Pertanyaan :

Assalamu’alaikum Wr Wb, Romo Kiai Ahmad Izzuddin yang saya hormati dan dimuliakan Allah SWT, saya sering sekali merasakan keraguan yang begitu amat sangat. Ketika saat saya berusaha khusyuk dalam salat, tiba-tiba terasa ingin buang angin atau semacamnya. Dan kadang tak terasa sudah batal atau belum. Lalu, apakah itu merupakan salah satu godaan setan? Lalu apabila kita merasakannya saat kita sedang salat berjamaah di masjid atau musala, apakah kita harus mengulangnya sendiri di rumah? Dan apabila itu terjadi pada salat Jum’at bagaimana? Sekian dan terimakasih. Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Ninik Wachidah di Ngaliyan, 082324390XXX

Waalaikumussalam Warahmatullah, Ibu Ninik Wacidah yang saya hormati dan dimuliakan Allah SWT. Manusia hidup memang tidak lepas dari beragam perasaan. Ada senang, sedih, sakit, sehat, dan beragam sifat manusiawi lainnya. Begitupun rasa yakin dan ragu, selalu menyertai denyut nadi kehidupan manusia.

Salah satu penyakit yang sering mengganggu manusia dalam melaksanakan ibadah adalah rasa ragu atau dalam bahasa kitab disebut dengan was-was. Orang yang terkena penyakit ini, seringnya merasa terganggu karena ia mengalami sesuatu yang terjadi pada dirinya, namun sebenarnya tidak terjadi apa-apa.

Terkait dengan kasus di atas, Rasulullah SAW pernah bersabda, “Jika salah seorang di antara kalian mendapati ada terasa sesuatu di perutnya, lalu ia ragu-ragu apakah keluar sesuatu ataukah tidak, maka janganlah ia keluar dari masjid hingga ia mendengar suara atau mencium bau,” diriwayatkan oleh Muslim. (HR Muslim).

Abdullah bin Zaid juga pernah mengadu kepada Rasulullah SAW mengenai seseorang yang biasa merasakan sesuatu dalam salatnya. Nabi pun kemudian bersabda, “Janganlah berpaling sehingga ia mendengar suara atau mendapati bau,” (HR Bukhari)

Dari uraian di atas dapat kita petik pelajaran bahwa orang yang dalam keadaan suci kemudian ia merasa ragu atas wudlunya, maka ia tidak diharuskan untuk wudlu. Selanjutnya, tetaplah ia meneruskan salat sampai ia yakin ada bunyi atau bau yang sekiranya diyakini itulah yang menyebabkan batalnya wudlu. Jika wudlu batal, maka batal pulalah salat yang dilakukannya. Jika tidak, maka teruskanlah salat sampai selesai. Sehingga tidak ada kewajiban untuk mengulangi salat yang telah dilakukan. Dalam kaidah fikih dikatakan, Al Yaqin La Yuzalu bi as-Syak, keyakinan tidak dapat dihilangkan oleh kebimbangan.

Hendaknya kita sebagai seorang muslim berusaha menghilangkan sikap was-was atau ragu. Karena hal tersebut hanya akan mempersulit diri. Rasulullah sendiri pernah memberitakan bahwa setan dapat mendatangi seseorang untuk menghembuskan was-was dan subhat ke dalam hati manusia. Dan setan pula yang membisikkan rasa was-was untuk memalingkan kekhusyu’an kita. Selalulah mendekatkan diri pada Allah dan memohon diri untuk dilindungkan dari godaan setan yang tercela. Sekian jawaban dari saya, semoga ada manfaatnya dan barokah. (*)