33 C
Semarang
Kamis, 13 Agustus 2020

BUMN Sebaiknya Kuasai Bisnis yang Eksploitasi SDA

Another

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam...

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG—Pemerintah diminta menggenjot pendapatan nonpajak melalui eksplorasi bonus demografi Indonesia yang kaya raya. Baik gas bumi, tambang, minyak, kapur sebagai bahan baku semen, batubara, dan sebagainya. Jika pengelolaan energi sumber daya alam (SDA) tak terbarukan itu sepenuhnya di tangan pemerintah sesuai amanat pasal 33 UUD 1945—dalam hal ini BUMN—maka pemerintah tak perlu membebani rakyatnya dengan aneka pungutan pajak.

Pendapat itu disampaikan oleh pemerhati sosial dan politik, Ir Suhariyanto. Ia menyentil APBN yang tidak ideal, karena pendapatan pajak justru 80 persen dari postur APBN. Sisanya, 10-20 persen merupakan pendapatan nonpajak. “Dengan postur APBN yang seperti ini, sepertinya tidak ada upaya lain pemerintah untuk menggenjot pendapatan negara, selain hanya menariki pajak dari rakyat. Jelas, rakyat yang semakin terbebani.”

Pada APBN 2018 misalnya, postur penerimaan pajak sebesar Rp 1.618,1 triliun. Sementara pendapatan nonpajak hanya 275,4 triliun. Satu sisi, lanjut Suhariyanto, pemerintah terkesan hanya fokus pada masalah pemakaian anggaran. “Kontrol pada pemakaian anggaran luar biasa dilakukan oleh KPK, kejaksaan, kepolisian, dan perangkat hukum lainnya. Tapi seolah lupa pada pemberdayaan atau kontroling pemasukan negara.”

Mustinya, saran Suhariyanto, upaya-upaya eksploitasi kekayaan alam dalam rangka mencari pundi-pundi pendapatan negara, lebih diketati. Ironisnya, lanjut Suhariyanto, sumber daya berupa energi tak tergantikan yang merupakan kekayaan perut bumi Ibu Pertiwi, sebagian malah dikuasai oleh perusahaan swasta maupun asing. Perusahaan asing yang mengelola minyak bumi, di antaranya, PT Chevron, PT Newmont, PetroChina,Conoco Phillips, BP, Niko Resources, dan sebagainya. Itu belum perusahaan milik swasta. Termasuk, semen yang sebagian besar justru dikuasai perusahaan asing. Sebut saja, Heidelberg Cement, Holcim Ltd, Cemex, dan Lafarge produsen semen asal Perancis.

Padahal, pegunungan kapur yang menjadi bahan baku utama semen, terbentang luas di sejumlah wilayah di Indonesia. Utamanya di Pulau Jawa. “Semestinya, eksplorasi kekayaan alam yang tak tergantikan atau tak terbarukan dilakukan 100 persen oleh perusahaan-perusahaan milik negara untuk kepentingan rakyat dan anak cucu bangsa ini ke depan.”

Hal kedua yang jadi perhatian Suhariyanto adalah jasa telekomunikasi yang sebagian masih dikuasai perusahaan asing dan swasta. Suhariyanto melihat, telekomunikasi sudah menjadi kebutuhan vital bagi masyarakat dan pasarnya sangat besar. Jika potensi ini dikelola oleh semua perusahaan negara, tentu profitnya sangat luar biasa.

“Captive market bisnis ini sangat besar. Bayangkan jika ada 200 juta pengguna handphone, misalnya saja dikalikan 100 ribu (pembelian pulsa), maka nilainya sudah triliunan. Ini potensi yang sangat besar.” Karena telekomunikasi sudah merupakan kebutuhaan hajat hidup orang banyak, maka hendaknya dikuasai oleh negara. “Negara harus menjadi pemegang mayoritas saham, 50 persen plus 1. Hal yang sama juga hendaknya dilakukan di listrik, air, dan sebagainya.

“Jika pemerintah serius mengelola itu semua, maka pendapatan negara sangat besar.” Hal ketiga yang musti jadi perhatian pemerintah adalah pengelolaan sumber daya alam yang tergantikan seperti pertanian, perkebunan, dan sebagainya. “Di bidang itu, pemerintah harus hadir dengan menguasai 50 persen saham perusahaan pengelola pertanian maupun perkebunan.” (isk)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Latest News

Minus 5 Persen

Apa arti minus 5,3 persen –bagi kita? Artinya: kita harus kian siap bahwa hidup akan lebih sulit. Terutama bagi yang...

Angga Yunanda dan Adhisty Zara Berjaya di IMA Awards 2020

JawaPos.com – Ajang pemberian penghargaan untuk insan film tanah air, Indonesian Movie Actors Awards (IMA Awards) 2020, sukses dilaksanakan tadi malam, Minggu (25/7) dari Studio...

Menanti Sinovac

Apa yang akan dilakukan? Setelah vaksin anti-Covid-19 buatan Tiongkok itu tiba di Bandung Senin kemarin? Pertama-tama adalah mencari relawan dalam jumlah besar. Yakni relawan yang...

Risma Andani

Hari ketiga di Surabaya dokter Andani Eka Putra mengajak saya makan di restoran Padang. Rupanya ia sudah bosan dengan makanan hotel. ”Orang Padang ini susah....

Meninggal Olahraga

Tiga bersaudara ini wartawan semua. Yang dua meninggal karena olahraga. Tahun lalu si kakak meninggal saat ikut maraton di Surabaya. Jumat kemarin, giliran Hadi...

More Articles Like This

- Advertisement -

Must Read

Vandalisme Di Taman Kota

RADARSEMARANG.COM - Corat-coret dengan cat semprot terlihat di hampir seluruh dinding Taman Halmahera di Jalan Halmahera, Kecamatan Semarang Timur. Aksi vandalisme merusak taman yang...

Hari Pertama Operasi, Jaring 224 Pelanggar Lalin

BATANG-Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Batang resmi menggelar Operasi Zebra Candi 2017 di halaman Mako Satlantas Polres Batang, Rabu sore (1/11) kemarin. Operasi...

Total Tagihan Nyonya Meneer Rp 252,87 M

SEMARANG-Hingga saat ini ada 83 kreditur PT Nyonya Meneer (PT Njonja Meneer) dengan total tagihan mencapai Rp 252.869.165.285 (Rp 252,87 miliar) yang masuk ke kurator, setelah perusahaan jamu...

Mengisi Masa Tua dengan Ibadah

Di usianya yang tak lagi muda, Djoko mengisi waktu luangnya untuk memperbanyak beribadah dan mengikuti pengajian. Menurutnya, di kehidupannya yang telah mapan ini ia...

Memilih Pemimpin tidak Boleh Sembarangan

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG - Memperingati Milad Pengajian Ahad Pagi Bersama (PAPB) ke 18, Yayasan Amal PAPB mengadakan pengajian umum menghadirkan Habib Hamid bin Soleh Baagil dari...

New Venturer Perkuat Segmen MPV

SEMARANG - Persaingan pasar otomotif di Jawa Tengah kian ketat terutama di mobil kelas Multi Purpose Vehicle (MPV). Awal tahun ini, Toyota Astra Motor...