Jurnalistik

SEMARANG - Kurikulum baru pendidikan tinggi yang mendorong perguruan tinggi bekerja sama dengan lembaga profesi untuk memberikan ketrampilan bagi mahasiswa direspons positif oleh Universitas...

Dorong Orang Tua Bercerita pada Anak

DEMAK-Penggunaan metode pembelajaran, orang tua bercerita kepada anaknya sendiri di rumah, kini semakin surut. Ini terjadi seiring dengan minimnya tradisi membaca buku oleh orang...

Pembelajaran Berorientasi Bisnis dan Produksi

RADARSEMARANG.COM - Program teaching factory (Tefa) merupakan perpaduan pembelajaran Competency Based Training (CBT) dan Production Based Training (PBT). SMK Negeri 7 Purworejo juga menerapkan...

2017 Bukan Tahun Properti

“Selama empat tahun belakangan, dari pameran yang kami gelar sepanjang tahunnya, tahun 2017 ini paling rendah,” Dibya K Hidayat, Ketua Property Expo SEMARANG – Tahun 2017...