Beranda Tanya Jawab Agama Islam Makna Terbelenggunya Setan Pada Bulan Ramadan

Makna Terbelenggunya Setan Pada Bulan Ramadan

Others

Pertanyaan:

Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak Kiai, Saya ingin bertanya beberapa hal yang berkenaan dengan pelaksanaan ibadah puasa. 1) Apa yang dimaksud dengan setan-setan yang dibelenggu di bulan Ramadan, sementara kita masih menyaksikan di bulan puasa (terutama malam hari), orang-orang yang tidak shaum/puasa (secara sengaja) di tempat-tempat maksiat masih buka, dsb. 2) Bagaiman cara mencapai puasanya kaum shalihin jika dikaitkansengan konteks sekarang? Terimakasih

Winda di Semarang 085643675XXX

Jawab:

Wa’alaikumussalam Warahmatullah Ibu Winda yang dimuliakan Allah. Begini Hadits Nabi SAW yang menyatakan “Apabila bulan puasa tiba, maka terbuka pintu-pintu surga, tertutup pintu-pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu,” dapat dipahami dalam pengertian majazi dan dapat juga secara hakiki. Dalam pengertian majazi, hadits tersebut mengandung makna bahwa bulan puasa adalah bulan ibadah dan pendekatan diri kepada Allah. Di dalamnya, Allah melimpahkan ganjaran yang luar biasa serta membuka pintu-pintu ampunan-Nya. Dengan sedikit amal saja, manusia dapat memperoleh ganjaran yang banyak dan ini mengantarnya ke surga sehingga surga dalam bulan itu bagaikan selalu terbuka. Neraka –karena banyaknya pengampunan Allah– bagaikan tertutup, dan setan-setan karena kesadaran manusia begitu tinggi, bagaikan terbelenggu. Jika hadits tersebut dipahami secara hakiki, maka kita dapat berkata bahwa kedurhakaan muncul akibat godaan setan dan rayuan nafsu.

Di bulan puasa, memang setan terbelenggu, tetapi ada orang-orang yang hawa nafsunya tidak terkendali, mereka itulah yang melakukan kedurhakaan. Ulama-ulama menjelaskan bahwa ada perbedaan antara godaan setan dan rayuan nafsu. Setan menggoda dengan tujuan merugikan manusia, atau paling tidak menjadikannya tidak beruntung. Karena itu, setan dapat mengubah dari saat ke saat rayuannya, jika dia gagal dalam rayuan pertama. Ini berbeda dengan nafsu yang hanya ingin memuaskan dirinya, sehingga bila dia menginginkan, dia tidak akan mengubahkan dan terus mendesak hingga keinginannya tercapai. Demikian semoga barakah dan manfaat, wallahu a’lam. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Stay Connected

12,293FansSuka
35PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan

Latest News

Huawei HSBC

Tanpa Angpao

Naik Lagi

Related News

Huawei HSBC

Tanpa Angpao

Naik Lagi

Penantian D-dimer