33 C
Semarang
Sabtu, 4 Juli 2020

Direktur PT Kayla Ditahan

Direktur PT Kayla Ditahan

Another

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya...

Iya, klien saya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polrestabes Semarang per hari ini (kemarin, Red), dan sudah ditahan.”

Bagus Subekti – Kuasa Hukum Marianto

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Direktur PT Kayla Asri Sejahtera, pengembang Perumahan Permata Garden, Sidodadi, Mijen, Marianto, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka dan dijebloskan ke tahanan Mapolrestabes Semarang. Marianto dituduh telah melakukan penipuan dan penggelapan uang pembelian rumah dari 150 orang senilai Rp 4,6 miliar.

Iya, klien saya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polrestabes Semarang per hari ini (kemarin, Red), dan sudah ditahan,” kata Bagus Subekti, kuasa hukum Marianto kepada Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (30/5).

Bagus menjelaskan, kliennya sebelum ditetapkan sebagai tersangka, telah mendatangi Polrestabes Semarang untuk memenuhi pemanggilan penyidik, Rabu (30/5) kemarin. Ia juga sempat bermediasi dengan para korban dalam kasus ini.

“Tadi mediasi dulu dengan para konsumen (korban), namun dari mediasi ini mengalami kebuntuan. Akhirnya, klien saya diperiksa dan kemudian ditetapkan tersangka,” bebernya.

Bagus sendiri merasa keberatan dengan penetapan kliennya sebagai tersangka tersebut. Meski begitu, dirinya tidak bisa berbuat banyak. Sebab, hal itu sudah menjadi keputusan penyidik.

“Itu sudah menjadi kewenangan penyidik, dan saya cuma bisa memohon saja. Ya, biar proses hukum berjalan dulu sampai di pengadilan, nanti hasilnya seperti apa? Kan bisa ditelusuri aliran uang ke mana saja,” katanya.

Pihaknya mengaku telah menjelaskan kepada para konsumen bahwa uang tersebut diduga digelapkan oleh beberapa orang di jajaran direksi PT Kayla Asri Sejatara.
“Itu sudah saya jelaskan semuanya kepada konsumen bahwa ada permasalahan internal didalam jajaran direksi PT Kayla Asri Sejahtera. Uang itu diduga digelapkan oleh beberapa orang yang sudah dilaporkan ke Polda Jateng,” jelasnya.
Mereka yang dilaporkan adalah TND menjabat sebagai komisaris; NG suami TND; TM sebagai staf administrasi, NI adik ipar NG, dan NS yang juga staf administrasi. Pada pelaporan ini, Bagus Subekti mengakui telah memiliki bukti-bukti kuat terkait dugaan penggelapan tersebut.

“Kami juga akan mengawal pelaporan ini. Nanti akan menemui Pak Marianto untuk ngobrol-ngobrol terkait ini. Kemungkinan kasus pelaporan di Polda Jateng ini akan dijadikan satu (dilimpahkan) di Polrestabes Semarang,” bebernya.
Bagus Subekti menambahkan, jumlah uang  yang digelapkan mencapai Rp 4,6 milyar. Sedangkan jumlah korban mencapai ratusan orang.  “Jumlah konsumen ada 150-an orang. Tadi juga ada yang cerita ke saya, sudah memasukkan uang Rp 110 juta,” katanya.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang AKBP Fahmi Arifriyanto saat dikonfirmasi belum memberikan jawaban terkait kasus ini. Sedangkan Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Baihaqi, berdalih belum mengetahui perkembangan penanganan kasus ini. “Saya belum tahu, saya belum berkomunikasi dengan Kasatreskrim. Mohon maaf,” ujarnya singkat. (mha/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

Tambah Puyeng, Suami Nganggur

RADARSEMARANG.COM, LADY Sandi, 38, harus siap menanggung beban dua kali lebih besar setelah menjatuhkan talak suaminya. Bukan tanpa alasan, John Dori, 45, yang gagah...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

2 Kampung di Wadaslintang Terisolasi

WONOSOBO–Hujan deras yang terus menggguyur wilayah Wonosobo, kembali menyebabkan bencana. Kali ini, dua dusun di Kecamatan Wadaslintang, yakni Dusun Kemutug dan Dusun Kedawung, Desa...

Bupati Mirna Launching Mobil Sekolah Gratis

KENDAL - Bupati Kendal, Mirna Annisa, membuat terobosan di bidang pendidikan. Tepat di Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), Mirna me-launching mobil sekolah gratis. Mobil tersebut...

Cari 54 Atlet Baru

SEMARANG – Sebanyak 16 cabang olahraga yang ada di program Pemusatan Pendidikan dan Latihan Olahraga Pelajar (PPLOP) Jateng akan menggelar seleksi penerimaan siswa atlet...

Dari Stasiun Balapan, Didi Kempot Berjalan Jauh… (8)

Cerita seorang tetangga dan pernah mengamen di sana menjadi inspirasi di balik lirik Stasiun Balapan. Dari lagu yang semula cuma diproduksi 100 biji kaset itu,...

Tawarkan Ruang Gengsi, Lahirkan Pula Musisi

Tren Kedai Kopi menjadi ruang ekspresi anak muda di tengah sibuknya Kota Lumpia. Tak hanya tempat nongkrong, tetapi juga menjadi ruang ekspresi, gaya hidup...

Empat Desa Krisis Air Bersih

UNGARAN–Penyaluran air bersih terus dilakukan, seiring banyak wilayah yang mengalami krisis air bersih akibat musim kemarau. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang,...