33 C
Semarang
Minggu, 20 September 2020

Antisipasi Gendam dan Upal 

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, KEBUMEN – Toko emas merupakan salah objek vital yang ada di wilayah Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen. Tempat ini merupakan salah satu wilayah yang rawan tindak kriminalitas. Mulai dari pencurian, gendam, hingga peredaran uang palsu. Sejumlah personel Polsek Petanahan diturunkan untuk melakukan patroli dan pengamanan di toko emas.

Kapolsek Petanahan AKP Masngudin menjelaskan, setiap hari pihaknya menerjunkan personel untuk melakukan pengamanan dan patroli di toko emas. “Keberadaan personel kami di sekitar toko emas, tidak lain untuk melakukan penjagaan. Serta untuk memantau situasi Kamtibmas di sekitar pasar Petanahan,” kata Masngudin.

Selain melakukan pemantauan, untuk menjaga situasi Kamtibmas, pihaknya juga berpatroli di sekitar pasar untuk mengantisipasi gangguan Kamtibmas. “Dengan adanya personel kami di toko emas dan di seputaran pasar, besar harapan kami tidak ada kejahatan. Tidak ada gendam (hipnotis), peredaran uang palsu, ataupun pencurian,” jelasnya.

Terpisah, jajaran Polres Temanggung juga meningkatkan kewaspadaan di tempat-tempat ramai seperti pasar. Kapolres Temanggung AKBP Wiyono Eko Prasetyo melalui Kasat Sabhara AKP Imam Suparyanto mengatakan, peredaran uang palsu biasanya meningkat menjelang Lebaran apalagi di Kabupaten Temanggung saat ini juga memasuki musim tanam tembakau.

“Menjelang lebaran dan bulan puasa, masyarakat akan lebih banyak menggunakan uang tunai untuk berbagai keperluan. Jadi harus lebih waspada, maka kita antisipasi dengan sosialisasi maupun patroli khususnya di daerah pasar maupun tempat peredaran uang” katanya, Kamis (31/5).

Menurut Imam, masyarakat harus lebih waspada ketika menerima mata uang pecahan Rp 100 ribu, Rp 50 ribu, dan Rp 20 ribu. Karena, pecahan tersebut yang paling banyak beredar. “Saat menerima uang pecahan tersebut, harus teliti dengan ‎melakukan 3D, dilihat, diraba, dan diterawang,” katanya. (jpg/ton)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Rita Pasaraya Bisa Dipindah

Wakil Bupati Wonosobo Agus Subagiyo memastikan kontrak Rita Pasaraya tidak akan diperpanjang. Ia sangat mendukung komitmen bupati untuk memutus kontrak Rita Pasaraya yang habis...

Start Buruk Mahesa Jenar

RADARSEMARANG.COM, MALANG - Tim PSIS Semarang akhirnya harus mengakui keunggulan Bhayangkara FC 1-0 pada laga perdana Grup E ajang Piala Presiden 2018 dalam laga...

Sisipkan Pesan Keberagaman dan Kesetiaan

SEMARANG – Sekuel kedua film Ayat-Ayat Cinta (AAC) akhirnya resmi diluncurkan setelah AAC 1 pada tahun 2007 lalu. Film AAC 2 yang diangkat dari...

Buruh Desak Revisi UMK

UNGARAN – Ratusan buruh yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Pekerja Ungaran (Gempur) kembali melakukan aksi unjuk rasa di halaman Kantor Bupati Semarang, Senin (20/11)....

Penuhi Syarat PKL, Boleh Jualan di Sekolah

BATANG–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang mempersilahkan pedagang kaki lima (PKL) untuk berjualan di sekolah asal memenuhi syarat. Yakni, harus bisa menjaga kebersihan dan berjualan makanan...

Ida Usung Semangat Pendiri Muslimat

RADARSEMARANG.COM, WONOSOBO-Calon Wakil Gubernur Jateng, Ida Fauziyah menegaskan, saat sekarang butuh sosok-sosok perempuan yang bisa berperan sebagai pengambil kebijakan. Semangat ini pula yang diusung...