RADARSEMARANG.COM, UNGARAN – Pemkab Semarang saat ini belum menerima surat edaran resmi terkait penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Semarang, Partono mengungkapkan jika hingga saat ini belum ada pemberitahuan secara resmi dari Kemenpan RB.

Dijelaskan Partono, hingga kini Kabupaten Semarang memang sangat kekurangan pegawai. “Jika dihitung dari Analisis Beban Kerja (ABK) kita masih kekurangan 3700-an pegawai,” ujarnya.

Ia mengakui jika informasi seputar rekrutmen CPNS sampai sekarang sudah santer tersebar. Namun untuk masyarakat, lanjutnya, supaya tetap menunggu pengumuman resmi dari pemerintah.

Dikatakan Partono, kalaupun informasi secara resmi tersebut sudah ada pihaknya akan segera menyebarluaskan sehingga dapat diketahui masyarakat luas. Setiap tahun pihaknya selalu mengirimkan kebutuhan pegawai ke Kemenpan RB.

Hal itu dilakukan sebagai update data kebutuhan pegawai di Kabupaten Semarang. Harapannya, apabila moratorium benar-benar sudah dicabut kebutuhan pegawai itu bisa dipenuhi.

Dari 3700-an kekurangan pegawai tersebut, lanjutnya, paling banyak di sektor pendidikan. Namun Partono tidak menyebutkan angka pasti seberapa besar kekurangan itu. “Kekurangan paling besar di sektor pendidikan,” katanya.

Selama ini untuk mengatasi hal itu mengoptimalkan sumberdaya yang ada, karena belum bisa melakukan pengangkatan. Data BKD Kabupaten Semarang menyebutkan berdasarkan Batas Usia Pensiun (BUP) di 2017 jumlahnya mencapai 324 orang, di 2018 jumlah ASN (Aparatur Sipil Negara) yang pensiun juga berdasarkan BUP sebanyak 370 orang.

Juga di 2019 jumlah ASN yang pensiun berdasarkan BUP sebanyak 299 orang. Kondisi tersebut mempertegas jika jumlah ASN di Kabupaten Semarang sangat minim. Meski memiliki jumlah ASN yang minim, namun pihaknya tetap akan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

Selain karena pensiun, berkurangnya jumlah ASN di Kabupaten Semarang karena adanya mutasi. Mutasi oleh pegawai tersebut karena bermacam sebab diantaranya yaitu mendekatkan dengan domisili asal, dan mengikuti suami.

Kabid Kepegawaian dan Mutasi BKD Kabupaten Semarang, Wahyuningsih mengungkapkan jika jumlah ASN di Kabupaten Semarang saat ini sebanyak 8.655 orang. Jumlah tersebut sebagian besar memang didominasi dari sektor tenaga pendidik dan tenaga kesehatan.“Sebagian besar dari tenaga kesehatan dan tenaga kependidikan,” ujarnya.

Wahyuningsih juga menambahkan jika minimnya jumlah ASN sebenarnya juga terjadi di daerah lain. Hal itu dikarenakan pemberlakukan masa moratorium sejak beberapa tahun terakhir. Sehingga, pemerintah baik itu kota maupun kabupaten belum bisa melakukan belanja pegawai. (ewb/bas)