33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

SPAM Semarang Barat Atasi

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) wilayah Semarang Barat rencananya akan dimulai pada April 2019 mendatang dan ditarget selesai awal 2021. SPAM dinilai akan mengatasi persoalan krisis air bersih di Kota Semarang.

”Saat ini sedang dalam progres pembebasan lahan dan sudah 90 persen dengan dana sekitar Rp 100 miliar. Tahun 2021 awal diharapkan air sudah bisa mengalir ke pelanggan,” ujar Penjabat sementara (Pjs) Dirut PDAM Tirta Moedal, M Farchan.

Farchan menjelaskan jaringan SPAM  Semarang Barat memiliki kapasitas 1.000 liter per detik yang diambil dari waduk Jatibarang. SPAM, nantinya akan menyuplai tiga kecamatan, yakni Semarang Barat, Tugu dan Ngaliyan.

”Nantinya SPAM Semarang Barat akan mengaliri 60-70 ribu sambungan,” jelas Farchan sembari menambahkan estimasi pembiayaan SPAM ini mencapai Rp 1,2 triliun.

Sementara itu setelah SPAM Semarang Barat beroperasi, IPA Kaligarang yang selama ini mengaliri di sebagian wilayah Ngaliyan dan Semarang Barat akan dialihkan ke wilayah Tengah dan Utara. Dengan demikian diharapkan beban IPA Kudu yang selama ini juga memasok kebutuhan wilayah tengah menjadi lebih ringan. Selanjutnya, IPA Kudu dapat berkonsentrasi menyuplai air bersih khusus wilayah Timur.

Pengerjaan SPAM ini, dilakukan dengan subsidi pemerintah pusat dan pemerintah kota. Sementara pihak konsorsium diberikan porsi sejumlah Rp 548 miliar. Dengan subsidi pemerintah, harga yang harus dibayarkan masyarakat menjadi lebih murah yakni sekitar Rp 5.841 per kubiknya. Tarif ini, dikatakannya, jauh lebih murah dibanding tarif tanpa ada dukungan dana pemerintah, yang bisa mencapai Rp 13.158.

Bukan semata mata hanya karena kebutuhan air bersih, SPAM Semarang Barat juga ditargetkan bisa mengatasi permasalahan lingkungan Kota Semarang. Utamanya, megurangi pegambilan air bawah tanah untuk meminimalisir land subsidance. ”Dengan adanya SPAM ini ke depan akan kita dorong untuk mengurangi pengambilan air tanah,” tegasnya.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, mengaku track record PDAM Tirta Moedal Kota Semarang, dari tahun ke tahun terus dievaluasi. “PDAM harus bisa menindaklanjuti segala bentuk keluhan maupun laporan dari masyarakat dengan cepat,” katanya.

Bagaimanapun, PDAM adalah Perusda yang melayani masyarakat dan tak terlepas dari keluhan dan laporan. Maka perbaikan pengelolaan dan pelayanan masyarakat harus menjadi hal paling utama. (sga/zal)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...