33 C
Semarang
Selasa, 22 September 2020

Direktur PT Kayla Ditahan

Direktur PT Kayla Ditahan

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

Iya, klien saya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polrestabes Semarang per hari ini (kemarin, Red), dan sudah ditahan.”

Bagus Subekti – Kuasa Hukum Marianto

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Direktur PT Kayla Asri Sejahtera, pengembang Perumahan Permata Garden, Sidodadi, Mijen, Marianto, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke tahanan Mapolrestabes Semarang. Marianto dituduh telah melakukan penipuan dan penggelapan uang pembelian rumah dari 150 orang senilai Rp 4,6 miliar.

Iya, klien saya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polrestabes Semarang per hari ini (kemarin, Red), dan sudah ditahan,” kata Bagus Subekti, kuasa hukum Marianto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (30/5).

Bagus menjelaskan, kliennya sebelum ditetapkan sebagai tersangka, telah mendatangi Polrestabes Semarang untuk memenuhi pemanggilan penyidik, Rabu (30/5) kemarin. Ia juga sempat bermediasi dengan para korban dalam kasus ini.

“Tadi mediasi dulu dengan para konsumen (korban), namun dari mediasi ini mengalami kebuntuan. Akhirnya, klien saya diperiksa dan kemudian ditetapkan tersangka,” bebernya.

Bagus sendiri merasa keberatan dengan penetapan kliennya sebagai tersangka tersebut. Meski begitu, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Sebab, hal itu sudah menjadi keputusan penyidik.

“Itu sudah menjadi kewenangan penyidik, dan saya cuma bisa memohon saja. Ya, biar proses hukum berjalan dulu sampai di pengadilan, nanti hasilnya seperti apa? Kan bisa ditelusuri aliran uang ke mana saja,” katanya.

Pihaknya mengaku telah menjelaskan kepada para konsumen bahwa uang tersebut diduga digelapkan oleh beberapa orang di jajaran direksi PT Kayla Asri Sejatara.
“Itu sudah saya jelaskan semuanya kepada konsumen bahwa ada permasalahan internal didalam jajaran direksi PT Kayla Asri Sejahtera. Uang itu diduga digelapkan oleh beberapa orang yang sudah dilaporkan ke Polda Jateng,” jelasnya.
Mereka yang dilaporkan adalah TND menjabat sebagai komisaris; NG suami TND; TM sebagai staf administrasi, NI adik ipar NG, dan NS yang juga staf administrasi. Pada pelaporan ini, Bagus Subekti mengakui telah memiliki bukti-bukti kuat terkait dugaan penggelapan tersebut.

“Kami juga akan mengawal pelaporan ini. Nanti akan menemui Pak Marianto untuk ngobrol-ngobrol terkait ini. Kemungkinan kasus pelaporan di Polda Jateng ini akan dijadikan satu (dilimpahkan) di Polrestabes Semarang,” bebernya.
Bagus Subekti menambahkan, jumlah uang  yang digelapkan mencapai Rp 4,6 milyar. Sedangkan jumlah korban mencapai ratusan orang.  “Jumlah konsumen ada 150-an orang. Tadi juga ada yang cerita ke saya, sudah memasukkan uang Rp 110 juta,” katanya.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Fahmi Arifriyanto saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban terkait kasus ini. Sedangkan Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Baihaqi, berdalih belum mengetahui perkembangan penanganan kasus ini. “Saya belum tahu, saya belum berkomunikasi dengan Kasatreskrim. Mohon maaf,” ujarnya singkat. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Jangan Paksakan Mudik Lewat Jalan Tol

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Wakil Ketua Komisi D DPRD Jateng, Hadi Santoso mengimbau seluruh pemudik yang hendak ke Jateng tidak memaksakan dirinya untuk menggunakan jalur tol mudik....

Perkuat Penjualan Pajero Sport

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mencoba memperkuat penjualan Pajero Sport. Awal tahun ini MKKSI memperkuat dengan dua varian...

Desain Interior Praktis dan Efisien

RADARSEMARANG.COM - Modifikasi bukan sekedar untuk membuat penampilan mobil berbeda dan lebih kece. Namun mobil ternyata juga bisa digunakan untuk kegiatan niaga atau jual...

Dua Bocah Tewas Digulung Ombak

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Dua anak ditemukan tewas tenggelam di Pantai Wonokerto, Kabupaten Pekalongan, Senin (1/1) kemarin. Mereka adalah M Safi’i, 7, dan Miftakhil Ikhsan,...

Miras Dimusnahkan, BBM Dilelang

RADARSEMARANG.COM, PURWOREJO – Kapolres Purworejo Polda Jateng AKBP Teguh Tri Prasetya bersama Kejaksaan Negeri (Kejari) Purworejo memusnahkan barang bukti hasil kejahatan yang telah mendapatkan...

Demak Dapat Bangub Rp 63 Miliar

DEMAK-Pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Demak pada 2017 ini terus digenjot. Konsentrasinya masih pada pembangunan jalan, jembatan dan gedung perkantoran. Tahun lalu, pembangunan juga...