32 C
Semarang
Jumat, 25 Juni 2021

Terdengar Gemuruh, Disusul Hujan Abu

Gunung Merapi Meletus Lagi

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Gunung Merapi kembali meletus Jumat (1/6) pagi. Letusan freatik kali ini diiringi suara gemuruh. Eupsi teramati dari Pos Pengamatan Ngepos Desa Ngablak Kecamatan Srumbung Magelang.

“Letusan pagi ini terjadi pukul 08.20. Di seismograf Pos Ngepos terekam amplitudo maksimum mencapai 77 milimeter, tinggi kolom abu mencapai 6.000 meter ke arah barat, teksturnya tebal berwarna putih keabu-abuan,” jelas petugas pos pengamatan Ngepos Srumbung, Heru Suparwoko, kemarin.

Heru melanjutkan, dalam beberapa hari terakhir, gempa dan peningkatan aktivitas vulkanik tidak terjadi. Tapi kemarin tiba-tiba terjadi letusan disertai suara gemuruh yang berlangsung sekitar dua menit.

“Hingga pagi ini (kemarin, red) peningkatan suhu relatif sama seperti kemarin. Tanda awal tidak ada, untuk gempa juga tidak ada,” lanjut Heru.

Kejadian ini membuat warga di kawasan bencana tiga atau radius hingga 15 kilometer dari puncak Merapi pun panik dan keluar rumah. Mereka terlihat berkumpul di sejumlah titik untuk mengantisipasi setiap kemungkinan yang terjadi.

Ismail, warga Desa Banyuroto Sawangan mengaku mendengar suara gemuruh saat terjadi erupsi. “Tadi terdengar suara gludug-gludug. Setelah letusan, terjadinya hujan abu tipis di wilayah kami sekitar 1 jam,” terangnya.

Ismail menuturkan, saat erupsi, warga sempat panik, berlari dan kumpul di satu titik. “Setelah ditunggu beberapa saat tidak ada gemuruh lagi dan dirasa tidak ada hal yang membahayakan, lalu pada bubar. Masyarakat kembali beraktivitas sediakala,” ungkapnya.

Usai erupsi, beberapa desa pada tiga kecamatan di Kabupaten Magelang, yakni Sawangan, Pakis dan Ngablak, terjadi hujan abu tipis. Kepala BPBD Kabupaten Magelang Edy Susanto merinci, hujan abu di wilayah Kecamatan Sawangan terjadi di Desa Wonolelo, Senden, Windusabrang, Wirosoko, Denokan, Panggung, Pelem, Plutungan. Kemudian di Kecamatan Pakis terjadi di Desa Ketep, Pogalan, Ketundan dan Kragilan. Adapun Kecamatan Ngablak terjadi di Desa Sumberejo. “Tadi petugas BPBD langsung turun lapangan ke Desa terdampak membagikan masker,” ucap Edy.

Sementara itu, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG ) Yogyakarta mengimbau masyarakat tetap tenang dan menghindari aktivitas di radius 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi karena ada ancaman lontaran pasir, kerikil dan batu apabila terjadi letusan. “Masyarakat di sekitar lereng juga diminta mewaspadai hujan abu dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” pinta Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida. (san/ton)

Latest news

Related news

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here