33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Sidak, Temukan Nugget Tak Dibungkus di ADA Fatmawati

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dinas Perdagangan Kota Semarang bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang kemarin (30/5) melakukan sidak makanan dan minuman di pusat perbelanjaan dan industri rumah tangga. Dalam sidak tersebut ditemukan makanan kemasan berupa kacang yang belum mengantongi izin. Selain itu, ditemukan nugget yang dijual tanpa kemasan di Swalayan ADA Jalan Fatmawati.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto,  mengatakan, pihaknya bersama petugas BPOM Semarang kali pertama mendatangi salah satu industri rumahan di kawasan Ketileng Indah Utara. Sidak di tempat industri  yang bergerak dalam repack bingkisan lebaran atau parsel ini dilakukan sebagai tindak lanjut laporan warga yang melihat sejumlah truk mengangkut bahan makanan menuju salah satu rumah kawasan Kelurahan Sendangmulyo, Tembalang ini.

”Kepada warga kalau melihat ada penimbunan sembako harap menghubungi kami. Ini tugas kami untuk melakukan pembinaan, tapi kalau sudah di atas kewenangan kami, maka akan kami laporkan ke aparat hukum,” ujarnya.

Di samping itu, kata dia, sidak ini dilakukan Dinas Perdagangan juga sebagai bentuk pembinaan kepada para pengusaha rumahan di Kota Semarang. ”Jangan sampai ada yang sudah usaha tapi lupa mengurus izin kan kasihan,” katanya.

Dalam sidak itu, dipastikan tidak ada penimbunan bahan pokok menjelang lebaran. Pihaknya juga memastikan produk yang beredar di pasaran memiliki izin, termasuk produk yang dihasilkan industri rumah tangga. Hal ini untuk menjamin kenyamanan masyarakat terlebih menjelang lebaran di mana konsumsi bahan makanan semakin meningkat.

”Hari ini (kemarin) hasil temuan kami semua normal, tidak ada penimbunan. Hanya saja ada makanan kemasan berupa kacang, izinnya belum ada. Kami sarankan untuk menarik dari edaran dan segera mengurus di Dinas Kesehatan Kota (DKK) kaitannya dengan izin PIRT (produk industri rumah tangga, red),”  ujarnya.

Dinas Perdagangan juga melakukan sidak di ADA Swalayan Jalan Fatmawati Semarang. Di swalayan ini, petugas menemukan bahan makanan, nugget, yang dijual tanpa kemasan. Padahal dalam pasal 84 UU Nomor 18 tahun 2012 tentang pangan tidak diperbolehkan melepas kemasan makanan.

”Kami temukan nugget curah yang masih kurang pas, karena dari pihak swalayan dibuka. Kita minta produk ini turunkan dari display. Karena kami khawatir jika terkontaminasi,” jelas Fajar.

”Ini memang menjadi tugas kami. Jadi sebesar apapun, meskipun ini swalayan tetap kami tegur dan kami tarik dari peredaran kalau memang tidak sesuai ketentuan,” tambahnya.

Seksi Pemeriksaan BPOM Semarang, Ari Cahyo, meminta masyarakat agar selalu aktif melakukan pengecekan terhadap kemasan makanan yang dibeli. Masyarakat, kata dia, harus memastikan bahwa makanan juga memiliki izin edar, baik dalam maupun luar negeri.

Izin ini dapat diketahui dari kode yang tertera pada kemasan makanan. ”Ini dapat dicek melalui aplikasi android Cek BPOM. Cukup dengan mengetikkan nomornya di aplikasi tersebut, maka akan keluar. Hanya saja,untuk PIRT memang belum bisa pakai aplikasi itu,” jelasnya.

”Kemudian untuk kemasan kaleng juga harus dipastikan bahwa kemasan tidak rusak. Cek tanggal kedaluwarsa. Jangan dibeli kalau memang sudah lewat masanya,” katanya.

Salah seorang pekerja di industri rumahan di kawasan Ketileng Indah Utara, Ahmad Taufik, menjelasksan, bahwa usaha ini memang hanya dijalankan menjelang lebaran. Terhitung usaha repacking parsel ini sudah berjalan sekitar 7 tahun. Di hari biasa, usaha ini menjual sembako dan beras.

”Ambilnya di swalayan dan supermarket. Ini pesanan dari sejumlah instansi. Saya di sini bantuin saja,” jelasnya sembari menginformasikan bahwa usaha ini adalah milik Erna Indrawati yang saat itu sedang ke luar kota mengambil stok barang.

Kepala Gudang Swalayan ADA Fatmawati, Sutopo,  mengaku tidak mengetahui aturan bahwa makanan yang di-display tidak diperkenankan untuk dibuka. Mengenai rekomendasi dari Dinas Perdagangan, pihaknya lagsung menarik produk yang tidak sesuai aturan tersebut.  ”Kami memang tidak tahu kalau tidak boleh. Makanya ini tadi ada rekomendasi dari BPOM dan Dinas Pasar langsung kami tarik semua,” ujar Sutopo.

Mengenai stok bahan makanan, menjelang Lebaran, di swalayan ADA selalu menambah stok sekitar 6-7 persen. Penambahan paling banyak adalah untuk bahan makanan berupa beras, roti, biskuit dan sirup.(sga/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Firman Difabel Buka Jasa Edit Foto

WONOSOBO – Menjadi disabilitas tidak selalu bawaan lahir, Firman Santoso, 20, misalnya. Dia menjadi penyandang disabilitas setelah terkena kecelakaan pada lima tahun lalu. Saat itu...

Kemenangan Ahmad Ghufron Diserahkan Ja’far Hasymi

DEMAK- Ja’far Hasymi terpilih menjadi Ketua PC Muhammadiyah Demak. Ini setelah melalui dinamika proses pemilihan dalam musyawarah cabang (muscab) yang digelar di Markas Dakwah...

Balon Anggota DPD Menang Lawan KPU 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Bakal calon (Balon) anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Jateng, Awigra, berhasil menang dalam gugatannya melawan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah, di Badan...

Pengerjaan Jalan Sentot Alibasyah Dikebut

RADARSEMARANG.COM, MAGELANG – Pemkot Magelang terus mengebut pengerjaan perbaikan jalan Alibasah Sentot yang menghubungkan Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang. Bahkan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan...

Lestarikan Kesenian Nazrak

JAMBU – Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, memiliki kesenian tradisional yang hingga kini terus dilestarikan. Kesenian ini berupa tarian, diiringi syair islami yang dilantunkan bersama alat...

Jadikan Keberlangsungan Madrasah-Pesantren

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO -  Calon Wakil Gubernur Jateng Ida Fauziyah terus melakukan pendekatan politik ke para kiai. Hampir semua kiai di Jateng telah disowani mantan...