Kejari Kantongi Calon Tersangka

  • Bagikan
Ilustrasi: JawaPos.com
Ilustrasi: JawaPos.com

RADARSEMARANG.COM, SOLO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Surakarta masih fokus melakukan penyidikan kasus dugaan pungli penerbitan surat keputusan (SK) calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solo. Penyidik sudah memberi sinyal dalam waktu dekat akan ditetapkan tersangka dalam kasus tersebut.

Kepala Kejari Surakarta Teguh Subroto masih enggan membeberkan siapa calon tersangka dalam kasus tersebut. Hanya saja penyidik saat ini siap mengungkap dalam waktu dekat. “Dalam waktu dekat kita akan segera mengamankan siapa pelaku tersebut (pungli SK CPNS Kemenag Solo),” ujar Teguh yang enggan menyebut inisial calon tersangka meski sudah didesak.

Apakah ada oknum lain yang terlibat? Teguh mengatakan tidak menutup kemungkinan. Tetapi saat ini pihaknya masih membidik satu orang yang merupakan salah satu pejabat instansi tersebut yang terlibat langsung dalam meminta uang dari 15 korban. “Nanti tunggu saja, apabila sudah ada yang kita amankan akan segera kita kabari,” ujar Teguh.

Kasus dugaan pungli seperti di Kemenag Solo ini memang sangat rentan terjadi di sebuah instansi. Terlebih korban dan pelaku sama-sama satu lembaga. Hal tersebut diungkapkan Pakar Hukum Tata Negara Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Sunny Umul Firdaus.

Dikatakan Sunny, karena antara korban dan oknum tersebut merupakan satu lembaga, maka mudah pula bagi penegak hukum guna mengungkap kedok yang dilakukan pelaku. “Mudah dalam pengusutan karena antara para korban dan oknum jaraknya semakin sangat dekat. Makanya pemeriksaan saksi juga berlangsung cepat, karena korbannya sudah jelas,” ujarnya.

Sunny mengaku heran dengan dugaan pungli di kantor pemerintahan tersebut. Apalagi selama ini pemerintah terus gencar sosialisasi bebas pungli di instansi-instansi pemerintahan. “Regulasinya juga sudah jelas, dan hukumannya cukup tinggi juga. Tapi kok masih nekat,” kata perempuan yang merupakan dosen Fakultas Hukum UNS ini.

Seperti diketahui kasus dugaan pungli terkait penerbitan SK CPNS di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Solo dilaporkan ke Kejari Surakarta. Sedikitnya 15 orang menjadi korban dalam kasus ini. Total kerugian mencapai Rp 375 juta. Kasus tersebut diduga melibatkan pejabat di instansi tersebut. (atn/bun/jpg/ton)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *