33 C
Semarang
Jumat, 23 Oktober 2020

Perbanyak Tadarus, Tausiah hingga Pemberian Motivasi

Melongok Aktivitas Ramadan para Warga Binaan di dalam Lapas (1)

Baca yang Lain

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak...

RADARSEMARANG.COM – Selama Ramadan, aktivitas keagamaan meningkat, tak terkecuali di dalam lembaga pemasyarakatan (lapas). Para napi dan tahanan semakin khusyuk ibadah. Seperti di rumah tahanan kelas IIB Salatiga ini.

DHINAR SASONGKO

SAAT masuk ke gerbang utama, lantunan ayat suci Alquran terdengar dari dalam rumah tahanan kelas IIB Salatiga. Suara itu ternyata berasal dari warga binaan rutan yang tengah mengisi kegiatan rohani selama bulan ramadan ini. Sejak pukul 08.30 pagi, para warga binaan memang melakukan tadarus Alquran yang dipimpin KH Usman dari Ponpes Agro El Falah, Pulutan. Berikutnya pada pukul 10.00-11.30 diselenggarakan pelatihan baca tulis Alquran. Dan, memasuki waktu dhuhur, seluruh warga binaan yang muslim mengikuti salat berjamaah.

Menurut Kepala Rutan Hero Sulistiyono BcIP, pihaknya memang menambah kegiatan keagamaan selama bulan ramadan ini. Mulai pesantren kilat, tadarus, baca tulis alquran, hingga tausiah yang disampaikan ustad dari internal, Kemenag, pesantren, hingga dari jamaah tabligh.

“Sejak pagi hingga malam hari, bagi warga binaan yang beragama Islam kita ajak melakukan kegiatan keagamaan,” terang Hero Sulistiyono saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di ruang kerjanya.

Dikatakan, sejak pagi, warga binaan sudah tadarus Alquran. Termasuk usai salat dhuhur berjamaah, juga digelar tadarus Alquran.  “Habis dhuhur dilanjutkan tadarus selama 30 menit, kemudian istirahat sampai waktu salat ashar. Sedangkan sambil menunggu waktu buka puasa atau ngabuburit, biasanya diberikan tausiah maupun motivasi bekerjasama dengan lembaga kemasyarakatan, seperti Pokjaluh Kemenag dan wisata hati ,” jelas Hero.

Untuk salat tarawih, secara bergantian diisi oleh majelis tabligh di Tingkir, LDK IAIN Salatiga serta Kemenag Kota Salatiga.

Pria asal Purwokerto ini menjelaskan, mengikuti kegiatan keagamaan ini merupakan salah satu syarat penilaian berkelakuan baik. Ia mengakui, jika awalnya memang dipaksakan kepada warga binaan untuk mengikutinya. Namun setelah berjalan, hal ini akan menjadi ilmu bagi mereka sendiri.

“Buktinya, ada beberapa warga binaan yang sudah keluar, namun terus ingin mengikuti pembelajaran di sini dan berbagi dengan binaan yang masih di dalam,” jelas dia.
Dikatakan pria yang sudah satu setengah tahun bertugas di Rutan Salatiga ini, saat ini jumlah penghuni rutan sudah overload. Dari kapasitas 56 warga binaan, Rutan Kelas IIB Salatiga yang dibangun pada 1880 ini, sekarang dihuni 155 warga binaan. Seluruh binaan dibagi dalam dua blok, yakni blok pria dan wanita. Blok pria berisi 12 kamar, dan blok wanita ada dua kamar. Napi pria terdapat 140 binaan, dan sisanya adalah napi wanita.

“Selama ramadan ini, binaan yang beragama Islam berjumlah 132 orang, sedangkan lainnya non Islam, kita pisahkan. Hal ini bertujuan untuk mengkhusyukkan umat muslim dalam beribadah. Karena yang nonmuslim, tetap mendapatkan jatah makan selama tiga kali sehari,” jelasnya.

Parjono, petugas yang menangani bidang kerohanian di Rutan Salatiga menuturkan, jika toleransi antar warga binaan di dalam rutan sangat bagus. Dipisahkannya kamar ini juga sebagai bentuk toleransi. Sehingga saat memberikan sahur kepada umat muslim, tidak mengganggu yang nonmuslim. Sementara saat pembagian makan siang bagi nonmuslim, tidak mengganggu yang muslim.

Selain dari internal, selama ramadan keluarga warga binaan diperbolehan mengirimkan makanan. Namun tetap melalui pemeriksaan ketat. Mulai dari data pengirim sampai dengan pemeriksaan makanannya. Sedangkan jam bezuk mulai pukul 09.00-12.00, namun dibagi dalam tiga shift karena keterbatasan ruang.

Hero menambahkan, saat ini seluruh warga binaan dalam kondisi baik. Petugas yang berjumlah 45 orang memiliki pengalaman yang bagus. “Kuncinya, kami tetap membuka jalur komunikasi dengan seluruh binaan. Satu bulan sekali diadakan sambung rasa. Juga diisi sosialisasi aturan dan jika ada keluhan akan diupayakan solusinya,” jelasnya. (*/bersambung/aro)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Terbaru

Jelang Liga I, Dragan Kendurkan Intensitas Latihan

RADARSEMARANG.COM, Semarang – Kompetisi Liga 1 2020 tinggal satu pekan. Segera dimulai. Tepatnya 1 Oktober mendatang. PSIS mulai melakukan...

Trio Malang Merapat, Pemain Persis Solo Bertambah

RADARSEMARANG.ID, SUKOHARJO – Satu persatu penggawa Persis Solo sudah merapat. Jika pada sesi latihan perdana kamis sore (24/9) yang hanya didatangi dua orang pemain...

Grand Jury

INILAH cara yang sangat baik dalam menentukan salah atau tidak salah. Kekhawatiran meledaknya kerusuhan besar pun tidak terjadi. Padahal sejak Senin lalu kantor-kantor penting pemerintah...

Resesi

HARAPAN apa yang masih bisa diberikan kepada masyarakat? Ketika pemerintah secara resmi menyatakan Indonesia sudah berada dalam resesi ekonomi? Yang terbaik adalah menceritakan keadaan apa...

Setuju BTP

BTP kini sudah menjadi ''orang dalam" BUMN. Posisinya bisa dibilang menentukan, bisa dibilang kejepit. Tergantung pemegang sahamnya. Secara resmi pemegang saham BUMN itu adalah Menteri Keuangan....

Artikel yang Lain

- Advertisement -

Populer

Booking 1 Jam Rp 600 Ribu, Sehari Bisa Layani 4 Tamu

RADARSEMARANG.COM-Lokalisasi Sunan Kuning (SK) bakal ditutup Pemkot Semarang pada 2019. Namun praktik prostitusi di Kota Atlas dipastikan tak pernah mati. Justru kini semakin marak,...

Apersepsi, Pembangkit Motivasi Dan Minat Siswa

RADARSEMARANG.COM - DARI tahun pelajaran 2016/2017 sampai dengan saat ini, terdapat kebijakan baru terhadap pelaksanaan Ujian Nasional (UN) pada tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA)....

Semarang 10K, Cetak Atlet Sekaligus Kenalkan Wisata 

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang akan mengadakan event lari 10K pada 16 Desember 2018 mendatang. Rencananya kegiatan tersebut akan menjadi agenda tahunan. Selain...

Sport Center Bisa Tingkatkan Prestasi

SEMARANG - DPRD meminta agar Pemprov dan kabupaten/kota lebih serius menggarap potensi atlet di Jateng. Salah satunya dengan meningkatkan dan menambah keberadaan pusat olahraga...

Traveling di Sela Kerja

DUNIA memang tidak selebar daun kelor. Ungkapan itu yang dipegang Ratih Mega Rizkiana. Wanita kelahiran Ambarawa Kabupaten Semarang, 8 Maret 1988 ini selalu menyisihkan...

Properti di Awal Tahun Lesu

SEMARANG – Pasar properti di awal tahun masih belum terlalu bergairah. DPD Real Estate Indonesia (REI) Jateng mencatat hasil penjualan properti pada pameran awal...