IPS, Cara Mengenal dan Memahami Peserta Didik

spot_img

RADARSEMARANG.COM – MENGENALI dan memahami peserta didik bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan seorang guru yang sekaligus sebagai pendidik, apalagi bagi guru SMP di mana setiap guru harus mengajar minimal 24 jam tatap muka dalam satu minggu. Ini artinya, guru harus memiliki kelas tatap sebanyak 4 kelas (untuk mata pelajaran yang memiliki jam tatap muka 6 jam per minggu). Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dalam kurikulum 2013 memiliki 4 jam per minggu per kelasnya. Jika satu kelas berisi 26 peserta didik, guru harus mengenal dan memahami 104 peserta didik, mulai dari kepribadian, perilaku, dan juga kebiasaan belajar, sangat sulit bagi guru untuk mengawali bagaimana cara untuk mengenal dan memahami peserta didik dengan cara yang cepat dan efisien.

IPS, salah satu cara yang bisa digunakan oleh guru untuk mengenal dan memahami peserta didik dalam jumlah yang banyak. IPS merupakan singkatan dari Intake, Personality, Step. Intake, mengandung makna kemampuan dasar yang dimiliki seseorang. Seorang anak pada dasarnya sudah memiliki kemampuan dasar sejak dilahirkan. Tinggal bagaimana caranya mengolah kemampuan dasar tersebut. Proses pengolahan Intake ini berawal dari keluarga, kemudian dengan lingkungan sekitarnya, sampai pada lingkungan sekolah.

Ketiga faktor tersebutlah yang berperan dalam membesarkan Intake seseorang. Guru bisa mengenali Intake peserta didiknya dengan cara memberikan pertanyaan baik secara tertulis maupun lisan. Pertanyaan tertulis bertujuan untuk mengenal Intake pengetahuan, sedangkan pertanyaan lisan dapat digunakan untuk mengenal Intake keterampilan. Pertanyaan lisan ini dapat dilakukan guru untuk meminta peserta didik melakukan sesuatu. Dari cara menjawab dan melakukan sesuatu akan terlihat keterampilannya.

Baca juga:   Belajar “Garis Singgung Lingkaran” lebih Menarik dengan Media Video

Personality atau kepribadian peserta didik dapat kita kenali dengan berbincang dan melakukan pendekatan secara personal khususnya pada peserta didik yang memiliki masalah di sekolah. Data-data tetntang kepribadian peserta didik disimpan, diolah, dan dievaluasi untuk memperoleh solusi dan tindak lanjut.

Step artinya langkah atau tahapan. Langkah atau tahapan yang di maksud disini adalah tahapan perkembangan peserta didik. Seseorang memiliki tahapan perkembangan yang berbeda. Pada usia SMP (11 – 15 tahun), seorang anak sedang memasuki tahapan operasional formal, dimana anak berpikir dengan secara logis mengenai peristiwa-peristiwa yang konkret (Cahyo, 2013:43). Dengan dasar teori ini, kita sebagai guru berusaha untuk menempatkan mereka sesuai dengan tempatnya dan usianya. Pengakuan guru terhadap keberadaan peserta didik sangatlah penting. Salah satu hal yang bisa kita lakukan adalah selalu memberikan motivasi dan penghargaan kepada peserta didik untuk segala sesuatu yang sudah dikerjakannya. Pemberian motivasi dan penghargaan ini sangat berarti bagi peserta didik untuk melangkah selanjutnya. Kepercayaan diri peserta didik akan muncul dan makin kuat jika kita sebagai guru bersedia mengakui keberadaannya.

Baca juga:   Mudah Paham Negara ASEAN dengan Metode Make A Match

Mengenal dan memahami Intake, Personality, dan Step peserta didik tidak harus kita lakukan pada seluruh peserta didik, kita tidak akan mampu. Guru bisa melakukan ini dengan cara membuat klasifikasi terlebih dahulu. Kelas bisa dibagi menjadi tiga kelompok, yakni: pertama, kelompok atas, terdiri dari peserta didik dengan kemampuan tinggi. Kedua, kelompok tengah, terdiri dari peserta didik dengan kemampuan sedang. Ketiga, kelompok bawah, terdiri atas peserta didik yang memiliki kemampuan rendah. Dengan pengelompokan ini, guru akan lebih mudah utuk mengenal dan memahami Intake, Personality, dan Step mereka dari kelompok bawah terlebih dahulu. Peserta didik dikelompok bawah ini yang pada umumnya memiliki banyak masalah, baik masalah belajarnya maupun masalah dalam keluarga.

Guru yang mampu mengenal dan memahami peserta didiknya, akan lebih mudah mengarahkan dan mengendalikan situasi kelasnya. Tidak ada hal yang tidak mungkin kita lakukan, tekad dan kemauan akan mematahkan hal yang tidak mungkin terjadi menjadi hal yang bisa terjadi. (igi1/aro)

Guru IPS SMP Negeri 3 Salatiga

Author

Populer

Lainnya