33 C
Semarang
Senin, 6 Juli 2020

Ki Narto Sabdo Bersolek, Parkir Progresif Batal

Another

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri:...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG–Gedung Kesenian Ki Narto Sabdo di kompleks Taman Budaya Raden Saleh (TBRS) Semarang dipercantik. Sejumlah perawatan dilakukan pada gedung yang biasa dipakai untuk pementasan wayang orang Ngesti Pandowo ini.

Beberapa pekerja terlihat mengecat bagian depan gedung dengan menggunakan perancah bambu. Rencananya, pengecatan juga dilakukan di seluruh bagian gedung untuk membuat gedung tampak lebih bersih.

”Rencananya kalau memungkinkan akan dilakukan di dalam dan di luar. Perawatan pengecatan saja. Tidak untuk persiapan acara khusus,” jelas Kristanto, kepala UPTD Taman Budaya Raden Saleh Semarang.

Perawatan ini merupakan perawatan rutin tiap tahun. Dijelaskan olehnya, perawatan memang dilakukan secara bergantian pada tiap gedung. ”Ini kebetulan yang Ki Narto Sabdo, tahun kemarin untuk yang gedung pertemuan atau resepsi,” ujarnya.

Paling lama, ia tambahkan, perawatan membutuhkan waktu sekitar satu bulan. Selama proses perawatan, gedung tetap digunakan seperti biasa. Perawatan dinilai tidak mengganggu aktivitas di gedung kesenian ini, sebab seringkali gedung ini digunakan pada malam hari. ”Kalau siang jarang digunakan. Jadi perawatan ini kami rasa tidak megganggu aktivitas di sini. Tetap digunakan,” katanya.

Sementara itu, rencana penerapan sistem parkir progresif di Taman Budaya Raden Saleh diurungkan. Portal yang sebelumnya dipasang di gerbang masuk TBRS, kini sudah dibongkar.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang Masdiana Safitri mengatakan, rencana ini telah menuai pro dan kontra. Sehingga, portal tersebut dibongkar setelah melakukan urun rembuk bersama pengelola TBRS dan para komunitas seni yang mendiami TBRS. “Kami tidak jadi menerapkan tarif parkir di TBRS setelah mendapat masukan plus dan minus dari masyarakat,” ujar Masdiana. (sga/ida)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Menang 100

Inilah gambaran hasil pemilu di Singapura Jumat depan: partai penguasa, PAP, akan menang 100 persen. Itulah memang tujuan pemerintah mendadak...

Tanpa Riba

Tamu saya kemarin empat kelompok. Para pengusaha restoran mengajak bicara soal bagaimana membangkitkan bisnis mereka yang koma. Para pengusaha anti riba menyerahkan buku merah keyakinan mereka:...

Marah Besar

Berita besar minggu ini adalah tentang marah besar. Yang marah seorang presiden: Pak Jokowi. Yang dimarahi anak buahnya sendiri: para menteri dan kepala lembaga...

Mystic Janine

Pembaca Disway-lah yang minta saya menulis ini: penyanyi Jamaika lagi ter-lockdown di Bali. Tentu saya tidak menulis tentang musik reggae-nya Jamaika --saya tidak ahli musik. Saya hanya...

Tanpa Pemerintahan

Maka lahirlah wilayah baru ini. Tanpa pemerintahan. Di Amerika Serikat. Tepatnya di kota Seattle, di negara bagian Washington. Wilayah baru itu diproklamasikan tanggal 8 Juni...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Nyaris Putus Asa Saat Terserang Penyakit Langka

PADA Tahun 2010 diusianya yang menginjak 55 tahun, Ayik harus menerima kenyataan bahwa dia terserang penyakit langka yang dinamakan demyelinisasi. Yaitu penyakit yang menyerang...

Sebelum Dilepas, Siswa Digembleng Aswaja

TEMANGGUNG- Sebanyak 113 siswa-siswi kelas IX MTs Ma’arif Tembarak di Selopampang sebentar lagi akan dilepas dari madrasah. Selama tiga hari, 9-11 Mei 2017, mereka...

Pelimpahan Tersangka Dijaga Ketat

MUNGKID-- Polisi memberlakukan pengamanan ekstra ketat saat pelimpahan tahap kedua berita acara pemeriksaan terhadap tersangka AMR, 16, pelaku pembunuhan terhadap Kresna Wahyu Nurochmad, 15,...

Nonton Liga Champhions Sendirian

Akhirnya baru pada tahun 2018 ini Dahlan Iskan punya wesite pribadi. Namanya ”disway”. Memang begitu banyak blog dan sejenisnya yang menggunakan nama Dahlan Iskan atau...

Huda Minta Jaksa Usut Tuntas Korupsi Bulog

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dengan mata berkaca-kaca dan menangis tersendu-sendu, bahkan sesekali tangisnya semakin kuat, terdakwa yang merupakan mantan juru timbang Gudang Bulog Randugarut, Semarang,...