33 C
Semarang
Minggu, 12 Juli 2020

33.392 Warga Terima Bantuan Non Tunai PKH

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Sebanyak 33.392 warga penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) tahap kedua. Penyaluran bantuan tersebut diserahkan Bupati Batang, Wihaji, di Pendopo Kabupaten, Kamis (31/5).

Wihaji dalam kesempatan tersebut meminta warga penerima manfaat untuk menggunakan uang tersebut dengan bijak dan hati-hati, sebab penggunaanya selain diawasi oleh pendamping juga tidak semua kebutuhan bisa dibeli kecuali sesuai peruntukanya.

“Ini merupakan program nasional yang anggaranya dari Pemerintah Pusat dan Pemda hanya pelaksana teknis di lapangan, jadi saya harapkan ini bisa benar-benar dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ujarnya.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Batang, Joko Tetuko, mengatakan dalam setahun ada empat tahap penyaluran bantuan PKH dengan total anggaran mencapai Rp 66 miliar. Dia menyebut, masing-masing akan menerima Rp 1,8 juta dan maksimal Rp 2 juta yang terbagi dalam empat tahap penyaluran.

“Jumlah besaranya yang diterima oleh penerima manfaat yang tahu hanya pemerintah pusat, kita tidak tahu karena mereka yang pegang datanya dan langsung ditransfer ke masing-masing penerima,” ujarnya.

Warga miskin kita, lanjut dia, saat ini menurut Basis Data Terpadu (BDT) tercatat ada 75 ribu kepala keluarga yang tersebar di 15 kecamatan dan harapanya dengan adanya bantuan PKH ini bisa turut serta menurunkan angka kemiskinan.”Kita ingin jumlah penerima bantuan PKH ini terus meningkat karena tingkat kemiskinan kita masih lumayan banyak,” harapnya.

Terpisah, Koordinator Pendamping PKH Kabupaten Batang, Purnomo Edi menuturkan, jumlah penerima manfaat bantuan PKH tahun 2018 meningkat dibanding tahun sebelumnya.”Di tahun 2017 penerima manfaat tercatat ada 21 ribu orang, sekarang jumlah tersebut meningkat sebanyak 13 ribu lebih atau sebanyak 33.392 orang,” ungkapnya.

Lalu kata dia, jumlah pendamping program PKH di Kabupaten Batang sebanyak 114 orang, dimana masing-masing pendamping melakukan pengawasan kepada penerima manfaat maksimal 450 orang.

Sementara itu, Rustringsih, satu diantara warga penerima manfaat PKH mengaku senang dengan adanya pencairan bantuan yang langsung masuk rekening.”Iya saya senang, sebab ini sudah mendekati lebaran jadi bisa meringankan beban meski penggunaan uang tersebut tidak bisa sembarangan,” tuturnya. (han/bas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

AMDK Sukabela Jadi Rujukan Daerah Lain

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) ‘Sukabela’ yang dikelola Pemkab Semarang melalui pemanfaatan sumber muncul menjadi rujukan beberapa daerah. Hal itu dikatakan...

Demohana Bos Bociter, Cara Mudah Belajar IPA

RADARSEMARANG.COM - PELAKSANAAN Kurikulum 2013 (K13) di sekolah penulis, SMP Negeri 2 Banyubiru, baru dilaksanakan pada 2018. Dengan demikian hanya siswa kelas VII yang...

Jajanan Berformalin Masih Beredar

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG - Dinas Kesehatan Kota Magelang memeriksa kualitas berbagai jajanan yang dijual di sekolah-sekolah. Gerobak jajanan keliling yang telah lolos uji bahan berbahaya...

Jasa Marga Diminta Bayar Kerugian Rp 71,8 M

SEMARANG - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menghukum tergugat yakni, PT Jasa Marga Persero Tbk untuk membayar kerugian kepada warga Kalicari Pedurungan sekitar Rp 71,8...

Pengrajin Tas Kulit Gelapkan 15 Mobil

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Seorang pengusaha tas kulit asal Batursari, Mranggen, Demak, bernama Ageng Tirtayasa, 32, terpaksa dibekuk polisi karena diduga menggelapkan belasan mobil rental....

Butuh Mata Pelajaran Religiusitas Indonesia

SALATIGA - Berbagai masalah yang timbul dalam kehidupan berbangsa dan bernegara akhir-akhir ini, merupakan akibat dari tidak solidnya pendidikan nasional. Selain itu juga disebabkan...