33 C
Semarang
Jumat, 18 September 2020

Bersilaturahmi dengan Kopi di Coffee n Beyond Cafe

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, PEKALONGAN – Berawal dari hobi ngopi, dan melihat di Kota Pekalongan belum tren kopi sebagai gaya hidup, Graciani Kanesia mendirikan Coffee n Beyond Cafe. Dengan semangat ingin membawa kopi sebagai alat silaturahmi  dan gaya hidup baru untuk bergaul.

“Seperti nama kafe kami Coffe n Beyond, kopi tanpa batas atau melewati, dengan maksud dengan minum kopi bersama akan lebih akrab tanpa batasan,” jelasnya saat ditemui Radar Semarang.

Diceritakan Graciani, sejak berdiri 1 Juli 2015 penjulan kopi yang diharapkan masih belum sesuai harapan. Karena tren orang minum kopi hitam murni tanpa gula belum populer. Masih banyak yang pesan kopi dingin atau es, dengan berbagai campuran rasa manis dan susu.

Lambat laut penggemar kopi mulai ditawari menikmati kopi murni panas. Agar semakin menarik, sering langsung diseduh di depan pengunjung. Selain agar tertarik juga agar ada sensasi baru dalam menikmati kopi. Cara itu ternyata cukup berhasil. Lambat laun penjulana hotkopi atau kopi panas semakin besar.

“Awalnya kita buka malah kebanyakan orang nongkrong, namun coba kita ajak ngopi. Berawal pesan ice coffee dan sejenisnya, hingga akhirnya mau minum hot coffe,” ucapnya senang.

Selain itu di era kekinian, ngobrol bisnis tidak harus formal, sekarang banyak yang rapat bisnis di kafe tidak harus di kantor. Dan ternyata pangsa pasar itu tepat, semakin lama tren itu digemari. Karena rapat di kafe lebih menyenangkan, tidak harus ramai-ramai kadang berdua bertiga, asyik saja.

Ditambahkan Manager Coffee n Beyond Cafe, Mike Sanjaya, pada tahun kedua sudah mulai banyak yang ngopi seperti harapannya. Kalau dalam rata-rata sehari bisa menjual 100 cup kopi murni hingga kini.

Hal tersebut juga dipicu banyaknya warga Pekalongan yang mudik dari kerja atau kuliah dari luar kota. Yang mana, sudah menjadi hal yang jamak di kota besar bersantai di kafe dan ngopi. Kebiasaan tersebut dibawa ke kotanya sendiri. Kafe Beyond ternyata disambut baik oleh masyarakat hingga kini.

Untuk memenuhi pasar yang sudah semakin bagus, pihaknya setahun belakangan sudah mendatangkan mesin roasting sendiri.

“Kami juga sejak lama ingin menggerakkan industri kopi di Pekalongan. Setelah sukses angkat kopi sebagai sajian, kini ingin industrinya ikut maju,” ucapnya. (han/svs/lis)

Berita sebelumyaPesan Perdamaian Lewat 2000 Lampion
Berita berikutnyaKhidmat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Ribuan Warga Meriahkan Kirab Budaya 2017

BATANG-Ribuan warga di Kabupaten Batang tumpek blek di sekitaran pusat Kota Batang. Dalam rangka Kirab Budaya memperingati Hari Jadi Kabupaten Batang ke-51 (Kamis 27/4)...

Siapkan Rp 6 M, Jadikan Balai Benih Eduwisata

MIJEN – Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Semarang membutuhkan kurang lebih Rp 6 miliar untuk menyulap Balai Benih Ikan (BBI) di Mijen Kota Semarang....

Temukan  5 Juta KTP Pemilih Terindikasi Bodong

RADARSEMARANG.COM, DEMAK - Tim Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) telah menemukan indikasi sebanyak 5 juta KTP pemilih Pilgub Jateng bodong. Diantaranya, karena ada nama...

Demohana Bos Bociter, Cara Mudah Belajar IPA

RADARSEMARANG.COM - PELAKSANAAN Kurikulum 2013 (K13) di sekolah penulis, SMP Negeri 2 Banyubiru, baru dilaksanakan pada 2018. Dengan demikian hanya siswa kelas VII yang...

Pengedar dan Pecandu Sabu-Sabu Diringkus

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID — Seorang pecandu dan residivis pengedar narkoba jenis sabu diringkus petugas Satuan Narkoba Polres Magelang. Tersangka berinisial JEP, 23, seorang satpam warga...

Uniknya Pernikahan Sandra – Aden

SALATIGA – Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Salatiga Sandra Kusumawati mengakhiri masa lajang bersama pria idamannya, Aden Diarista Sandy, akhir pekan lalu....