Kawal Rohis Tangkal Paham Radikal

Must Read

Virus Bersih

Semua operator cruise tahu: musuh utama bisnis mereka adalah virus atau bakteri. Karena itu aturan kebersihan di sebuah perjalanan cruise luar biasa ketatnya. Bagi yang...

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau...

RADARSEMARANG.COM – Pada saat umat Islam seluruh dunia sibuk mempersiapkan datangnya bulan suci Ramadan 1439 Hijriyah, bangsa Indonesia dikejutkan dengan peristiwa memilukan. Ada sekelompok orang menginginkan terhapusnya kedamaian, ketenangan dan kerukunan bangsa Indonesia tercinta ini. Mulai dari tragedi di Mako Brimob Jakarta dengan gugurnya 6 Bhayangkara muda terpilih dengan cara yang tidak manusiawi, disusul tragedi bom di 3 gereja di Surabaya, bom di Rusunawa Sidoarjo dan terakhir bom di Mapolrestabes Surabaya yang juga memakan korban jiwa. Sungguh suatu kondisi yang sangat menyedihkan sehingga menyulut gelombang keprihatinan dari semua kalangan dan bertekad bersatu melawan terorisme.

Berbicara tentang terorisme pada diskusi-diskusi di media massa maupun media sosial pasca terjadinya bom, pokok materi berkisar pada keberadaan teroris, awal mula embrio munculnya kader teroris dan apa yang sudah dilakukannya. Dalam pendapat ataupun unggahan di media sosial, konon kabarnya ada pihak yang berpendapat bahwa sebagian teroris itu berembrio atau berasal dari anak Rohis yang selalu menghidupkan dan memakmurkan musala di sekolah maupun di lingkungan rumahnya.

Perlu adanya penelitian dan kajian yang dalam mengenai pendapat yang demikian. Namun adanya pendapat itu menjadikan penulis sebagai insan pendidikan yang kebetulan pernah menjadi pembina Rohis di SMK urun rembuk dan urun ide terkait bagaimana mengawal Rohis agar bisa menangkal paham radikalis yang mengarah pada munculnya embrio calon-calon teroris.

Rohis sebagai bagian dari OSIS pada SMP, SMA dan SMK atau sederajat, keberadaannya resmi dan diselenggarakan untuk menjadikan sekolah bisa lebih terasa kehidupan keberagamaannya. Pendidikan Agama Islam sebagai pembelajaran intrakurikuler pada SMA/SMK memuat materi tentang Alquran, akidah, akhlak, fiqh, dan sejarah peradaban Islam. Proses pembelajarannya harus dilaksanakan secara menyeluruh serta memerlukan metode yang menarik dan menyenangkan bagi peserta didik sehingga hasilnya lebih optimal.

Untuk optimalisasi dalam pencapaian tujuan Pendidikan Agama Islam yaitu terwujudnya insan kamil, perlu adanya ditambahkan kegiatan ektrakurikuler Pendidikan Agama Islam . Salah satu kegiatan yang dapat dilaksanakan di tingkat SMA/SMK adalah ekstrakurikuler bidang Rohani Islam (Rohis) yang merupakan bagian dari Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Rohis mempunyai peran penting dalam mengembangkan nilai-nilai keagamaan pada peserta didik selain belajar tentang kepemimpinan dan manajemen. Sehingga anak lebih bisa mengekspresikan dan mengaktualisasi diri dan kelak menjadi modal dalam kehidupan nyata di masyarakat.

Dalam mengawal kegiatan Rohis, pihak sekolah harus cermat, mulai dari perencanaan kegiatan, pelaksanaan dan hasil-hasil yang diperoleh dari kegiatan tersebut. Kegiatan apa saja yang diagendakan, di mana dilaksanakan, segi pembiayaan, siapa yang mengisi dan semua harus melalui pantauan serta kawalan dari sekolah.

Akan muncul cerita lain jika pembina atau gurunya telah terpapar paham paham radikal. Sekecil apapun pembicaraan, kegiatan yang mengarah pada radikalisme serta bertentangan dengan ajaran dan sunnah Islam, maka sedini mungkin harus ada upaya preventif. Biasanya, kegiatan kajian Islam ataupun kajian tentang perjuangan Islam, istilah kerennya adalah jihad, maka ide-ide yang radikal kadang muncul.

Dalam mengawal dan membina kegiatan Rohis di sekolah, sebenarnya sudah ada acuan dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Kegiatan apa saja yang bisa dilakukan siswa dalam mengisi kegiatan Rohis, semua mengarah pada pembentukan akhlakul karimah, bukan yang lain. Namun tidak menutup kemungkinan ada sebagian siswa yang mempunyai karakter, pemahaman keagamaan dan semangat keberagamaan berbeda. Pembina perlu menyeimbangkan antara keduanya. Jika pemahaman keberagamaan lebih tinggi dari semangat keberagamaan maka yang terjadi adalah anak akan sungkan mengikuti kegiatan keagamaan dalam bentuk apapun. Sebaliknya jika semangat keberagamaannya lebih tinggi dari pemahaman keagamaan maka yang terjadi adalah munculnya pemikiran radikal.

Tugas Guru PAI dan kepala satuan pendidikan masing-masing, termasuk yang tidak kalah penting adalah pengawas Pendidikan Agama Islam, untuk mengawal, memonitor bahkan mendampingi secara langsung kegiatan kegiatan Rohis di SMA/SMK/MA. Kalau dilihat dari maksud, tujuan dan kegiatan Rohis yang ditentukan oleh Kementerian Agama, tentunya semuanya berharap kegiatan Rohis menjadi salah satu usaha sekolah untuk menciptakan suasana keberagamaan lebih kental di sekolah. Melalui pembiasaan dan kegiatan yang direncanakan dengan baik sepengetahuan sekolah, dalam hal ini adalah kesiswaan di satuan pendidikan tersebut, sehingga anggapan sterotipe bahwa Rohis embrionya teroris akan hilang. Yang ada adalah anak Rohis kualitas personalnya tentunya lebih baik dari yang lain, terutama menuju siswa yang berakhlakul karimah. Semoga. (*)

Pengawas Madya Kemenag Kabupaten Semarang

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisement -

Latest News

Kenalkan A31 di Indonesia, Bawa Keunggulan Macro Lens Triple Camera dan Layar Waterdrop 6.5 Inci

RADARSEMARANG.COM, JAKARTA – Kemarin (13/2), OPPO akan mulai menjual perangkat barunya, A31. Perangkat terbaru pada lini seri A ini hadir dengan keunggulan internal memori...

Mengejar SARS

Yang sembuh dan yang meninggal terus bertambah. Berkejaran. Orang pun mulai membanding-bandingkan: mengerikan mana. Virus Wuhan sekarang ini atau SARS 18 tahun lalu. SARS: yang...

Wajah Baru Warnai Ofisial Tim PSIS

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – PSIS Semarang resmi memperkenalkan ofisial tim musim depan. Terdapat beberapa nama baru yang akan bahu-membahu membantu pelatih Dragan Djukanovic mengarsiteki Mahesa Jenar...

Lomba Cepat

Berita buruknya: korban virus Wuhan bertambah terus. Sampai kemarin sudah 106 yang meninggal. Hampir semuanya di Kota Wuhan --ibu kota Provinsi Hubei.Berita baiknya: yang...
- Advertisement -

More Articles Like This

- Advertisement -