33 C
Semarang
Sabtu, 19 September 2020

Napi Kabur dari Lapas Kedungpane

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Narapidana: kasus pencurian yang sedang menjalani masa pidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kedungpane Semarang, Rizki Agung Wibowo Siswoyo, diketahui kabur. Informasi kabur tersebut dibenarkan oleh Kepala Lapas Semarang, Dadi Mulyadi.

“Kejadiannya pada 21 Mei lalu. Bermula ketika Rizki diminta untuk membantu membersihkan ruang kunjungan, padahal yang bersangkutan ini rencananya akan bebas pada Oktober 2018 mendatang,”kata Dadi Mulyadi saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (31/5).

Rizki sendiri divonis bersalah melakukan pencurian sebagaimana diatur dalam pasal 362 KUHP. Atas perbuatannya itu, majelis hakim yang dipimpin Bakri didampingi dua hakim anggota, Casmaya dan Edy Suwanto, menjatuhkan pidana selama 2 tahun penjara.

Selain itu, majelis hakim juga menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani  Rizki dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dan menetapkan terdakwa tetap berada dalam tahanan. Majelis terakhir membebankan kepada Rizki untuk membayar biaya perkara sebesar Rp 2 ribu. Vonis tersebut dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada 08 Februari 2018 lalu, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Kota Semarang yang menuntut perkaranya, M. Supriyanto.

“Saat Rizki kabur, waktu bersamaan ada warga binaan lain, harus mendapat perawatan ke rumah sakit. Mungkin petugas kami lalai, sehingga Rizki berhasil lari,” sebut Dadi.

Atas kejadian tersebut, lanjut Dadi, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pengejaran. Terkait petugas yang diduga lalai dalam tugas tersebut, diakuinya sudah dimintai keterangan.

“Masih diupayakan pencarian. Yang penting jangan sampai mental petugas jatuh karena ini,”jelasnya.

Komunitas Peduli Hukum (KPH) Semarang, Mardha Ferry Yanwar, mengaku heran dengan kaburnya salah satu napi tersebut. Ia menduga Rizki bukan lalai, tapi bisa saja ada oknum petugas yang turut serta memuluskan proses pelarian Rizki. Apalagi, lanjut Mardha, selama idul fitri berlangsung informasi yang diterimanya di berbagai media masa, petugas lapas yang berjaga lebih ditingkatkan, karena ada penambahan petugas jaga dari CPNS, piket pengawasan tarawih dan sahur, tim ramadan, dan pengawasan internal.

“Kami berharap petugas yang lalai juga diberi sanksi, termasuk Kepala Lapas yang bertugas harus ada sanksi tegas dari pimpinan wilayah, jangan sampai cuma menggagalkan sabu masuk lapas ada reward, sedangkan ada napi kabur cuma diperiksa,”tandasnya.

Terkait sanksi, sepemahamannya, napi yang kabur nantinya bisa diberi sanksi baik yang bersifat administratif, yakni pencabutan remisi atau pengurangan hukuman. Selain itu, bisa juga diberikan sanksi berupa pengurangan jatah kunjungan keluarga. “Sepemahaman saya, sesuai aturan undang-undang selama enam hari tak boleh dikunjungi siapapun, tapi itu kalau napinya ketangkap, kalau ndak perlu dipertanyakan pola kerja petugasnya,” katanya.  (jks/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Cekcok, “Bom” Meledak

TEMANGGUNG—Pada Rabu (22/11) malam, sekitar pukul 23.00, warga Dusun Pandesari RT  03 RW 08 Kelurahan Parakan Wetan, Kecamatan Parakan, Temanggung, dikejutkan dengan suara ledakan...

Pameran AITE Raih Sambutan Positif

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Pameran Bank Jateng Syariah Amphuri Islamic Travel Expo (AITE) 2018 di Paragon Mal Semarang mendapatkan sambutan positif dari masyarakat. Terbukti dari banyaknya warga...

Perlunya Perubahan Paradigma tentang Mengajar

RADARSEMARANG.COM, PANDANGAN mengajar yang hanya sebatas menyampaikan ilmu pengetahuan, dianggap sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan. Mengapa bisa begitu? Minimal, ada tiga alasan penting....

3 Mobil dan 1 Bus Tabrakan, 1 Orang Tewas

UNGARAN - Kecelakaan karambol yang melibatkan tiga mobil dan satu bus terjadi di jalan tol Ungaran - Bawen tepatnya di KM 25,400, Rabu (12/7)...

Ungkap Peredaran Sabu Jaringan Lapas

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Polres Semarang berhasil mengungkap pengedaran sabu di Kawasan Wisata Bandungan yang dikendalikan melalui lembaga permasyarakatan (lapas) Kedung Pane Kota Semarang. Wakapolres Semarang,...