33 C
Semarang
Senin, 3 Agustus 2020

KPU Kesulitan Kejar Target Partisipasi Pemilih

Another

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan...

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemilih yang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk menggunakan hak suaranya pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jateng pada 27 Juni 2018 wajib membawa formulir C6 atau surat undangan menggunakan hak pilih serta KTP elektronik (E-KTP) atau surat keterangan (suket) pengganti E-KTP.

Karena hal itu, KPU Kabupaten Semarang merasa pesimistis dapat mencapai target pemilih sampai 77,5 persen. Ketua KPU Kabupaten Semarang, Guntur Suhawan mengatakan hal itu sulit tercapai menyusul adanya ketentuan yang diatur dalam Peraturan KPU (PKPU) No 8 Tahun 2018 tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara tersebut.

“Persyaratan menggunakan hak pilih pada Pilkada 2018 berbeda dengan pemilu sebelumnya. Hal itu karena pemilih yang sudah masuk dalam DPT (daftar pemilih tetap) wajib membawa surat undangan dan E-KTP ketika mau nyoblos di TPS. Ini jadi tantangan berat buat kami,” kata Guntur, Kamis (31/5).

Diakuinya, pada Pilgub Jateng 2018 nanti pihaknya dituntut supaya dapat tercapai partisipasi pemilih hingga 77,5 persen. Tapi ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemilih dalam menggunakan hak pilihnya, yakni membawa bukti surat undangan dan E-KTP atau suket.

“Realita di lapangan, orang kadang lupa membawa formulir C6 saat datang ke TPS. Kalau pemilu sebelumnya, seseorang yang masuk DPT datang ke TPS langsung nyoblos tanpa harus membawa bukti surat undangan dan E-KTP atau suket,” katanya.

Adapun persyaratan membawa formulir C6 dan e-KTP saat mencoblos wajib bagi pemilih yang masuk DPT maupun DPT tambahan. Sedangkan pemilih yang memang tidak masuk DPT maupun DPT tambahan bisa menggunakan hak suaranya ke TPS hanya membawa E-KTP saja.

“Yang wajib membawa formulir C6 dan E-KTP adalah orang yang masuk dalam DPT atau DPT tambahan. Kita pesimistis target partisipasi pemilih 77,5 persen bisa tercapai, ini ibaratnya mau memilih malah repot, apalagi masyarakat di pedesaan keberadaan surat undangan cenderung diabaikan,” katanya.

Guntur mengungkapkan, permasalahan lain yang menjadi kajian KPU Kabupaten Semarang adalah seseorang yang hadir ke TPS wajib mengisi formulir C7 atau daftar hadir disertai tandatangan atau cap jempol.

Hal itu berbeda dengan pemilu sebelumnya yang sudah dokumen daftar nama pemilih tanpa harus mengisi daftar hadir.  “Sebagai bentuk kehati-hatian untuk mengantisipasi kecurangan, dan saya kira ini juga menjadi persoalan bagi teman-teman  panwaslu,” ujarnya.

Guntur mengakui, ketentuan itu berpotensi terjadinya perdebatan di TPS. Ia berharap tim kampanye ikut menyosialisasikan. “PKPU ini mereduksi kasus  di Jakarta, untuk mengantisipasi adanya pemilih siluman,’’ terangnya.

Ia menambahkan, ketentuan untuk membawa surat undangan dan E-KTP juga berlaku pada Pemilu Serentak 2019. Hal ini diatur dalam UU No 7 Tahun 2017  tentang Pemilu. “Di UU No 7 Tahun 2017 sudah jelas mengamanatkan seorang pemilih harus membawa E-KTP dan C6. Kalau sekarang suket masih bisa, saya mohon ini disosialisasikan,” katanya. (ewb/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

Arang Galang

Inilah jalan berliku itu. Tapi yang penting hasilnya: anak muda ini berhasil menjadi pengusaha. Bahkan jadi eksporter. Memang masih sangat kecil. Tapi arah bisnisnya...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Salat Dluha di Bulan Ramadan

Pertanyaan : Assalamu’alaikum Warahmatullah Pak Izzuddin yang saya hormati, mau tanya, apakah boleh mengerjakan salat sunnah dluha di bulan puasa? Faizin 085868888xxx di Semarang Jawaban Wa’alaikuumussalam Warahmatullah  Wabarokatuh,...

Tumbuhkan Kesadaran Berkonsititusi

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Mahkamah Konsititusi (MK) Republik Indonesia, kembali menggelar Kompetisi Debat Konstitusi Mahasiswa Antar Perguruan Tinggi se-Indonesia 2018, yang digelar di Universitas Negeri...

Bekali Siswa Sebelum PKL

RADARSEMARANG.COM - Keterbukaan industri dalam menerima siswa praktik kerja lapangan (PKL) menjadi langkah awal kemitraan industri dalam mendapatkan calon tenaga kerja terampil yang siap...

Siap Jadi Penyangga Pariwisata Borobudur

MAGELANG - Sekitar 150 mobil kuno dari berbagai wilayah di Indonesia, Sabtu (13/5) dan Minggu (14/5) menyerbu Alun-alun Kota Magelang. Kedatangan mobil kuno ini...

Indrawati Shock, Terancam Diamputasi Salah Satu Kakinya

RADARSEMARANG.COM - Ibu dan anak korban kecelakaan dramatis yang melibatkan truk tronton dan tiga sepeda motor di pertigaan Hanoman, Selasa (30/1), lalu masih dirawat...

Dewan Nilai Kurikulum Kebangsaan Masih Kurang

SEMARANG - Pendidikan Pancasila dan pendidikan terkait kebangsaan wajib dilakukan di sekolah, baik formal maupun nonformal. Mengingat, Pancasila merupakan dasar negara Indonesia perlu terus...