Kopi Muria Laris di Kafe

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM, KUDUS – Dinas Tenaga Kerja Perindustrian Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Kudus menggencarkan promosi produk kopi Muria. Upaya tersebut sudah dibuktikan dengan menggandeng petani dan membawa produksi kopi ke ajang pameran nasional maupun lokal.

Kepala Dinas Tenaga Kerha Perindustrian Koperasi dan UMKM Bambang TW mengatakan, kopi Muria mampu bersaing dengan kopi lainnya, seperti kopi Aceh, Toraja, dan lain sebagainya. ”Kafe atau tempat nongkrong yang menyajikan kopi di Kduus sekarang ini sudah menggunakan produk kopi Muria. Tanaman kopi jenis robusta tumbuh di dataran tinggi Gunung Muria, tepatnya di Desa Colo, Dawe,” ungkapnya.

Ditambahkan, ada 330 petani kopi di Colo. Tiga di antaranya diolah menjadi kopi siap saji. Bambang mengatakan, dulunya para petani hanya menjual biji kopi, tapi sekarang sudah ada 30-an petani juga mengolah kopi menjadi siap saji.

Untuk memperkenalkan lebih ke masyarakat, rencananya akan menggelar kegiatan tentang kopi Muria, mulai dari penyajiannya sampai baristanya. Dia mengaku, untuk sekarang ini konsepnya baru diolah. ”Brand kopi Muria sudah mulai dikenal tidak hanya di masyarakat Kudus, tapi juga luar kota. Sebenarnya, tidak hanya di Desa Colo, Desa Rahtawu juga ada, tapi kami menyebutnya tetap kopi Muria karena berada jadi satu kabupaten. Hal itu juga untuk mempermudah promosi,” ungkapnya.

Salah satu petani sekaligus pengolah kopi Muria Pranyoto Shofil Fu’ad mengatakan, bagi penggemar kopi pasti bisa membedakan kopi Muria dengan kopi Aceh, Toraja, dan lainnya. Rasa kopi yang berbeda, pertama dari jenis tanah, dan kedua proses awal memasaknya. (san/lil/jpg/ton)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -