Ajak ASN Tingkatkan Kinerja

  • Bagikan

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Memimpin Kabupaten selama kurang lebih 1 tahun 6 hari, Bupati Batang wihaji dan wakil Bupatai Batang Suyono meminta seluruh Aparat Sipil Negera (ASN) Kabupaten Batang meningkatkan kinerja. Karena untuk melakukan beberapa percepatan kegiatan program maupun visi-misi yang masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Disampaikan pula oleh Bupati, berkenaan dengan Hasil LHP LKPJ tahun 2017 dari permeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah. Sesuai dengan Hasil Opini di BPK Pemerintah Kabupaten Batang mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) ujar Wihaji.

“Harapannya pada tahun kedua ini seluruh ASN tetap menjaga teamwork dan bersinergi bersama antara OPD satu dengan OPD yang lainnya,” ucap Wihaji Selasa (29/5).

Terkait hal tersebut pemeritah Kabupaten Batang menyampaikan ucapan terima kasih kepada semua pihak dalam melaksanakan tata kelola Pemerintahan, karena tanpa kerja keras dan kinerja semua pihak tidak akan mungkin dapat WTP lagi.

Harapanya lagi, nanti apa yang menjadi penilaian opini BPK tersebut sebagai bentuk uji kepatuhan terhadap perundang-undangan. Dengan melalui laporan realisasi anggaran, neraca atau kasnya kemudian catatan atas laporan keuangan dan dari beberapa item tentu ada beberapa catatan yang harus disampaikan.

“Ini merupakan bagian dari penilaian dalam kepatuhan terhadap perundang-undangan, saya menganggap dengan WTP, minimal semua pihak terbukti patuh terhadap perundang-undangan,” sebut Wihaji.

Selanjutnya, pemda juga masih terus meminta kepada semua OPD untuk meningkatkan kembali kinerja kita untuk percepatan bersama. Dalam visi misi kabupaten batang 2017–2022. Terlebih kini  sesuai dengan peraturan yang baru, program yang kreatif dan inovatif tidak bisa dipidanakan. Dengan maksud selama program-program itu secara substansi tidak melanggar undang-undang tentu akan terlindungi secara hukum.

“Untuk tahun kedua ini saya harap untuk segera menyusul program dan kegiatan yang memang sudah masuk dalam masing-masing OPD,  yang pasti harus kreatif dan inovatif dengan catatan tidak melanggar aturan,” tandas Wihaji. (han/bas)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *